Digital Marketing

Perempuan dan Anak dari Sudut Pandang Serempak

Posted on Updated on

Sudah menjadi pemahaman semesta, yang tak perlu pengakuan siapa-siapa, bahwa keberadaan perempuan di dunia yang berdampingan dengan insan lain dari jenis yang disebut kaum pria adalah sama pentingnya dalam dinamika entitas manusia. Peran wanita sebagai ibu adalah hal yang paling tak terbantahkan saat mengulik perjuangan dan pengorbanan mereka. Di luar itu, kenyataannya kaum wanita banyak yang telah pula sanggup memikul beban yang sebelumnya hanya diberikan kepada pundak kaum pria. Tak terhitung jumlah kaum wanita yang kini merambah profesi yang dahulu dipandang hanya para lelaki yang pantas melakukannya.

Namun demikian, sudah pula menjadi catatan sejarah dunia, bahwa kaum perempuan di beberapa tempat di belahan bumi dan di beberapa aliran pemahaman dan kepercayaan kerap mendapat posisi dan perlakuan yang sebaliknya. Stereotype yang dilekatkan kepada mereka hampir sama dengan yang disematkan kepada anak-anak, yaitu kaum yang lemah. Sebuah sudut pandang yang tak terasa sungguh merugikan bahkan menyakitkan karena disebabkan pandangan ini kaum perempuan dan anak-anak sering pada begitu banyak kasus, berada pada posisi yang dinistakan.

Itu sebabnya, banyak sekali dibuat gerakan di mana-mana dalam skala kecil hingga mendunia yang concern dengan upaya perlindungan kaum wanita dan anak-anak, bahkan sampai pada tingkat upaya untuk memberdayakan mereka sehingga terangkat harkat dan martabatnya sebagai bagian dari eksistensi umat manusia.

Di Indonesia sendiri tak dipungkiri telah banyak gerakan yang mengusung hal ini baik secara pribadi di lingkup domestik hingga skala nasional. Sebagai negara dengan bangsa yang terdiri dari beragam suku dan keyakinan, insan Indonesia kaya dengan pemahaman dan kesadaran untuk menjadikan issue pemberdayaan dan perlindungan kepada kaum wanita dan anak-anak sebagai hal yang urgent terutama saat mengetahui angka kasus kekerasan kepada kaum ini semakin meningkat dalam berbagai bentuknya.

Diskusi Bersama Serempak                                                       

Serempak, yang merupakan singkatan dari Seputar Wanita dan Anak-Anak kini hadir sebagai sebuah website portal yang menyediakan beragam informasi seputar perempuan dan anak-anak baik berupa artikel, berita, serta galeri foto maupun video yang mendokumentasikan segala kegiatan yang berhubungan dengan kiprah perempuan dan anak-anak dan forum diskusi.

Sebuah keberuntungan bagi saya pada tanggal 29 Juni 2015 yang lalu menjadi salah satu orang dari 30 blogger lainnya yang terpilih mendapat undangan untuk berdiskusi bersama fihak Serempak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melalui komunitas blogger Fun Blogging yang digawangi oleh teh Ani Berta, mbak Haya Aliya Zaki dan  Shinta Ries.

Sekitar pukul 8 pagi saya bersama beberapa teman blogger dari Bogor sudah berada di kantor KPPPA di jalan Medan Merdeka Barat No.15 Jakarta Pusat. Alhamdulillah, kami datang sebelum acara diskusi dimulai sehingga berkesempatan mempersiapkan diri lebih dulu. Tak lama kemudian rombongan blogger lain berdatangan bersama tim Serempak dan beberapa staf dari kementrian. Seketika, aura baik saya rasakan. Begitu bersemangatnya, saya merasa mendapat kehormatan bukan karena saya berada di kantor kementrian, tapi karena merasa telah diperkenankan Tuhan bisa ikut terlibat dalam event yang saya anggap jalan untuk saya bisa berkontribusi dalam upaya pemberdayaan perempuan dan anak-anak.

Acara diskusi bersama serempak dimulai dengan sebuah opening ceremony berupa kata sambutan dari Sekretaris Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bapak Wahyu Hartono yang menyampaikan kegembiraannya atas keberadaan Serempak yang diharapkannya dapat membantu tugas-tugas KPPPA dalam melayani masyarakat khususnya kaum wanita dan anak-anak dan juga berharap semoga kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dimanfaatkan tim pokja Serempak dapat menjadi jalan kemajuan bangsa dengan meningkatkan peran wanita dan terlindunginya hak anak-anak.

