terima kasih

Maaf, Tolong dan Terima Kasih

Posted on Updated on

Pernah menemukan orang yang pada saat dalam kesulitan, memohon-mohon belas kasihan, tapi pada saat bantuan telah diberikan, seolah semua tak pernah ada ?. Bahkan tak sekalimat pun ungkapan terima kasih disebutkan. Apalagi kata maaf karena telah membuat orang lain turut kerepotan mengatasi masalahnya ?

Jika menemukan perkara seperti itu, bisa jadi hati yang suram mudah menggerutu, apalagi jika disadari bahwa keadaan si penolong sesungguhnya tak jauh berbeda dengan keadaan yang ditolongnya.

Saya pernah mengalami hal seperti ini, sempat terheran memang tapi segera beristighfar, sadar keikhlasan mungkin saja sedang Allah perhatikan.

Dari orang tua, acap kali kita tak menyadari telah berlimpahan berkah diwariskan bahkan sejak kita masih dalam buaian. Salah dua yang paling berharga di antaranya adalah teladan dan nasehat-nasehat baik mereka yang terkadang tak sempat terucapkan namun bernas di sepanjang kebersamaan.

Menyaksikan banyak sekali nilai-nilai indah itu mereka tanam dan siram suburkan di dalam sarang tempat bernaung kita sejak masa kecil hingga sekarang ;  Jadilah orang yang baik, senanglah berbagi, harus saling mengasihi, wajib memegang teguh janji, kerjakan yang terbaik, bersabarlah, jangan cengeng, peluklah orang yang kau sayangi.

Namun, di antara semua petuah indah itu, yang saya rasa paling ajaib adalah kata MAAF, TOLONG dan TERIMA KASIH. Ajaib, karena kata-kata itu terasa lembut di telinga dan meneduhkan hati. Ajaib, karena kata-kata itu membayangkan ketulusan dan kerendah hatian.

Sebagai adab, pantaslah ia menjadi hiasan diri, hak orang lain yang semestinya kita berikan. Tapi, jangan menuntut orang lain memberikan hal yang sama, karena tak setiap orang miliki latar belakang dan pemahaman serupa. Jika kita mengharap orang lain lakukan hal yang sama, bisa jadi kita akan kecewa.

Bagaimanapun, Allah mempertemukan kita dengan siapapun untuk satu alasan. Entah untuk belajar atau mengajarkan. Entah hanya untuk sesaat atau selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Akan tetapi, tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut. Lakukan dengan tulus. Meski tidak menjadi seperti yang diinginkan. Tak ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan. – Anonim.

Sehasta Lagi

Posted on Updated on

Sehasta Lagi …
Tanggal 29-ku sehasta lagi ke bulan yang baru
Mungkin hayatkupun begitu
Siapa yang tahu
Apakah kuakan rayakan sisa bayaku ?
Kurasa bukan begitu …

Rabby …
Telah banyak yang kulalui
Namun sedikit yang dapat kupelajari
Maafkan bodohku menciduk kearifanMU -read more->