Yang Terbaik, Yang Terindah

Posted on Updated on

Zahra namanya, bunga pertama yang disuntingkan Tuhan ke dalam rumah terindah kami bernama cinta. Si sulung yang melengkapi kebahagiaanku sejak mula, sekaligus “sekolah” pertamaku sebagai seorang ibu.

Masihkah ingat nak, ceritaku tentang betapa kutelah jatuh hati padamu bahkan sejak ku belum mengenalmu ?. Di hari kutemukan dan simpan sebuah nama teramat indah tuk disematkan suatu hari kelak kepadamu  ?

Ah ya, umi lupa. Sepertinya cerita itu sudah dikisahkan berulang kali. Namun kau selalu terkesima. Entah karena cerita itu membahagiakanmu ataukah karena kasihan saja pada yang semangat bercerita hehehe.

Terima kasih untuk selalu menyalakan binar di mata dan memasang senyuman lebar itu ya. Senang rasanya bisa menyampaikan ‘mimpi yang menjadi nyata’. ^_^.

Tapi, bagiku masa terlalu cepat berlalu. Tiba-tiba putri dalam buaian telah gegas melaju. Betapa lemahku mengejar waktu. Padahal belum kuselesaikan sesali banyak kekuranganku.

Teteh Zahra manisku …

Entah kehadiran adik-adikmu, atau jauhnya kita dari abi membuatmu lebih cepat dewasa dan mandiri. Banyak saat kesulitanku membuatku rasa mengabaikanmu. Betapa kesedihan itu, adalah tak selalu bisa temanimu setiap waktu. Menjadi ibu sepanjang waktu seakan tak cukup membahagiakanmu. Kau bahkan kebahagiaan itu untukku.

Tertahan di rumah menunggumu pulang dari sekolah saat hari hujan adalah siksaan bagi hatiku. Di kelas satu SDmu kau hanya berteman tukang becak menembus deras air dan petir untuk mencapaiku. Tapi dalam lelah usai belajarmu, dirimu selalu ceria mendapati adik-adik mungilmu. Tawa dan pekik candamu lalu menjadi pelipurku.

Di usia teramat dinimu kau jelma bidadari kecil penolongku ringankan bebanku.

Selalu lekat dalam kenanganku, saat dalam suara kanak-kanak nan lucumu acapkali terbitkan haru pabila kuterbaring di ranjang kayu.

Umi sakit ? Teteh ambilin obatnya ya ?”

Menitis air mata menerima obat dari jari mungilmu. Sebagai ibu ku bahkan belum tunaikan segenap tugasku, tetapi kekasih mungilku telah membalasnya dengan sepenuh ridhaku.

Sungguh, memelukmu dalam dadaku adalah syurga bagiku.

Jangan lekas besar sayang”

Sering kukhilaf ucapkan itu padamu dalam dekapku. Kuhanya ingin kesempatan tak lekas pergi, sedang ku masih seterbatas ini.

Namun melalui waktu bersamamu nyatanya tetaplah indah.

Kau selalu membuatku tergelak saat kisahkan kekonyolan teman. Kau juga sanggup membuatku terpana mendengar leluconmu dan terbahak-bahaknya kawan. Aah sayang, lucunya kamu.

Terkadang kamu begitu dewasa diantara saudara. Terkadang pula merajuk manja pabila cemburu pada mereka. Tapi kutahu, dirimulah yang paling berlapang dada, mengalah demi tak membuat kusut hati ibunya.

Tapi, apakah itu yang berenang-renang di palung mata ? Adakah bunga tengah bersembunyi didalam jiwa ? Jika kugoda, tersipu-sipu senyumnya dan memekik manja ;

“Iiihh Umi apaan siih. Jangan bilang-bilang lhoo. Teteh maluuu…”

“Iyaaa Umi nggak bilang-bilang. Suer deh” janjiku sekaligus desak penasaranku

Mmm dan sebagian percakapan kita sekarang ada di blog ini sayang, hihi maaf ya. ^_^

Tapi Umi suka bisik-bisik suaramu kala mengupas rahasia hatimu. Umi suka menerka-nerka serupa siapakah penawan hati gadis remajaku. Umi suka caramu mempercayaiku.

