Wanita, Pemilik Cinta Tak Bertepi

Posted on

Sebuah repost dari catatan saya di facebook yang diposting tanggal 5 April 2012.

Ayo semangat wahai pemilik cinta tak bertepi !”

Kalimat ini adalah ucapan ustadz Hasanain Juaini yang saya baca pada kolom komentar menyemangati kaum ibu dalam sebuah grup di facebook.

Saya terdiam sejenak, betapa indah panggilan itu.

Benar !  Wanita, calon maupun yang telah menjadi Ibu, disadari ataupun tidak adalah pemilik cinta tak bertepi.

Kepada mereka Allah rancang jiwa dan raga yang kemudian DIA sempurnakan dengan meletakkan ‘Rahim’ didalamnya sebagai tempat terbentuk dan tumbuhnya bakal kehidupan manusia yang baru.

Betapa Allah telah memberikan kehormatan besar kepada kaum yang sering dianggap kaum yang lemah ini. Sifat-sifat kelembutan, kasih sayang yang menyertainya telah dirancang Tuhan agar mereka siap melaksanakan perannya di dunia yang tidak bisa tidak akan diterimanya jua pada saat mereka telah menikah, yakni sebagai Ibu.

Pada saat peran sebagai Ibu telah dimulai, maka ia bermakna tugas yang tiada akhir, tugas yang tidak mengenal arti pensiun. Tugas yang dilaksanakan bukan hanya 24 jam dalam sehari semalam, melainkan tugas seumur hidup.

Seorang Ibu, akan menyertai anak-anaknya bukan saja pada saat mereka masih bayi dan balita. Selama hayatnya ia akan tetap ada untuk mereka walau bagaimanapun keadaan anaknya dan dimanapun mereka berada. Jika jauh, do’a Ibu akan tetap berkelindan menguasai jagat kehidupan putra putrinya. Maka apa yang akan dikata jika Ibu ada dalam dekat jangkauan ?

Karena kesadaran akan kedudukan yang Allah berikan ini adalah amanahNYA, maka sudah menjadi suatu kewajiban bangsa ini untuk mempersiapkan dan memproses kaum wanitanya dalam pendidikan terbaiknya agar dapat melahirkan calon-calon Ibu yang berkualitas tinggi.

Pendidikan. Kata ini menjadi hal penting yang membutuhkan seluruh karunia Allah tercurah didalamnya.

Bangsa ini, memerlukan suri tauladan. Berapa banyak buku-buku beredar di pasaran, berapa banyak sekolah-sekolah bermunculan di seluruh penjuru negeri, namun jika sepi dari suri tauladan yang baik dari pribadi-pribadi yang ada di dekat anak-anak bangsa ini, maka seluruh gagasan yang dilimpahkan buku-buku dan seolah-sekolah itu hanya akan menjadi teori semata.

Anak-anak kita hanya akan menjadi anak-anak yang penuh otaknya dengan ilmu pengetahuan, tetapi gersang jiwanya dari kesejukan memandang dan mengenang kemuliaan pribadi ayahnya, ibunya, guru-gurunya, tetangganya, pemimpin-pemimpinnya, teman-temannya.

Pendidikan melalui suri tauladan serta sarana dan prasarana yang mengiringinya adalah hal mendesak yang harus dirancang dengan sungguh-sungguh demi mencetak generasi yang unggul, khususnya kaum wanitanya.

Itu sebabnya betapa bersemangatnya saya, mengetahui bahwa gelombang pergerakan menuju pendidikan yang baik ini sudah lama bergulir.

Kita, kaum wanita kesayangan Allah ini harus bersiap-siap menjemputnya dengan suka cita. Ada masa depan yang cerah untuk anak-anak kita mendapatkan zaman yang lebih baik dari zaman kita sekarang. Zaman yang lebih menawarkan keselamatan dunia dan akhirat.

Saya bermimpi akan ada “Habibie-Habibie baru” di negeri ini yang lahir dari wanita-wanita hebat kita.

Akan ada para engineer-engineer yang dikagumi dunia dari negri ini,

Akan ada jutaan inventor-inventor (penemu-penemu) dari negeri ini di segala bidangnya,

Akan ada bankir-bankir dan pengusaha-pengusaha kaya yang bersahabat dan dekat dengan kaum dhu’afa dan anak-anak yatim di negeri ini,

Akan ada konglomerat-konglomerat yang membesarkan sedekah dan membuka lapangan kerja yang luas untuk bangsa ini,

Akan ada wakil-wakil rakyat yang amanah, jujur dan adil di negeri ini,

Akan ada pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mengeluarkan dan membebaskan  bangsa ini dari penjajahan kedaulatan ekonomi dan politik bangsa lain, serta menjadikan bangsa ini bangsa yang mandiri , yang baldatun thoyibatun wa Rabbun ghafuur.

Semuanya lahir dari rahim dan asuhan wanita-wanita mulia bangsa ini.

Indah impian harus disertai kuatnya perjuangan dan luas kesabaran.

Maka tunggu apalagi ? tugas-tugas besar telah mendahului kita, menunggu kita yang masih berlambat-lambat ini. Bersemangatlah kaumku, bersemangatlah wahai para pemilik cinta tak bertepi.

Iklan

One thought on “Wanita, Pemilik Cinta Tak Bertepi

    adhyasahib said:
    27/06/2015 pukul 3:25 am

    semangat! walaupun belum jadi ibu sih 😀

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s