Handap Asor

Posted on Updated on

Tiga Kebahagiaan

Sejak pindah dari rumah sebelumnya di Bandung ke rumah yang sekarang ditinggali di Bogor bulan Juni tahun 2008 lalu, ada tiga hal paling membahagiakan dan selalu saya syukuri hingga saat ini.

Pertama, sumber air yang meski dikelola oleh perusahaan negara tapi sumbernya didapat langsung dari mata air Ciburial yang berada dekat sekali dengan lokasi rumah yang berada di daerah perbukitan.  Tak hanya berlimpahan air bersih nan bening yang baik untuk dikonsumsi dan untuk keperluan hidup sehari-hari, tapi juga membuat suasana lingkungan lebih sejuk karena saya merasa berada di pedesaan disebabkan aliran sungai yang melintasi perumahan dan gemericik air yang mencurahi kolam-kolam warga.

Kedua, dekat ke Mesjid. Sebagai seseorang yang terlahir dari keluarga muslim, masa kecil saya tentu karib dengan tempat ibadah ini. Meski ibadah bisa dilakukan dimana saja, tapi ada hal-hal yang lebih utama dilakukan di mesjid termudahkan karenanya. Saya mencinta suasana magis nan menentramkan  yang menurut sudut pandang perasaan saya acapkali hadir dari arah masjid. Suasana religius yang mendebarkan selalu datang entah dari dengung suara anak-anak mengaji, dari lembut lantunan adzan, atau bisa jadi hanya dari sekedar melihat lalu lalang orang hendak bersembahyang.

Ketiga, tetangga-tetangga yang baik. Sejak pertama menjejak bumi perumahan Bukit Asri saya merasa telah disambut tak hanya oleh keasrian lingkungannya saja melainkan pula senyum penghuni-penghuninya. Penerimaan yang membuat saya dan keluarga langsung meyakini bahwa di tempat yang baru, kami akan baik-baik saja.

Senyum dan Sapaan Itu

Saya lupa sejak kapan saya mulai memperhatikan, yang pasti sampai sekarang ada sepasang suami istri tetangga yang sudah menawan hati saya dari sejak lama. Bukan hanya karena kesederhanaan hidupnya saja. Rumah mungil mereka yang dipeluk rimbun pepohonan dan bunga-bunga pot nan indah memang mencuri hati siapapun yang melintas, tapi senyum dan sapaan ramah salah satu atau mereka berdualah yang lebih memukau dan menegas.

Pak dan Ibu Kamin, begitulah saya dan semua tetangga memanggil beliau berdua. Selisih usia yang jauh berbeda tak menghalangi keduanya, terutama Pak Kamin (mungkin karena dengan Pak Kamin-lah saya lebih sering bertemu atau sekedar berpapasan dibanding dengan istrinya) untuk memperlakukan orang lain dengan sepenuh santun dan penghormatan.

Keramahan yang semanis madu dihadiahkan tak hanya kepada yang bersamaan usia atau para sesepuh saja, bahkan anak-anak seusia Rahmapun setiap hari menikmati sikap simpatiknya. Jika pagi hari saya mengantar Rahma si kelas satu SD ke sekolah, maka setiap pandangan si kecil ini menangkap sosok Pak Kamin dari jauh yang tengah berdiri di depan rumahnya atau di pinggir jalan, maka tanpa sungkan pastilah ia akan berseru senang :

“Kakeeekkk, aku sekolah dulu yaaa ….dadaaahhhh”

Dan Pak Kamin akan membalas sapaan Rahma dengan menganggukkan kepala, lambaian tangan yang  mengiringi senyum khasnya dan ucapan selamat belajar kepada bungsu mungilku ini. Rahma memang anak yang mudah akrab dengan siapapun, tapi memanggil orang tua dengan sebutan ‘Kakek’ tanpa diajarkan oleh siapapun adalah tanda keistimewaan kedudukan Pak Kamin di dalam hatinya.