Sekretaris Mentri PPPa
Sekretaris Mentri PPPa

Setelah Bpk.Wahyu Hartono selesai memberikan sambutan dan lalu meninggalkan ruangan, mbak Martha Simanjuntak sebagai ketua dan penganggung jawab pokja Serempak menjelaskan sedikit profil Serempak dan agenda acara diskusi yang akan segera dimulai.

IMG_20150629_101006

Digital Marketing

Sessi pertama diskusi dimulai dengan menghadirkan nara sumber Robert AB seorang pengajar dari sekolah bisnis BINUS Jakarta dengan tema Digital Marketing (DM). Dalam pemaparannya, pak Robert menguraikan secara detail apa dan bagaimana itu digital marketing dalam kancah bisnis khususnya di Indonesia.

Menurut pak Robert, digital marketing pada awalnya dikenal dengan istilah internet marketing namun kemudian diubah menyesuaikan dengan karakteristik dunia bisnis. Publik seringkali memaknai digital marketing sebagai upaya pemasaran yang berbasis internet atau dalam bahasa sederhana acapkali diistilahkan dengan toko online.

Apa saja platform digital marketing yang banyak digunakan di dalam masyarakat online  ? Wow tanpa disadari ternyata banyak sekali, tanpa disadari ternyata platform yang setiap hari mungkin kita gunakan adalah pintu bagi masuknya pemasaran-pemasaran online tersebut seperti facebook, twitter, Youtube, whatsapp, BBM, Be, dan lain-lain ke ruang pandang dan pendengaran kita ya.

Jika dibandingkan dengan traditional marketing perbedaan digital marketing adalah dari cara interaksinya. Misalnya pada cara traditional marketing, penjual berhadapan langsung dengan calon pembelinya dan melakukan negosiasi transaksi. Tidak demikian halnya pada digital marketing, di sini si penjual tak direpotkan dengan adu tawar harga dengan calon pembeli. Harga sudah ditetapkan dan jika penjualan deal, si konsumen hanya tinggal mentransfer uangnya melalui bank. Mudah sekali ya.

Dengan optimasi digital marketing banyak sekali keuntungan yang bisa didapat, misalnya jalinan sosial dengan konsumen dengan biaya rendah. Bagaimana tidak, konsumen sekarang hanya tinggal mengetik pesanannya di BBM atau whatsapp ataupun media lain kepada penjual online tanpa perlu capek-capek berjalan kaki ataupun berkendaraan ke toko semacam sistem konvensional, tahu-tahu paket barang pesanan sudah di depan pintu. Begitupun dengan fihak produsen online, mereka tak perlu membeli atau menyewa suatu tempat untuk buka lapak, hanya berbekal kamera untuk capture dan unggah foto-foto produknya di media massa maupun online, lalu menunggu hingga datang pesanan.

Oleh karena benefitnya yang besar, para pelaku digital marketing sangat memperhatikan perilaku konsumen (consumer behaviour) seperti misalnya perilaku apa yang kebanyakan orang lakukan di rentang waktu pagi hingga siang hari, siang hingga sore hari, atau sore hingga malam hari. Hal ini akan menentukan eksekusi apa yang mungkin dilakukan demi mencapai goalnya. Dalam hal ini diketahui bahwa jejaring sosial seperti facebook atau instagram misalnya adalah jenis situs yang paling banyak digunakan untuk berjualan online. Mulai dari produk-produk kecil sampai besar, tradisional hingga modern.Busana merupakan item yang paing banyak dijual di online shop, tapi jangan salahsekarang banyak juga orang yang menjual kendaraan pun secara online.

Ini semua menunjukkan bahwa aktivitas kita di social mediasebenarnya akan bermanfaat khususnya  jika kita benar dan bijak menggunakannya.

IMG_20150629_103409
Pak Robert AB, pengajar di sekolah bisnis

Diantara yang dijelaskan bapak Robert AB, diantaranya yang lain adalah tentang komunitas. Biasanya orang berkomunitas karena adanya beberapa kesamaan, misalnya kesamaan pikiran, kesamaan hobi, kesamaan idealisme. Dan biasanya juga sebuah komunitas akan fokus pada satu topik yagn sedang hangat.

Selain komunitas, pak Robert juga menguraikan tentang bagaimana melakukan digital marketing. Pertama harus menentukan lebih dulu audience/pelanggan yang seperti apa yang diharapkan datang di web kita. Kedua integrating, menghubungkan antara digital marketing dengan traditional marketing adalah hal penting, ini dilakukan demi mengurangi resiko-resiko penipuan dan juga karena kedua cara marketing ini sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Maka di sinilah kita memerlukan integrasi di antara keduanya.

Saat ini yang sedang trend di digital marketing diantaranya adalah content marketing, pemakaian social media untuk sarana promosi, konten bergambar, soft marketing, mudah diakses melalui telepon, efektivitas dengan re-target peliputan iklan, pengenalan SEO.

