Aksaraku

ADALAH CINTA

Kala kau katakan :”aku baik-baik saja”, aku tahu sesungguhnya kamu tak sebaik itu.

Kala kulihat air matamu dan kau katakan :”Ini bukan kesedihan, hanya  keharuan”. Aku tahu, kamu sedang sembunyikan perasaan

Kala kudengar kata, :”Ku kan tetap tersenyum”, aku tahu hatimu sesungguhnya masih menangis

Kala kubaca tulisanmu :”Aku kan tetap tegar disini”, aku tahu sesungguhnya hati dan jemarimu gemetar bersama isakmu

Setiap manusia yang kuat selalu bisa melindungi nestapanya dari tatapan orang

Setiap manusia yang tabah selalu mampu membentengi laranya dari amatan insan

Namun tiada yang dapat melakukannya pada kerinduan dan cinta

Karena cinta selalu menuntut pengungkapan

Karena rindu selalu menunggu untuk dijabarkan

Mereka tak dapat sembunyi dalam teluk di matamu

Mereka tak kuasa terpenjara dalam lisanmu

Mereka tak mampu dijerat aksara-aksaramu

Cinta adalah gejolak

Dan rindu menghiasinya, dalam buih yang meletup-letup di ruang hati

Jika ini tentang ungkapan

Aku mengerti tentang ribuan puisi yang berserakan

Aku fahami tentang jutaan prosa yang menghujan

Karena demikian indah rasa yang dipergelarkan

Pastilah ia datang dari tempat paling menawan di jagat yang kita lihat

Ialah tempat segala kebahagiaan bermula

Tuhan

Demikianlah sebagai emas permata

Dipersilahkan hanya pada tempat yang berharga

Demikianpun kerinduan dan cinta

Diungkapkan hanya kepada insan yang kau mulia

Yang kan tetap kau sayang selamanya

Dan menyayangimu hingga akhir masa

Cinta bukan hanya puisi dan prosa

Cinta bukan hanya tentang bulan dan surya

Cintapun bukan hanya tentang awan dan senja

Cinta itu sederhana

Cinta itu adalah, kamu dan yg kau cinta, selamanya

ADA CINTA DI HATIKU

Mengapa siangku menaungiku teduh
Dan malamku berwarna indah
Burung- burung bersenandung merdu
Dan ilalang meliukkan tarian indah

Mengapa anginku lembut menyapaku
Dan pelangi melukiskan senyuman
Lekukan awan siluetkan anganku
Dan bintang kedipkan romantisme

Mengapa alam berbisik mesra
Dan serangga lantunkan musik indah
Di pesisir dedaunan melambai ramah
Dan ombak menggemakan orchestra

Semua nampak megah
Waktuku seakan berhenti melangkah
Saat padaku lembut matamu terarah
Ternyata…ada cinta, singgah di hatiku

🙂

#Tulisan lama dr blogku, teruntuk yang sedang jatuh cinta 🙂

PS : Foto dpinjam dari link ini


Foto: Mengapa siangku menaungiku teduh<br /><br /><br /> Dan malamku berwarna indah<br /><br /><br /> Burung- burung bersenandung merdu<br /><br /><br /> Dan ilalang meliukkan tarian indah</p><br /><br /> <p>Mengapa anginku lembut menyapaku<br /><br /><br /> Dan pelangi melukiskan senyuman<br /><br /><br /> Lekukan awan siluetkan anganku<br /><br /><br /> Dan bintang kedipkan romantisme</p><br /><br /> <p>Mengapa alam berbisik mesra<br /><br /><br /> Dan serangga lantunkan musik indah<br /><br /><br /> Di pesisir dedaunan melambai ramah<br /><br /><br /> Dan ombak menggemakan orchestra</p><br /><br /> <p>Semua nampak megah<br /><br /><br /> Waktuku seakan berhenti melangkah<br /><br /><br /> Saat padaku lembut matamu terarah<br /><br /><br /> Ternyata...ada cinta, singgah di hatiku</p><br /><br /> <p>:)</p><br /><br /> <p>#Tulisan lama dr blogku, teruntuk yang sedang jatuh cinta :)</p><br /><br /> <p>PS : Foto dpinjam dari link ini
SEJENAK SAJA
Izinkan kulepas penat ini ….
Dan biarkan kuterbang pada lembut birumu
Diantara gemawan yang berbisik-bisik di tak terbatas cakrawala
Kubentang seluas sayap merenangi mega-mega
Menjelajah setiap hela yang limpahi ruang kalbu

Hai lembut…..
kukisahkan padamu sebuncah resah
Tentang tandus sekeping hati nantikan hadirmu
Mengeja horizon di ujung senja
Menduga-duga kapan kau akan kembali
Menilam teduh di bawah bayangmu

Masihkah kau simpan hujan ?
Yang setia menafsir riwayat bumi dalam seembun cinta
Membaca rintiknya satu persatu
Bak pena pujangga lukiskan rindu sang renjana

hmmm…..kutahu kaupun masih sembunyikan pelangi
Agar tak sesiapa mencuri jelitanya
Dan tetap sempurna dalam cahaya senja sehabis hujan…

Wahai pemilik bulir-bulir di lautan
yang setia kepada angin kemanapun ia memperjalankan
Bawalah aku ke negri kedamaian
Yang tiada galau dan kegelisahan
Dimana bertitisan tentram basahi kalbu
Melipur luka yang menggores hati
Selimuti sukmaku pada satu rindu

Sebentar saja….
Walau hanya sejenak saja….

