Bunga-Bunga Mama

Posted on Updated on

Dilahirkan sebagai sulung dari tiga bersaudara. Dulu, aku merasa tak memerlukan lagi apapun di dunia ini.

Adik-adikku, dikaruniakan Tuhan menjadi kawan-kawan pertama hidupku. Meski tak ingat bagaimana wajah mereka saat halus bayi disebab jarak kelahiran yang begitu dekat, namun wajah mereka hingga kini tak pernah beranjak dari hati.

Berbagi satu kamar tak terlalu besar di rumah Mama Papa dengan kedua adikku dulu adalah pengalaman  ber-asrama pertamaku. Kadang cekikikan tengah malam bertiga, kali lain kami bisa tak saling bertanya. Berbagi tempat tidur tapi berebutan selimut dan bantal adalah hal absurd di setiap malam kami. Atau berselisih panjang hanya karena soal obat nyamuk adalah cerita yang bisa jadi berterusan dalam mimpi kami.

Dulu adik-adikku manis sekali, tapi entah mengapa aku jahili mereka juga sesekali. Aiih lucunya wajah-wajah cemberut itu saat kutakut-takuti ulat daun jati.

Adik-adikku terlalu berharga. Kadangkala mereka adalah cerminku, pantulkan semua angan dan harapan-harapanku. Dulu aku pernah bertanya :

“Tuhan, mengapa aku tak semungil dia ? Agar Mama tak berhenti menggendong memanjaku dalam buaiannya” ….. atau “Tuhan, mengapa aku tak sepintar tak secantik dia, agar pusaran cinta Papa tak segera lepas dariku”. Sungguh, aku pernah cemburu.

Tapi Tuhan selalu menjawabnya melalui bibir Mama. Saat di setiap hari lebaran tiba, dalam balutan baju baru kami Mama selalu berkata :

“Kalian bunga-bunga di tamanku”

Dulu, adik-adikku adalah saksiku yang melihat hal-hal terbaik pun terburukku, tapi tetap mencintaiku. Meski terkadang merekapun jelma rekan kriminalku. Berjinjit diam-diam membuka lemari makan di suatu siang di bulan Ramadhan.

Adik-adiku dulu juga adalah malaikat tengah malamku. Saat pikiran penuh dengan ingatan film seram, aku cukup menggenggam tangan mereka dalam pulas dan hatiku seketika menjadi tentram.

Betapa ajaibnya mereka, kadang aku mengira mereka bisa melihat senyumku dalam gelap, hanya karena bisa menebak aku gelisah tak bisa terlelap.

Tuhan, Tak bisa kubayangkan masa kecilku tanpa mereka. Nyatanya adik-adikku adalah guru hidupku, yang mengajariku kesabaran menjadi seorang kakak. Tak mudah membantu Mama mengurusi mereka, tapi tak kan indah juga masa laluku tanpa pekik tawa mereka.

Adik-adikku terkadang juga menjadi pengacaraku, yang memberikan alibi dan membelaku di hadapan Papa saat merazia surat cinta.

Sungguh mereka penolong-penolongku yang menarikku kencang saat ku akan tenggelam. Dan menjadikanku tak pernah lagi berharap hanya diriku anak Mama Papa seorang.

Ahh, kalian bunga-bunga lain di taman Mama itu. Dan selamanya kalian saudara yang dianugrahkan Tuhan untukku.

Sisters, I love you both

♥♥

Saudara adalah kawanmu selamanya. Sejauh apapun dirimu dengan mereka, kalian akan selalu lekat karena darah yang mengalir di tubuhmu dari mata air cinta yang sama

IMG_20150608_192346
Jasadmu telah di pusara, tapi semoga bunga-bunga Mama terus kembang hingga kelak bertemu di taman surga

Screenshot_2015-07-08-04-14-56

Iklan

10 thoughts on “Bunga-Bunga Mama

    Akhmad Muhaimin Azzet said:
    08/07/2015 pukul 9:02 am

    Adik-adik yang luar biasa. Semoga taman bunga itu semakin dan semakin indah dalam rahmat-Nya.

    Suka

    Ratna said:
    08/07/2015 pukul 12:57 pm

    seru ‘kali ya, saudaraan perempuan semua. Soalnya kakak saya semua laki-laki hihihi

    Suka

    adhyasahib said:
    08/07/2015 pukul 5:36 pm

    aw tulisannya mengharukan, sayangnya saya tdk punya saudara perempuan, semuanya laki2 😦 jadi tidak pernah merasakan serunya punya saudara perempuan 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/07/2015 pukul 6:39 pm

      Sodara perempuan ataupun laki-laki sama aja Adhya, sama2 kita sayang dan menyayangi kita ya

      Suka

    Nefertite Fatriyanti said:
    12/07/2015 pukul 8:39 pm

    Hihihi, sama, aku juga kadang mengakali adikku untuk satu kepentingan hehehe
    Itu sekarang jadi kenangan yang indah

    Disukai oleh 1 orang

    ameliatanti said:
    09/12/2015 pukul 2:28 pm

    aku jadi kangen adik adikkuuuuuu

    Suka

    Irma devita said:
    09/12/2015 pukul 6:36 pm

    Cerita yg bagus dengan Pilihan Diksi yg oke punya mbak winny.. Saya dulu juga punya kisah yg sama dg adik perempuan saya. Kompak habiss.. 😊👍

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s