Salah satu yang penting dipikirkan juga adalah bagaimana membangun brand. Setiap brand pasti punya identitas, punya elemen, punya karakter tersendiri. Jadi saat kita membayangkan brand tertentu kita akan mencapai price dan qualitynya seperti apa.

 

Portal Serempak

Pada sessi kedua teh Ani Bertha menguraikan latar belakang hadirnya portal Serempak di tengah masyarakat yang ditujukan untuk memberikan informasi-informasi yang bermanfaat untuk kepentingan perempuan dan anak-anak. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Sekretaris Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan anak di muka dijelaskan bahwa Portal Serempak adalah milik masyarakat yang difasilitasi pemerintah untuk kepentingan mengangkat harkat dan martabat perempuan dan anak, untuk itu masyarakat diharapkan dapat turut andil memakmurkan portal ini sesuai dengan tujuan keberadaannya.

Screenshot_2015-07-05-07-37-28

Sebagai blogger kitapun mempunyai peluang untuk berkontribusi dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang bermanfaat ke media ini baik berupa berita, artikel, opini, ataupun sharing hal-hal yang ringan seperti resep masakan dan sebagainya.

Banyak relawan yang menjadi kontributor untuk portal Serempak ini, yang meskipun tidak berbayar namun untuk alasan charity/amal shalih ataupun ikatan bathin dengan tim Serempaknya sendiri mereka rutin mengirimkan tulisan-tulisannya. Memang kepuasan bathin bisa berbagi untuk kemajuan dan keselamatan banyak orang adalah salah satu alasan orang menjadi kontributor.

Screenshot_2015-07-07-06-19-41

Ada beberapa ketentuan bagi para kontributor dalam mengirim tulisannya untuk portal Serempak ini, diantaranya adalah :

  1. Tulisan minimal 500 kata, maksimal 1000 kata
  2. Sesuaikan gaya penulisan dengan idealisme dan ciri khas website/portal Serempak
  3. Tulisan / reportase harus merujuk pada 5W (What, Who, Why, Where, When)
  4. Mengatur jadwal update sesuai kesepakatan kerjasama
  5. Mengisi kanal-kanal website sesuai kategori yang dikuasai
  6. Masukkan keywords yang tepat
  7. Self editing
  8. High resolution photograph

Selain delapan hal di atas, ada delapan lain yang harus dihindari oleh para kontributor yakni :

  1. Tidak melakukan plagiarisme
  2. Tidak menggunakan bahasa alay
  3. Tidak memasukan beropini pribadi
  4. Tidak memasukkan unsur kepentingan pribadi
  5. Tidak menyebut nama brand
  6. Tidak  mendiskreditkan orang / fihak lain
  7. Tidak keluar dari idealisme Serempak
  8. Tidak berbohong

Beberapa keuntuungan yang bisa didapatkan para kontributor khususnya di portal Serempak banyak sekali, diantaranya adalah : branding, portofolio diri, social enterpreuneur, bisa melakukan hobi yang menghasilkan, tulisannya bermanfaat untuk orang lain, relasi, upgrade ilmu, wawasan meningkat, dan skill pun bertambah.

Kita bisa mengirim tulisan ke portal Serempak dengan tema yang sama dengan tulisan kita di blog asal menyisihkan ke delapan hal yang dilarang tadi. Tambahkan juga pengembangan data dan kalimat aktifnya. Jika bahasa di blog sudah sesuai kriteria di berita portal tetap harus diolah kembali agar tidak terkena sangsi google panda.

Jika tulisan itu bertema travelling, tetaplah berikan sentuhan yang sesuai tema portal di mana kita jadi kontributor di dalamnya.

Ada tiga sumber berita di portal Serempak, yaitu dari pemerintah, dari pokja Serempak dan dari masyarakat termasuk blogger.

Yang menjadi concern Serempak saat ini adalah bagaimana bisa menjadi jembatan penghubung agar pemerintah apa yang sedang terjadi di masyarakat. Tulisan kontributor sendiri akan melalui moderasi tim Serempak untuk sampai dipublikasi.

Teh Ani Bertha salah satu lead kontributor di Portal Serempak
Teh Ani Bertha salah satu lead kontributor di Portal Serempak

Demikian sekilas reportase yang masih saya ingat dari event diskusi bersama pokja Serempak yang lalu di kantor Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Oya, sebelum berpisah ternyata ada apresiasi untuk lima orang juara live tweet dan tentu saja tak ketinggalan foto bersama juga. Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya.

Screenshot_2015-07-07-11-03-28
Doc. Dian Kelana