Bukan Cinta yang Hilang

Posted on Updated on

Jikapun waktu masih berjalan seperti biasa, hari-hari di hadapan tak akan lagi sama. Setidaknya, diri yang menua sudah mengecap pengalaman lebih purna, meski pemahaman apalagi kebijaksanaan bisa jadi masih semengenaskan sebelumnya.

Jadi, membuka sejenak lembaran lama, menelisik kembali catatan-catatan lawas, atau sekedar mengenang peristiwa-peristiwa usang, sama serunya dengan berpetualang di zona resolusi dan bercita-cita. Sama mengejutkan, karena banyak hikmah yang kemudian didapatkan.

Sejak Om Nh menggelar perhelatan GA, saya sangat antusias mencermati lagi jurnal-jurnal pribadi. Dan tak sulit menemukan artikelku paling berkesan, karena ia ditulis disaat persahabatan di ruang interaksi maya maupun nyata negeri ini terasa menghilang akhir-akhir ini.

Adalah “Bunga-bunga Silaturahmi” jurnal yang saya tulis sepenuh hati di medio bulan September 2014 lalu, karena menuliskannya telah mengingatkan saya pada hal berharga yang pantas untuk disyukuri, dan menyadarkan saya bahwa  hidup kita bisa jadi tak berwarna tanpanya.

Mencatat hal-hal yang menyenangkan bersama keluarga dan sahabat selalu menjadi moment spesial tersendiri. Khususnya bagi saya yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan domestik keluarga dan hiburanku utama hanyalah membaca dan membaca, sementara yang dibaca sekarang kerap kurang menghibur juga. Jadilah menulis tentang mereka pelariannya. Katanya, menulis tentang yang dicinta, terapi bagi jiwa.

Bagaimana tak menjadi pelipur jiwa, mengenang sahabat-sahabat hati dan mentera wajah mereka dalam ruang aksara seperti ini mengingatkan saya pada pengalaman-pengalaman dahsyat yang membuat saya terpacu dan ingin melompat pada pengalaman yang lebih hebat.

Tapi, persahabatan tak selamanya semanis gula, kadang sesekali meletup konflik yang menggoyahkan kepercayaan bahkan kasih sayang. Meski begitu, darinya kita tahu bahwa persahabatan bukanlah rumah kaca yang tak bisa retak. Ia perlu dijaga dengan paling tidak sedikit baik sangka dan silaturahmi tanpa secuilpun keinginan untuk memutusnya.

Dalam jurnal saya yang lalu, tak ada cerita tentang hubungan yang sejenak pernah beku. Tak ada kesalah fahaman yang sempat dikisahkan. Padahal tak ada hubungan yang selalu mulus saja bukan ?Tapi saya tak suka menuturkan kesilapan pertemanan. Tanpa harus dijelaskan semua tentu faham, bahwa setiap jalinan tak terlepas dari ujian.

Ya, dan di sepanjang ikatan pertemanan, sayapun alami pasang surut perasaan. Kadang sedih, tapi lebih banyak menggembirakan. Sekali-kali kecewa, tapi lebih sering menyenangkan. Terlebih setelah saya bergabung dengan komunitas kepenulisan, semakin luas pergaulan, semakin banyak kawan, semakin besar pula tantangan namun besar pula nilai tambah yang didapatkan.

Tak habis-habis rasanya kebahagiaan saya. Begitu banyak berkah yang saya terima dari simpul-simpul pertemanan ini. Tak hanya kreasi dan prestasi, bahkan saya acap dihampiri rejeki karena jalinan ini. Ya, saya setuju dengan quote ini :“Sahabat yang baik bukan hanya yang selalu membuatmu senang, tapi juga membuatmu berkembang”

Tak masalah saat kekurangan kita atau mereka berkali-kali menghantam keakraban. Asalkan kita tak pernah melupakan, bukan karena cinta telah hilang, bisa jadi hanya karena kurangnya persahabatan.

Bahwa setiap manusia tak sempurna itu mesti begitulah kenyataannya, tapi seorang sahabat adalah lebih berharga dari sebesar apapun persoalanmu dengannya.

IMG-20141108-WA0001

Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer”logo1

Iklan

4 thoughts on “Bukan Cinta yang Hilang

    rodamemn said:
    22/12/2014 pukul 6:07 pm

    bener mak, silaturahim itu bermakna sekali ya mak, bahagia bisa mengenal mak Winny, peluuuk

    Suka

      winny widyawati responded:
      01/01/2015 pukul 5:04 pm

      Waah maaf baru sempat nengok blog lagi ni mak. Betul, terasa sekali silaturahmi buat hidup kita jadi lebih berarti ya. Dan aku pun bahagia bisa mengenalmu mak. Terima kasih ya sdh mau jadi sahabatku. *peluuuk.

      Suka

    cputriarty said:
    23/12/2014 pukul 9:03 am

    setuju banget mak jika arti seorang sahabat adalah tiada ternilai harganya 🙂 slm sukses untuk kontes GA-nya 🙂

    Suka

    winny widyawati responded:
    01/01/2015 pukul 5:06 pm

    Terima kasih do’anya sahabatku mak Cputriarti ^_^

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s