Adalah orang tua dan almarhum mertua sayapun orang-orang yang pernah terkenang-kenang akan kebaikan Pak dan Ibu Kamin ini. Pabila lama tak saling bertemu selalulah salah satu diantara keduanya akan saling bertanya kabar. Entah Pak Kamin yang menanyakan kesehatan orang tua saya atau sebaliknya papa saya yang menanyakan kabar Pak Kamin.

Sebagai orang “berdarah parahyangan”, papa saya pernah memberi ungkapan tentang sifat Pak Kamin dan istri beliau itu sebagai orang-orang yang handap asor. Handap asor dalam peribahasa Sunda bermakna orang yang memiliki sifat yang lemah lembut, rendah hati, ramah, menghargai orang lain, dan bersopan santun.

Sifat luhur warisan leluhur dari tanah Pasundan yang kini seolah hanya tinggal bayangannya saja rupanya masih didekap banyak orang. Bahagianya jika kita dikelilingi orang-orang bertabiat indah ya.

Kebaikan sesungguhnya tak perlu ditelisik jauh hingga menembus dinding kediaman, cukuplah periksa dari keseharian, memandang senyum di bibir dan matanya. Biasanya, ketulusan akan tercermin dari arah sana. Demikianpun sebaliknya, tak sulit mencari kerusuhan hati. Sikap tak acuh, apalagi saling berprasangka buruk hingga saling mencela tentu tak akan menjadi pilihan menyenangkan bagi siapapun. Apalagi jika harus bersinggungan setiap hari di lingkungan pertemanan dan pergaulan kita. Sebab itu, sikap handap asor sangat penting untuk menjadi kekayaan sifat dan budaya masyarakat , agar bisa diwariskan kepada anak cucu kita generasi yang kelak juga akan mewarisi tanah airnya yang kaya dengan sumber daya.

Sebanyak apapun harta bendanya, sebesar apapun pemberiannya, lambat laun orang bisa melupa. Sebaliknya, kita akan selalu terkenang dan merindukan orang-orang yang pergi karena senyum dan keramahannya bukan ? 🙂

Ahh, semoga saja, kita semua dirahmati keindahan pribadi sebagaimana telah dikaruniakanNYA pada orang-orang yang telah memilikinya ya. Aamiin.

Pak Kamin dan Rahma serta Azzam

“Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati”

Iklan

34 thoughts on “Handap Asor

    triwahyunizuhri said:
    22/09/2014 pukul 5:47 am

    saya baru tahu arti handap asor abis baca tulisan ini 🙂 tulisannya bagus mak 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      22/09/2014 pukul 5:53 am

      Terima kasih mak Yuni, semoga nggak bingung kalo ada orang yang nyebut istilah handap asor ini ya hehe. 🙂

      Suka

    ade anita said:
    22/09/2014 pukul 6:59 am

    Oo handap asor itu artinya itu… Baru denger. Baca tulisan peserta sadar hati jadi nambah kosakata bahasa daerah nih dakuh. Asyik.

    Suka

      winny widyawati responded:
      22/09/2014 pukul 7:49 am

      Malah kadang-kadang aku baru tahu kosakata bahasa daerahku sendiri lewat lomba ini mbak hihi

      Suka

    Pakde Cholik said:
    22/09/2014 pukul 7:03 am

    Mirip istilah dalam bahasa Jawa, “Andap asor”, yang artinya juga sama.
    Sifat yang layak kita pakai di manapun kita berada ya Jeng.
    Orang yang sombong dan tinggi hati kurang disukai orang
    Semoga berjaya dalam lomba, bersama saya.
    Salam hangat dari Surabaya

    Suka

      winny widyawati responded:
      22/09/2014 pukul 7:57 am

      Iya Pakde tadi mbak Arin juga bilang dalam bahasa Jawa ada juga istilah dan makna yang sama tapi cuma beda di sedikit penulisannya aja ya. Kalau istilah sunda pake huruf H (Handap) untung bukan F ya hehehe. Makasih pakde

