Tips Mengolah Sampah Rumahan Ala Winny

Posted on Updated on

Seperti halnya badan dan hati kita, akan selalu dalam keadaan sehat jika ia dibiarkan dalam keadaan murni dan bersih. Badan misalnya, akan jauh dari penyakit jika diberi asupan yang cukup nutrisi dan tidak mengkonsumsi makanan minuman yang mengandung racun bagi tubuh. Dan juga hati, semua bahasa di dunia selalu menyandingkan istilah hati yang baik itu dengan kebeningan ataupun kesucian.  Intinya, untuk membuat segala sesuatu menjadi nyaman, kita perlu rajin alias secara rutin membersihkan dan atau merapikannya.

Tanpa sengaja, saya atau mungkin teman-teman juga sudah bersikap demikian selama ini, termasuk dalam memperlakukan apa saja, seperti gadget misalnya. Kita rutin membersihkan sampah-sampah digital dari memory tools supaya gadget kita bisa tetap optimal saat beroperasi.

Nah, tentang ini saya mempraktekannya untuk urusan rumah juga. Menjadikan “sweeping” barang-barang yang tak terpakai lagi di rumah sebagai “terapi” untuk membuat rumah menjadi lebih “sehat” dan nyaman. Barang-barang tak terpakai yang terus dipertahankan kebanyakan karena alasan sentimentil akhirnya akan menumpuk dan tanpa disadari membuat space di dalam rumah yang seharusnya bisa berguna untuk hal lain menjadi terbatasi.

Tapi pengertian “sweeping” di sini tidak selalu dengan cara membuang barang-barang tak terpakai itu begitu saja ke tempat sampah akhir di rumah kita, tapi bisa dengan cara mengalih fungsikannya atau mendaur ulangnya hingga berubah bentuk dan guna ke dalam bentuk yang lain.

SAMPAH RUMAH TANGGA

Sampah Non Organik

Kegiatan bersih-bersih limbah rumah tak terpakai ini acapkali membuat saya surprised sendiri, misalnya tiba-tiba merasa rumah jadi membesar, hanya dengan menyingkirkan sedus besar berisi tumpukan plastik kresek bekas belanja di supermarket ataupun warung. Kebiasaan merasa sayang untuk membuang begitu saja kresek bekas belanja karena terfikir berguna untuk menjadi tempat sampah sementara saat cuci piring itu ternyata lama-lama membuat tumpukan kresek itu semakin menguasai ruang penyimpanan.

Kalau sudah begitu, alangkah baiknya kalau plastik-plastik itu dialih tangankan saja kalau merasa sayang untuk membuangnya (ditambah lagi sampah plastik adalah sampah yang sulit terurai di alam) misalnya diberikan ke pedagang sayuran atau buah-buahan yang sering mangkal di sekitar perumahan kita. Hal itu selain mengurangi sampah di rumah kita juga membantu mereka para pedagang kecil untuk menghemat dana pembelian plastik pembungkus dagangan mereka karena sedekah plastik kita. Saya sendiri biasa memberikan kelebihan plastik kresek itu ke bakul jamu yang sehari-hari buka lapak di dekat rumah. Meski hanya tumpukan plastik kresek, ucapan terima kasihnya banyaaak sekali seperti habis dikasi hadiah ulang tahun hehehe.

Jika sampah-sampah itu berupa kertas, misalnya di rumah saya sering menerima sampah kertas bekas ulangan para mahasiswanya suamiku atau koran-koran, maka saya mengumpulkannya dan memberikannya ke pedagang sayuran. Kan lumayan tuh untuk sekedar  pembungkus cabe, tomat ataupun rempah-rempah. Untuk koran-koran biasanya saya sisakan sebagian untuk keperluan kebersihan rumah misalnya jika ada air menggenang bisa menggunakan bentangan korang untuk menyerapnya atau  melap permukaan kayu dan kaca setelah dibersihkan lap basah sebelumnya.

