Kado Terindah Sesungguhnya

Posted on Updated on

banner_pungky

Ada banyak cara Tuhan mengaruniakan kebahagiaan, diantaranya adalah dengan mendekatkan orang-orang yang peduli dan senang memberikan perhatian.

Bersyukur saya diperkenan merasakan kehangatan kepedulian dan perhatian itu, yang kerap datang tak terduga, tanpa harus karena ada moment istimewa.

Seiring dengan aktivitas menulis saya yang semakin banyak, saya merasa kebutuhan akan perangkat menulis seperti note book / laptop dan pendukungnya (jaringan internet) semakin meningkat. Tetapi untuk memenuhinya seringkali saya tak bisa seketika mewujudkannya. Biasanya saya harus menabung lebih dulu beberapa waktu sampai saya sanggup membelinya.

Saya termasuk orang yang sungkan untuk meminta, baik dulu kepada orang tua, maupun setelah menikah kepada suami. Saya lebih nyaman menerima fasilitas apapun jika sang pemberi memang ingin memberikannya karena sedang dalam keadaan lapang ataupun senang tanpa diminta. Apa yang diberikan dengan kerelaan jauh lebih menenangkan hati.

Dulu, saat mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan, saya melakukannya dengan mesin tik tua milik Papa di saat teman-teman lain sudah menggunakan komputer. Saya tak berani meminta kepada orang tua uang untuk rental komputer di warnet apalagi dibelikan PC. Saya fikir, dengan skip biaya sewa atau beli komputer, orang tua saya tak akan terlalu berat menanggung ongkos terkait perkuliahan saya, terutama menjelang wisuda yang biasanya meminta biaya cukup banyak.

Sering senyum-senyum sendiri jika mengingat mesin tik Papa itu, yang jika ingin hasilnya bagus saya harus selalu mengatur posisi kertasnya secara manual agar setiap huruf yang tercetak di kertas semakin ke pinggir tak semakin miring hehehe. Ajaib rasanya jika dingat-ingat lagi sekarang, bagaimana tulisan skripsiku dengan jasa mesin tik tua Papa itu bisa menjadi jalan kelulusanku kemudian. Terbukti sudah kata-kata orang, “it isn’t abot the gun. It’s about the man behind“. 😀

Hal-hal semacam itu lalu terbawa setelah saya menikah. Apalagi saya bukan istri yang ikut menopang ekonomi keluarga dengan bekerja di luar rumah, saya malu merepotkan suami dengan permintaan-permintaan untuk keinginan pribadi. Itu sebabnya saya lebih memilih menabung dari menyisihkan uang rumah tangga dan hasil dari honor atau hadiah lomba menulis untuk keperluan sendiri.

Suatu hari beberapa tahun yang lalu, seorang sahabat bertanya, kenapa akhir-akhir itu saya jarang menulis lagi di media sosial dan blog. Dia memang salah satu sahabat yang sangat care dan apresiatif pada setiap tulisan atau pun gambar sketsa saya di dunia virtual. Walaupun kami bukan kawan lama, hanya bersahabat di dunia maya dan belum pernah  bersua muka, tapi dia selalu tahu up date karya tulis dan gambar saya.

Saya menjawab pertanyaannya seadanya, bahwa masalah saya mungkin karena semakin lemahnya jaringan internet yang disupport penyedia jaringan yang biasa saya gunakan di wilayah pemukiman saya yang berada di dataran tinggi. Apalagi saat hari berhujan, cuaca membuat hati saya semakin mendung berawan karena dipastikan sinyal semakin menghilang. Menyedihkan sekali harus terhenti dari kegiatan yang membuatmu sangat bersemangat bukan ? Padahal waktu itu saya sedang giat-giatnya mengumpulkan naskah untuk sebuah proyek buku yang digelar sebuah grup/komunitas blogger di media sosial.

Saya tak terlalu mengerti apa yang sahabatku bicarakan setelah tahu apa masalahnya. Yang kuingat, dia memberi saran padaku unuk mengganti internet providernya ke salah satu penyedia GSM. Alamak, itukan berarti harus mengganti modemnya juga, karena sebelumnya saya menggunakan provider berbasis CDMA dan membayangkan harga modem baru saat itu memang belum terfikirkan solusinya.

Tak dinyana, selintas jawaban saya untuk menjawab pertanyaan sahabat yang saya kira hanya basa-basi itu berbuah kejutan. Sebentuk modem mungil berwarna putih berikut perangkat penguat sinyal melalui jasa pengiriman kilat landing di rumah saya begitu manisnya. Saya terkesiap kala membaca siapa pengirimnya, ternyata ia yang lima hari sebelumnya menanyakan kabar tulisan-tulisan saya.

Saya mendengarkan saja suaranya di telepon sibuk memberi petunjuk ini itu agar modem bisa digunakan sempurna, dia tak tahu air mata saya berlinang mensyukuri kebaikan dan perhatiannya. Kebaikan yang diulurkan di saat saya sangat membutuhkannya dan tak tahu harus bagaimana cara membalasnya. Seakan saya diberi nyawa kedua untuk melanjutkan perjalanan tertunda.