(Tulisan lamaku di blog pribadi, edited)

PS : Foto milik Fludit di http://www.fludit.com/inspiration/can-clouds-be-beautiful-yes-they-can.html

— bersama Danish Meiyastuti A dan 17 lainnya.

Foto: Izinkan kulepas penat ini ....<br /><br /><br /> Dan biarkan kuterbang pada lembut birumu<br /><br /><br /> Diantara gemawan yang berbisik-bisik di tak terbatas  cakrawala<br /><br /><br /> Kubentang seluas sayap merenangi mega-mega<br /><br /><br /> Menjelajah setiap hela yang limpahi ruang kalbu</p><br /><br /> <p>Hai lembut.....<br /><br /><br /> kukisahkan padamu sebuncah resah<br /><br /><br /> Tentang tandus sekeping hati nantikan hadirmu<br /><br /><br /> Mengeja horizon di ujung senja<br /><br /><br /> Menduga-duga kapan kau akan kembali<br /><br /><br /> Menilam teduh di bawah bayangmu</p><br /><br /> <p>Masihkah kau simpan hujan ?<br /><br /><br /> Yang setia menafsir riwayat bumi dalam seembun cinta<br /><br /><br /> Membaca rintiknya satu persatu<br /><br /><br /> Bak pena pujangga lukiskan rindu sang renjana</p><br /><br /> <p>hmmm.....kutahu kaupun masih sembunyikan pelangi<br /><br /><br /> Agar tak sesiapa mencuri jelitanya<br /><br /><br /> Dan tetap sempurna dalam cahaya senja sehabis hujan...</p><br /><br /> <p>Wahai pemilik bulir-bulir di  lautan<br /><br /><br /> yang setia kepada angin kemanapun ia memperjalankan<br /><br /><br /> Bawalah aku ke negri kedamaian<br /><br /><br /> Yang tiada galau dan kegelisahan<br /><br /><br /> Dimana bertitisan tentram basahi kalbu<br /><br /><br /> Melipur luka yang menggores hati<br /><br /><br /> Selimuti sukmaku pada satu rindu</p><br /><br /> <p>Sebentar saja....<br /><br /><br /> Walau hanya sejenak saja....</p><br /><br /> <p>(Tulisan lamaku di blog pribadi, edited)</p><br /><br /> <p>PS : Foto milik Fludit di http://www.fludit.com/inspiration/can-clouds-be-beautiful-yes-they-can.html
Air Matamu

Terkadang,  biru itu tak selalu langit atau lautan

Ia menyaput juga hatimu

Kala rinai di matamu luruh

Ia pendar di tatapmu sendu

Kala memandang senja yang tak lagi jingga

Melukis bayangan di rerintik hujan yang kidungkan kesunyian

Seperti bulan yang sedang gerhana

Tak hendak nampakkan senyuman

Di detik embun berubah salju

Desau angin kutipkan gigil di ringkih raga

Seakan kabarkan ada getar dikedalaman diri

Isyaratkan lemahmu di belantara hidup

Setiap detik mengais asa

Menyusuri labirin usia yang diasuh taqdirmu

Meraba-raba cahaya

Mencari-cari lentera

Adakah jalan disana ?

Pasir di pesisir saling berbisik

Bertanya-tanya kepada ombak yang diutuskan

“Mengapa Tuhan ciptakan air mata ?”

Sedang pepohonan yang terus berdzikir masih mendengar harapan

Dan gunung-gunung yang berjalan masih melihat gapaian

Awan-awan masih melaksanakan perjalanan

Dan tata surya masih berthawaf di garis peredaran

Dibalik mega-mega bergumpalan kelabu

Ada bianglala yang tak dilihat senja

Namun cahaya menghantarnya jauh ke bumi

Sulamkan indah pada sungai-sungai  bermuram durja

Hingga angin ceritakan sebuah rahasia

Mengapa Tuhan ciptakan air mata

Air matamu sayang …

Adalah sahabat bagi jiwa

Ia menjadi teman saat kau tertawa

Iapun menjadi kawan saat samsara

Air mata adalah saudara dalam suka dan duka

Ia pembebas risau yang menjeratmu

Dengannya kau dapat terisak hingga legalah dadamu

Dengannya kau dapat tersedu hingga genaplah kesahmu

Air matamu sayang …

Adalah karib bagi rasa

Kau butuhkan ia memeluk kesedihanmu

Kau rindukan ia mendekap bahagiamu

Darinya, kau temukan ketentramanmu

Terkadang, tangisan tak selalu adalah kesedihan

Iapun penguasa bahagiamu

Kala senyum terulas di bibirmu

Ia pijar di sinar wajahmu

Kala memandang fajar yang kemilau

Gambarkan harapan baru di biru langitmu

Seperti mutiara yang tersimpan

Air matamu, adalah harta tak ternilaimu ….

 

 

 

 
 

 

 

 

Iklan

One thought on “Aksaraku

    Ahmad said:
    26/04/2016 pukul 2:14 pm

    Keerreeennn… dalam maknanya..

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s