Adapun kardus-kardus bekas pembungkus alat rumah tangga punya banyak manfaat. Selain bisa digunakan saat anak-anak mendapat tugas keterampilan di sekolah yang sering meminta menyediakan bahan dari kardus juga bisa untuk dijadikan alat kebersihan rumah tangga, misalnya di rumah saya kalau keset kaki sedang basah semua karena sedang dicuci dan dijemur maka kardus bekas bisa menggantikan fungsinya karena kardus sangat cepat menyerap air sehingga saat kita atau anak-anak keluar masuk toilet atau kamar mandi permukaan lantai di luarnya bisa tetap dalam keadaan kering.

Handuk yang sudah berlubang karena kainnya yang semakin menipis seiring lama dan seringnya digunakan juga jangan begitu saja disingkirkan, ia bisa dipakai untuk keset kaki di depan toilet, kamar mandi ataupun ruang cuci baik cuci piring maupun cuci pakaian.  Menggunakan handuk bekas di bawah telapak kaki kita membuat kaki kita tidak lembab dan lantai tetap bersih. Pada sebagian rumah, handuk bekas juga bisa berguna untuk menjadi kain/lap pel atau lap meja/jendela kaca.

Sampah Organik

Sampah organik adalah sampah yang biasa digolongkan pada limbah rumah tangga yang berasal dari segala sesuatu yang dikonsumsi manusia seperti makanan dan minuman. Biasanya sampah organik ini berupa sisa-sisa makanan atau sayuran/buah-buahan yang dibuang pada saat memasak. Untuk jenis-jenis makanan di atas sayapun membuangnya dengan cara biasa, yaitu memisahkannya dari sampah an organik lalu membuangnya di tempat sampah khusus.

Tapi ada beberapa hal khusus yang saya memperlakukannya dengan cara ala saya sendiri atau secara tak sadar sebenarnya ini mungkin dilakukan juga oleh orang lain termasuk mungkin anda sendiri para pembaca. Misalnya seperti :

Kulit/ Cangkang Kwaci

Jujur, saya dan akhirnya menular ke keluarga adalah termasuk fans setia kudapan mungil nan imut-imut ini. Sejak kecil, sejak kwaci dalam bentuknya yang hitam legam dan sangat sangat asin itu membuat bibir terasa lebih sexy tebal itu hingga sekarang menemukan bentuk dan rasanya yang proporsinal menurutku saya tetap menyukainya.

Dulu, saya kerap diomeli karena sampah kwaci sangat mengganggu, selain nampak sangat berantakan walaupun sudah dibuang ke dalam wadah setiap kali mengupas kulitnya tetap saja sampah kulit kwaci itu mudah tersebar. Lama-lama terfikir bahwa kulit kwaci disebabkan kealamiannya saya fikir pasti bisa digunakan untuk keperluan hobi saya yang lain yaitu bercocok tanam. Oleh sebab itu saya berinisiatif untuk mengumpulkannya ke dalam sebuah karung yang lalu saya simpan di gudang. Jika karung itu sudah penuh oleh kulit kwaci, saya lalu menggunakan kulit kwaci itu sebagai media tanaman yang fungsinya serupa dengan tanah untuk tumbuhan. Dan alhamdulillah, ternyata percobaan saya  untuk menjadikan kulit kwaci sebagai media tanaman itu tak sia-sia, tanaman-tanaman saya bahkan tumbuh lebih subur karena secara rutin ternutrisi dari kandungan dalam kulit kwaci serta mendapat cukup udara pada akar-akarnya karena tekstur kulit kwaci pada saat terkumpul serupa tanah yang gembur .

 

Teh Basi

Meskipun bukan penggemar berat minuman teh, tapi saya selalu menyediakan teh celup di dalam lemari dapur saya untuk keperluan sewaktu-waktu kangen minum teh manis atau teh tawar hangat. Teh celup bekas yang dibiarkan semalam ternyata punya manfaat yang cukup terkenal seperti mengurangi efek kantung mata yang tebal karena kurang tidur. Tapi, saya sendiri lebih sering menggunakannya seperti perlakuan saya pada kulit kwaci di atas yaitu sebagai media tanaman. Meski belum ada penelitian soal ini, tapi saya melihat pertumbuhan tanaman saya menjadi lebih baik dengan penggunaan teh basi ini.