Bisa jadi bagi sebagian orang sebuah modem internet tak bernilai besar, tapi hati manusia kerap tersentuh bukan karena jenis dan  harga sebuah barang. Hati kita yang lentur lembut acap tergetar disebab halusnya empati dan perhatian orang. Bagi saya pribadi, dari semua pemberian yang saya terima, kepedulian dan perhatian itulah kado terindah sesungguhnya yang tak ternilai harganya.

Sayang sekali, sudah sekian tahun lamanya saya kehilangan bahkan sekedar kabarnya. Karena sesuatu hal, kami harus berpisah, ditambah karena berganti-ganti gadget atau nomor pin membuat kami semakin sulit berkomunikasi. Tapi saya masih ingat kira-kira tutur katanya dulu :

Kamu punya banyak talenta Win, manfaatkan sebaik-baiknya ya. Jangan sampai bakatmu cuma disimpan terpendam. Dengan itu semua kamu tetap aktual dan bisa mandiri

Terharu saya mendengar supportnya. Dalam keheningan bathin saya tak putus berharap :

Semoga kamu baik-baik saja di manapun berada sahabatku. May Allah bless you. In deep of my heart we’re always together inside. Always #ConnectingHappiness.”

Kado dari sahabat
Kado dari sahabat

 Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Kado terindah Galaksi Pungky dan JNE 

Iklan

20 thoughts on “Kado Terindah Sesungguhnya

    edi padmono said:
    21/01/2015 pukul 8:04 am

    Mudah mudahan dengan kado itu teteh dapat terus berkarya dan mudah-mudahan sahabat yang memberikannya dapat menuai pahala di setiap karya-karya teteh.

    Suka

      winny widyawati responded:
      21/01/2015 pukul 8:17 am

      Aamiin yra. Saya memang pernah janji sama dia akan terus menulis untuk kebaikan. Semoga jika ia bernilai ibadah, Allah curahkan juga pahala untuknya.
      Terima kasih mas Edi.

      Suka

    jampang said:
    21/01/2015 pukul 8:34 am

    mudah2an benda kecil itu memberikan manfaat yang besar. aamiin

    Suka

    selseya said:
    21/01/2015 pukul 9:01 am

    Semoga pemberian benda itu,mbak jd bisa menyalurkan bakat2 mbak..
    Semangaat !! 😀 hehhe

    Suka

    Pakde Cholik said:
    21/01/2015 pukul 10:40 am

    Model memang alutsista seorang blogger ya
    Keep blogging
    Kapan nulis bukunya?
    Salam hangat dari Surabaya

    Suka

    belalang cerewet said:
    21/01/2015 pukul 11:17 am

    Senangnya bila yang kita butuhkan terwujud dan itu tanpa biaya ya Mbak. semoga sahabat itu diberi imbalan yg banyak dari Allah. aaamiiin. Terus menulis Mbak!

    Suka

      winny widyawati responded:
      21/01/2015 pukul 4:14 pm

      Oya mas itu hadiah cuma2. Aamiin, semoga doa mas Rudi yg baik dimabilkan Allah untuk beliau.

      Suka

    Ani Rostiani said:
    21/01/2015 pukul 1:22 pm

    perhatian memang lebih dari sekedar kado ya, neng win.
    Lama gak ke sini, ternyata rumahnya baru yaa
    warnanya adem, saya suka

    Suka

      winny widyawati responded:
      21/01/2015 pukul 4:18 pm

      Masa’ si teh adem ? Alhamdulillah. Saya sendiri malah belum liat utuh karena kemaren2 otak-atik warnanya pake HP. Sepertinya kita sama2 penggemar warna hijau / tosca ya teh ??? ^_^

      Suka

    susanti dewi said:
    21/01/2015 pukul 2:14 pm

    siapa yang tak trenyuh dengan kebaikan hati seorg teman seperti itu ya mba Winny…

    Suka

      winny widyawati responded:
      21/01/2015 pukul 4:20 pm

      Betul mbak Dewi, sahabat yg sangat baik dan perhatian 🙂

      Suka

    angkisland said:
    22/01/2015 pukul 5:12 pm

    wah merinding saya bacanya mbak kereenn kece badai sukses terus ya mbak win uuhhb salut sama kehidupannya mbak winnn mantap…. “it isn’t abot the gun. It’s about the man behind“ suka kata” ini mbak… salam kenal ya mbak….

    Suka

    Nefertite Fatriyanti said:
    23/01/2015 pukul 7:57 pm

    alhamdulillah, punya sahabat yang begitu mengerti ya mba Win, bendanya mungkin sederhana, namun menjadi pengikat yang kuat bagi persahabatan

    Suka

    pungky said:
    29/01/2015 pukul 2:24 pm

    Hai Mak…

    Makasih banget yaa sudah ikutan Giveaway Kado Terindah. Semoga menang! 😀

    Salam,
    Pungky

    Suka

    bakti putra said:
    24/03/2015 pukul 8:08 pm

    mampirrrr…. tambah2 temen 😀

    kunjungi blog kami juga yaahh
    aneka souvenir kerajinan indonesia

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s