Bubur Menado di Bulan Puasa

Posted on

Tantangan seru ibu-ibu di bulan puasa supaya anak-anaknya tetap semangat itu di antaranya adalah menyajikan menu buka puasa dan makan malam juga sahur yang variatif. Buatku, hal itu sangat penting. Tak cuma sekedar untuk memenuhi nutrisi keluarga, lebih dari itu saya juga ingin menghidangkan kenangan yang lebih beragam untuk anak-anak kalau mereka besar nanti terkhusus soal hidangan ibunya. Sudah bukan rahasia, setiap kita sering merindukan masakan ibu saat kita masih kecul bukan ? ๐Ÿ™‚

Sudah lama si sulung Zahra request menu bubur menado, tapi baru kemarin saya menyempatkan memasaknya karena menu ini seringkali tersalip menu lain di bulan puasa ini. Itupun memasaknya serasa dikejar angkot, karena mepet waktunya baru sempat masak jam 16.30, padahal biasanya saya sudah menyiapkan bahan masakan dari sekitar jam 14.00.

Oya, bubur menado ini tentu saja bukan menu untuk ta’jil / buka puasa ya. Bubur ini termasuk makanan berat yang dihidangkan saat setelah usai shalat tarawih. Buat kami yang bukan orang Menado, menu ini disediakan sebagai varian makan malam atau bisa juga untuk sajian makan sahur supaya keluarga nggak bosan dengan menu nasi seperti biasanya.

Nah bubur menado ala saya ini mudah sekali membuatnya. Begini caranya :

Siapkan bahan-bahan berikut ini :

  • 250 gram atau kira-kira 2 cangkir beras putih.
  • 1 buah ubi atau labu siam ukuran sedang ย dipotong dadu
  • 1 jagung manis dipipil
  • 1 ikat bayam
  • 2 ikat daun kemangi
  • Daun bawang
  • Daun salam dan serai
  • Kaldu bubuk
  • Garam
  • Merica

 

Cara Memasak :

Cuci beras sampai bersih, masukkan ke dalam kuali dan tambahkan air 3 – 5 cm di atas beras, lalu masak di atas api sedang sambil diaduk secara rutin.

Setelah agak matang, masukkan potongan ubi atau labu siam dan pipilan ย jagung manis, lalu aduk kembali. Tambahkan sedikit demi sedikit air ke dalam kuali setiap kali air buburnya menyusut.

Setelah bubur mengental masukkan garam, merica dan kaldu secukupnya lalu diaduk kembali di atas api kecil.

Terakhir, masukkan daun bawang, dan sayuran bayam juga daun kemangi. Matikan apinya.

Nah, sekarang bubur menado sudah siap dihidangkan. Lebih enak lagi dengan tambahan ikan asin dan sambal roa.

Selamat memasak yaa.

Potongan ubi
Potongan ubi
C360_2015-06-26-18-54-23-111
Pipilan jagung manis

C360_2015-06-26-18-53-37-558
Bubur menado sudah matang
C360_2015-06-26-18-56-01-860
Sajikan dengan tambahan ikan asin dan sambal roa.
Iklan

15 thoughts on “Bubur Menado di Bulan Puasa

    Susanti Dewi said:
    27/06/2015 pukul 10:14 am

    saya blm pernah nyobain bubur menado mba, karena di Serang memang gak ada yg jual. Memang sebaiknya dan enaknya bikin sendiri ya… ๐Ÿ™‚

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/06/2015 pukul 4:22 pm

      Iya mbak lebih tenang dan enak bikinan sendiri karena kita pasti pilih bahan yang baik ya.

      Suka

    adhyasahib said:
    27/06/2015 pukul 3:06 pm

    yum yum,,,sedaaap

    Suka

    inna riana said:
    28/06/2015 pukul 5:32 am

    Pernah makan. Tapi belum pernah bikin ๐Ÿ˜€

    Suka

    dwina Yusuf said:
    28/06/2015 pukul 7:55 am

    aku suka banget bubur menado. apalagi tambal sambel roa. Nyam…nyam…

    Disukai oleh 1 orang

      winny widyawati responded:
      28/06/2015 pukul 2:47 pm

      Iya seru mak makannya apalagi kalo pake sambel dan ikan asin

      Suka

    Nefertite Fatriyanti said:
    28/06/2015 pukul 9:41 pm

    Haduuuhn makanan enak begitu kok gak undang-undang, kan aku bisa belajar masak juga neng

    Disukai oleh 1 orang

      winny widyawati responded:
      03/07/2015 pukul 10:52 pm

      Waaah mbak Yanti mah suka merendah ah, yang ada aku yg belajar sama mbak Yanti hehehe

      Suka

    mysukmana said:
    02/07/2015 pukul 10:45 am

    ijin nyimak resep buburnya mbak winny , siapa tau bisa buat saur atau buka ntar..salam kenal #blogwalking ๐Ÿ™‚

    Disukai oleh 1 orang

    evrinasp said:
    03/07/2015 pukul 6:58 pm

    boleh dicoba nih mbak, saya belum pernah merasakan. kaya bubur ayam gak mba?

    Suka

    fanny fristhika nila said:
    04/07/2015 pukul 10:10 am

    aku tuh pecinta makanan menado krn pedas… ๐Ÿ™‚ Tapi nth kenapa ya mba, khusus utk bubur menadonya, ga ketelan ama aku -__-. mungkin krn ngeliat sayurannya dimasak bareng ama bubur gitu ampe layu ya.. jd bikin ga tertarik… ngeliatnya jd mirip mknan bayi ku :D.. Pdhl kalo bubur2 lain aku suka…

    masalah selera sih memang

    Disukai oleh 1 orang

      winny widyawati responded:
      05/07/2015 pukul 3:28 am

      Saya juga dulu awalnya begitu mbak. Koq sayang sayur segar dicampur sama bubur. Tapi sekarang setelah tahu cara masaknya, dimana sayuran hijau dimasukkan di bagian terakhir (sekilas saja) saat bubur sudah benar-benar matang baru deh mulai suka mbak :-). Tapi bener, makanan apapun harus sesuai selera ya

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s