Kulit Buah-Buahan

Setiap hari kita makan buah-buahan bukan ? Nah, untuk buah-buahan tertentu jangan dibuang dulu kulitnya sesudah mengupasnya. Di rumah, saya menggunakan lapisan bawah kulit pepaya, kulit semangka, atau buah naga yang merupakan bagian buahnya yang lembut namun ikut teriris saat mengupas kulitnya berguna untuk melembabkan kulit wajah.

Bagaimana caranya ? Sesudah mencucinya dan memastikannya cukup bersih, usap-usapkan dengan lembut di permukaan wajah lalu membiarkannya sekitar 5 – 10 menit hingga mengering, lalu bilas wajah dengan air hangat ataupun dingin sampai bersih. Kalau hal ini dilakukan secara rutin, percaya deh kulit wajah jadi terasa lebih halus dan kenyal.

Selain kulit buah-buahan di atas kulit jeruk lemon atau jeruk nipis juga punya manfaat yang bagus setelah diambil air perasannya. Biasanya, setelah memeras jeruk lemon atau jeruk nipis saya tidak langsung membuang kulitnya tapi saya usap-usapkan bagian dalam kulitnya ke permukaan kulit tangan atau kaki kita, ini berkhasiat untuk melembutkan dan mencerahkan kulit tangan dan atau kaki kita. Terkadang, air perasan kedua jenis jeruk ini baik juga untuk diaplikasikan ke kulit wajah sebagai tonic untuk menutrisi dan menyegarkan. Tapi hati-hati, karena jika wajah kita sedang ada luka baik itu karena bekas jerawat atau bekas garukan kuku tangan, aplikasi air jeruk akan menimbulkan rasa perih yang cukup menggigit di kulit.

Kulit Telur

Tentang ini saya pernah membahasnya di beberapa postingan saya di beberapa blog. Jadi, saya biasa tidak membuang kulit telur yang isinya saya sudah pakai untuk keperluan memasak untuk dijadikan bahan handy craft.

Karena sebelum dimasak saya sudah mencucinya terlebih dahulu, saya sering hanya langsung mengumpulkan kulit-kulit telur itu ke dalam sebuah wadah dan memasukkannya ke dalam kulkas. Kenapa dimasukkan ke dalam kulkas ? Karena kulit telur yang telah disimpan dalam ruangan yang bersuhu dingin (minimal satu malam) maka tekstur kulitnya akan lebih keras dan kuat untuk digunakan.

Kulit telur yang telah disimpan semalam di dalam kulkas biasanya akan saya aplikasikan ke permukaan pot atau furniture dengan pola mozaik. Caranya cukup dengan mengoleskan lem putih (lem kayu) ke bagian dalam telur lalu bagian itu kita rekatkan / aplikasikan ke permukaan pot misalnya secara lembut saja dan menekannya sedikit agar menempel dan otomatis akan tmbul efek retakan yang indah di sana. Aplikasikan secara simultan dengan jarak yang teratur satu sama lain sesuai kepingannya nanti akan tercipta

Nah ternyata banyaaak sekali manfaat barang-barang yang ada di rumah kita itu ya. Yuk kita manfaatkan sebanyak-banyaknya, dengan begitu secara tidak langsung kita sudah meminimalisir keberadaan sampah di rumah dengan hasil yang tak terduga dan membanggakan bahkan yang selama ini saya rasakan, setiap kali mengeliminasi segala bekas di rumah itu ternyata menimbulkan rasa nyaman dan tenang. Asal banyak mencari informasi dan sedikit kreativitas saja kita bisa menghasilkan sesuatu yang hebat ya. Setuju ?

Ini pengalamanku, bagaimana dengan pengalamanmu ?