Teteh Zahra sayang, tak mengapa sesuatu yang terlanjur hadir di hatimu. Namun tetaplah menjaganya agar tak sampai berkuasa. Kamu indah jika hasrat tak hilangkan keanggunan dan biarkan rasa malu tumbuh rimbun melindungi pribadimu. Itulah kehormatan”.

Masih panjaaang waktu  yang ingin umi habiskan bersamamu nak. Masih banyak yang ingin umi berikan meski dalam keterbatasan.

Tapi kalaupun umurku tak sampai, jikalau tiada lagi kesempatan, tolong ingat apa yang umi sampaikan ;

Umi selalu menyayangimu sampai kapanpun. Dan yang tak putus-putus Umi do’akan : Semoga hanya yang benar, yang terbaik dan yang terindah untukmu dari Tuhan. Aamiin

I love you Teteh Zahra … ❤

  In my daughter’s eyes,

I am a hero,
I am strong and wise,
And I know no fear,
But the truth is plain to see,
She was sent to rescue me,
I see who I want to be,
In my daughter’s eyes

In my daughter’s eyes,
Everyone is equal,
Darkness turns to light,
And the world is at peace,
This miracle God gave to me,
Gives me strength when I am weak,
I find reason to believe,
In my daughter’s eyes

And when she wraps her hand around my finger,
How it puts a smile in my heart,
Everything becomes a little clearer,
I realize what life is all about,
It’s hanging on when your heart is had enough,
It’s giving more when you feel like giving up,
I’ve seen the light,
It’s in my daughter’s eyes

In my daughter’s eyes,
I can see the future,
A reflection of who I am and what will be,
And though she’ll grow and someday leave,
Maybe raise a family,
When i’m gone I hope you see,
How happy she made me,
For i’ll be there,
In my daughter’s eyes

(Martina Mc Bride)

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Every Mom has a story #StopMomWar

Bersama Zahraku
Iklan

13 thoughts on “Yang Terbaik, Yang Terindah

    Rahmat_98 said:
    03/10/2014 pukul 6:42 am

    Ikut mengaminkan do’anya ya umi….

    Suka

    Susanti Dewi said:
    03/10/2014 pukul 8:08 am

    daku jadi terharu gini sih mak… 🙂
    semoga Zahra selalu bisa menjadi yang terbaik utk umi, abi dan adik2nya ya….
    pelcum utk Zahra 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      03/10/2014 pukul 8:12 pm

      Aamin ya Rabb. Terima kasih banyak do’a indahnya mbak Dewi sayang. Peluk cium jg bwt tnt Dewi ya :-*

      Suka

    bukanbocahbiasa said:
    03/10/2014 pukul 8:55 am

    Teteh Zahra kereeeen… Semoga selalu jadi anak shalihah dan qurrota a’yun ya mak…

    Suka

    E. Novia said:
    03/10/2014 pukul 11:31 am

    waktu berlalu cepat ya, Mak.

    perasaan, baru kemarin melahirkan Arfan, eh taunya sekarang Arfan dah mau 3 th dan udah bisa protes. Semoga qta bisa terus menemani anak2 hingga dewasa dan menjadikannya anak sholeh/sholehah. Aamiin

    Suka

      winny widyawati responded:
      03/10/2014 pukul 1:57 pm

      Mengaminkan doamu sepenuh hati. ya betul mak, nggak terasa anak2 udh besar2 ya:-)

      Suka

    Nefertite Fatriyanti said:
    05/10/2014 pukul 6:57 pm

    Blognya indah, tulisannya juga indah dan lembut, persis pemilik blog ini
    apa kabar mba? semoga sehat-sehat selalu

    Suka

    rinasusanti said:
    08/10/2014 pukul 2:39 am

    terima kasih sudah ikutan GA saya 🙂 salam untuk teteh Zahra 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/10/2014 pukul 12:39 pm

      Terima kasih mbak Rina. Insya Allah saya sampaikan. 🙂

      Suka

    Lupa Nama said:
    12/10/2014 pukul 3:50 pm

    amiiin *buat do’a mbak winny, 🙂
    semoga menang GA nya, , ,
    maaf ya mbak ga bisa komen panjang lebar hehe,
    salam kenal aja dehhh,

    Suka

      winny widyawati responded:
      12/10/2014 pukul 7:10 pm

      Aamiin juga buat do’anya Lupa Nama. Makasih ya 🙂

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s