Ampuhnya Suara Ibu/Ayah Mengantar Tidur Anak

Posted on Updated on

Sering susah menyuruh anak tidur pada waktunya ? Coba diperiksa lagi bagaimana suasana rumah pada saat seharusnya anak-anak tidur.

Apakah TV masih menyala, apakah lampu-lampu di setiap ruangan rumah masih terang, apakah suara musik dari gadget masih nyaring, apakah anak masih mengudap cemilan atau bahkan mengkonsumsi makanan berat dsb.

Jika keadaannya seperti itu, wajarlah kalau anak akan sulit diminta untuk beristirahat. Merasa belum mengantuk dan merasa tubuhnya masih bugar biasanya anak akan bertahan melakukan aktivitas meskipun malam sudah larut. Apabila menjadi kebiasaan, maka hal ini selain akan mengganggu kesehatannya juga akan menghanggu kesehatan orang tuanya karena terkurangi waktu istirahatnya, karena pada saat tidur, tubuh memusatkan energinya untuk metabolisme dan regenerasi sel.

Sejak zaman dahulu, banyak orang tua yang menjadikan mendongeng baik dengan membacakan buku cerita ataupun dengan imajinasi orang tua sendiri sebagai ritual pengantar tidur anak. Hal ini terbukti ampuh berhasil membuat anak tertidur dengan mudah.

Tapi, ternyata mendongeng atau nenbacakan buku cerita tak serta merta bisa membuat anak cepat terlelap. Dibutuhkan pengkondisian awal lebih dulu sebelum itu seperti mematukan semua gadget yang memancarkan energi seperti televisi, radio, komputer, smartphone dll. Begitu juga lampu-lampu dibuat bercahaya temaram agar pandangan mata anak menjadi nyaman, tidak silau dan memberikan efek rasa tenang. Selain itu, jangan sampai pada saat jelang tidur anak-anak masih mengunyah kudapan apalagi makanan berat atau minuman manis yang berkalori tinggi karena akan membuat badan anak berasa segar terus dan jauh dari mengantuk.  Itu sebabnya, makan malam sebaiknya dilakukan maximal jam 7 malam agar ada jeda sekitar 3 jam sampai jam tidur anak.

Saya sendiri sebetulnya bukan type ibu yang secara rutin membacakan buku  cerita pada anak-anak, tapi saya lebih cenderung ke berbincang atau ngobrol santai di tempat tidur bersama mereka.

Suasana ngobrol yang santai menurut saya bahkan menjadi efektif juga untuk memberikan masukan atau nasehat-nasehat ringan kepada mereka. Kalaupun ada unsur cerita di dalamnya (Faishal kebetulan penggemar kisah-kisah sejarah)  saya lebih nyaman menyampaikannya bukan dengan sambil memegang buku di tangan. Saya lebih suka membacanya sendiri lebih dulu dan coba menghafal alur cerita serta memahami pesan moralnya, lalu diceritakan kepada anak tetapi dengan suasana ngobrol.

Kadang-kadang saya juga mengaji atau melantunkan shalawat serta bersenandung atau memetik gitar untuk menemani jelang tidur anak. Apapun, asalkan saya ada di dekat mereka saat menjelang tidur materi apa saja yang saya ungkapkan biasanya berhasil membuat mereka mengantuk. Bahkan, saat saya hanya berbincang bersama ayahnya anak-anak dengan bahasan yang tak dimengerti anak itupun ternyata bisa membuat mereka begitu saja terlelap.

Dari pengalaman-pengalaman pribadi itu saya menyimpulkan sebenarnya keberadaan ibu ataupun ayah di dekat mereka yang diindikasikan dengan mendengar suaranya terutama saat menjelang tidur adalah hal yang membuat hati anak tentram, sehingga saat badan mereka yang sebenarnya sudah lelah setelah seharian beraktivitas menjadi mudah untuk mengundang kantuk dan akhirnya tertidur lelap.

Jadi, meluangkan waktu sejenak untuk mengantar tidur anak itu sangat penting, karena hal ini akan membuat jiwa raga anak lebih baik untuk menyambut hari esok dengan tubuh, pikiran dan hati mereka lebih segar.

Ini kebiasaanku, bagaimana dengan kebiasaanmu ?

IMG_20150315_124730

Iklan

10 thoughts on “Ampuhnya Suara Ibu/Ayah Mengantar Tidur Anak

    Mas Djie said:
    09/07/2015 pukul 9:09 am

    Kebiasaan saya, karena saya belum diberi anak. Maka saya melakukan hal yang serupa dengan kebiasaan mbak bersama calon ibunya anak-anak 😀

    Suka

    Lidya said:
    09/07/2015 pukul 3:02 pm

    paling seru kegiatan sebelum tidur ya mbak

    Suka

    adhyasahib said:
    09/07/2015 pukul 3:23 pm

    patut di coba tipsnya nanti kalo suda punya anak mbak,makasih ya 🙂

    Suka

    Ratna said:
    09/07/2015 pukul 9:30 pm

    Saya & suami juga kebiasaan serupa, mak Win. Sebisa mungkin mengantar mereka tidur. Pillow talk seperti ini kadang jadi ajang curcol anakku sulung hehehe

    Suka

    itsmearni said:
    10/07/2015 pukul 10:31 am

    Klo kami, kadang bacain buku
    Kadang bercerita bergantian, ayah ibu lalu prema, cerita apa saja bebas
    Kadang bermain tebak2an, bisa lagu, bisa cerita anak, nama binatang dll
    Dengan catatan semua pake kesepakatan diawal, mau sampai jam berapa maksimal ‘bermainnya’ setelah itu wajib tidur
    Kondisi lampu udah mati, tv off dan gadget semua tak tersentuh 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      12/07/2015 pukul 3:01 am

      Waah senengnya Prema diceritain Ayah sm Ibu yaa.. Seruuu

      Suka

        itsmearni said:
        28/07/2015 pukul 8:21 pm

        Seru banget mbak
        Tapi biasanya gantian kok ceritanya

        Suka

    wylvera said:
    14/07/2015 pukul 8:01 am

    Dulu, waktu anak-anakku masih kecil juga gak selalu mudah disuruh tidur lebih awal di malam hari. Betul, salah satu cara memang harus mengondisikan keadaan rumah terlebih dahulu. Matikan tivi, menukar lampu kamar mereka menjadi lampu buat tidur, bacain cerita atau aku sendiri yang ngarang ceritanya, ngobrol cantik dulu di tempat tidur, sampai mereka benar-benar nyaman memejamkan matanya. Haaah… kok jadi panjang banget ya, komentarku. Hahaha ….

    Disukai oleh 1 orang

      winny widyawati responded:
      14/07/2015 pukul 8:20 am

      Hahaha malah seneng sama komentar yang panjang-panjang mbaak. Iya mbak apalagi anak2ku bawel semua, jadi kalo diceritain malah dia yg lebih banyak pertanyaannya, jadi nggak kelar2 ceritanya, malah ceritanya jadi belok ke cerita yg lain hihihi

      Suka

    bang deco said:
    28/08/2016 pukul 12:45 am

    Karena suara ayah/bunda adalah hypnotherapy yang mampu menelisik ke alam bawah sadar anak.
    Salam cring..
    Deco

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s