Iklan

12 thoughts on “Tips Mengolah Sampah Rumahan Ala Winny

    adhyasahib said:
    15/06/2015 pukul 9:14 pm

    postingannya bagus :-), biasanya memang tumpukan tas kresek di rmh hampir menggunung ya kalo gak pernah di pake, abisnya tiap belanja apapun pasti di ksh tas kresek, disini mana ada yg kayak bgtu, krn kalo belanja di sealayan mau pake tas kresek harus bayar jadilah selalu bawa tas belanja sendiri dari rumah jadi mengurangi penggunaan tas plastik.
    btw saya juga suka loh makan kuaci tapi males buka kulitnya tapi untungnya disini banyak banget yg jual kuaci yg udah di kupas kulitnya jadi lebih praktis 😀

    Disukai oleh 1 orang

      winny widyawati responded:
      15/06/2015 pukul 9:39 pm

      Nah malah bagus itu mbak Adhya, memang di negara2 maju sistem pengolahan sampahnya juga sudah bukan soal mengatasi lagi ya, tapi sudah antisipasif.

      Woow, kwaci udah dikupas ? beneran ada ya ? ahaha aku malah baru mimpiin beli dimanaaa kwaci udah dikupas.

      Suka

        adhyasahib said:
        15/06/2015 pukul 11:53 pm

        beneran loh ada, waktu liat ada yg jual kuaci yg udah di kupas langsung beli setengah kilo coba,ahahaha, biar gk usah repot kupas2 lagi kn ya, saya juga baru kiat pas tinggal disini ternyata ada ya kuaci yg udah di kupas 😀

        Suka

    buzzerbeezz said:
    16/06/2015 pukul 5:45 am

    Keren.. Bisa ya kepikiran mengolah sampah seperti itu..

    Suka

      winny widyawati responded:
      16/06/2015 pukul 5:54 am

      Hehe iya kalo dipikir-pikir ternyata bisa buat penghematan juga ya kalo bisa ngolah sampah secara efektif

      Disukai oleh 1 orang

    Pakde Cholik said:
    16/06/2015 pukul 5:46 am

    Kreasi seperti ini tentu sangat bermanfaat.
    Terima kasih tipsnya
    Salam sayang dari Jombang

    Suka

    anotherorion said:
    16/06/2015 pukul 10:36 am

    mbak winny aku masih inget jaman mbak winny posting kulit telur ditempelin di tembok itu 😀

    Suka

      winny widyawati responded:
      16/06/2015 pukul 10:55 am

      Wah iya di MP saya nulis juga tentang kulit telur itu ya

      Suka

    evrinasp said:
    16/06/2015 pukul 6:06 pm

    wah mantab mbak winny, saya mau nyontih yang kulit telur, bisa gitu ya, kreatif sekali

    Suka

    Nahdya said:
    21/06/2015 pukul 9:43 am

    Mba Winnyyy.. Bagus bgt ngasih sampah plastik ke tukang buah dan sampah kertas ke tukang sayur. 😀 Mba, kalo aku, dari dulu sampe sekarang aku misahin sampah kertas, plastik, kerdus, botol plastik, bungkus minuman dari bahan tetrapack, dll. Aku kategorikan mereka sebagai sampah yg bisa direcycle dan aku kumpulin untuk dikasih ke pemulung. Bisa dijual juga sih, tp aku biasanya sedekahkan. Ada juga yg aku kirim ke bank sampah dekat kantor. Di bank sampah sistem pengelolaan sampahnya sudah terpadu dan kita sebagai nasabah bank sampah bisa dapat keuntungan dengan harga yg standar, misalnya 1 kg kertas dihargai Rp.xxx. Ga perlu tawar menawar. Semua transaksi dicatat, dan ada buku tabungannya ^^. Uangnya bisa diambil/disimpan di bank sampah. Sampah bisa juga disedekahkan tanpa perlu jadi nasabah. Kelebihan Bank sampah salah satunya mengolah sampah bungkus makanan/bungkus detergen/botol plastik bekas minuman instan/dll menjadi kerajinan yg bisa dimanfaatkan dan kemudian dijual oleh ibu2 pengrajin untuk penghasilan mereka. Puas bgt ya kalau berhasil ngelola sampah.. Rasanya one of domestic missions accomplished! 😀

    Suka

      winny widyawati responded:
      22/06/2015 pukul 9:24 am

      Waaah mbak Nahdya lebih bagus lagi. Itu keren juga kantornya punya Bank Sampah, ngasih solusi buat orang banyak ya. Kereeen

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s