      Suka

    Indah Juli said:
    22/09/2014 pukul 8:29 am

    Rumah daku yang sekarang juga dekat ke masjid, dan mengusahakan tiap subuh, maghrib, dan isya sholat di masjid 🙂
    Pengen deh jadi orang yang ‘handap asor’ 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      22/09/2014 pukul 8:31 am

      Semoga suatu hari bisa sowan ke rumahmu ya mbak, pengen deh sholat di mesjid deket mak Indah Juli yang handap asor ^_^

      Suka

    Susanti Dewi said:
    22/09/2014 pukul 9:11 am

    betul teh, handap asor harus menjadi budaya bangsa kita ya…

    Suka

      winny widyawati responded:
      22/09/2014 pukul 9:14 am

      Handap asor sudah menjadi budaya bangsa kita ya mak, tinggal dilestarikan, jangan sampai kita kehilangan. Makasih ya mbak Santi 🙂

      Suka

    jampang said:
    22/09/2014 pukul 11:03 am

    sikap yang patut diteladani

    Suka

    Wongjowo Ningberlin said:
    22/09/2014 pukul 1:47 pm

    Sumuhun atuh da seueur anu hilap, Abah mah Jawa Kowek tapi tiasa Sund gaya nyak??? Damang Neng??

    Suka

      winny widyawati responded:
      22/09/2014 pukul 1:57 pm

      Hahaha Abah mah aya2 wae. Abah apa kabar ? Alhamdulillah winny sae bah.

      Suka

    E. Novia said:
    22/09/2014 pukul 4:32 pm

    sukses GAnya, Mak 🙂

    Suka

    Orin said:
    22/09/2014 pukul 5:11 pm

    semoga kita jg termasuk orang yg handap asor ya Mak. Gudlak GAnya 🙂

    Suka

    Ninik Setyarini said:
    22/09/2014 pukul 7:03 pm

    hampir sama dengan bahasa jawa mbak… kalau bahasa jawa ‘andhap asor’ kurang lebih artinya juga sama…

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/09/2014 pukul 7:38 am

      Iya betul mbak, banyak kesamaan bahasa Jawa dan Sunda ya 🙂

      Suka

    enkoos said:
    23/09/2014 pukul 8:53 am

    Winny apa kabar?
    Mirip bahasa Jawa ya. Andhap asor, yang artinya juga sama.

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/09/2014 pukul 8:54 am

      Hai mbak iya banyak yang bilang begitu, aku baru tahu juga kalo orang Jawa punya peribahasa yg sama dgn handap asornya org sunda

      Suka

        enkoos said:
        23/09/2014 pukul 9:30 am

        Bahasa Jawa dan bahasa Sunda banyak miripnya.

        Suka

    may said:
    23/09/2014 pukul 1:05 pm

    Oh ada ya istilah itu…jadi pengen kayak Pak Karmin…

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/09/2014 pukul 4:28 pm

      Pastilah kamu jg orang yg baik seperti beliau May 🙂

      Suka

    […] Winny Widyawati, Handap Asor […]

    Disukai oleh 1 orang

    dey said:
    23/09/2014 pukul 5:54 pm

    Teh winy juga orang yg handap asor … 🙂

    Sukses GA-na teh ..

    Suka

    Nefertite Fatriyanti said:
    23/09/2014 pukul 7:28 pm

    tulisannya keren mba, halus banget bahasanya, tertata rapi, persis seperti penulisnya, lembut, dan rapi

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/09/2014 pukul 9:43 pm

      Alhamdulillah, mbak Yanti pandai memuji. Terimakasih mbak. Tulisan mnak Yanti juga pasti keren. Ditunggu ya 🙂

      Suka

    diahdwiarti said:
    24/09/2014 pukul 10:08 pm

    “Rumah mungilmereka yang dipeluk rimbun pepohonan dan bunga-bunga pot nan indah…” sukaaa deh mak dg bahasa mak.

    Suka

    Adi Pradana said:
    25/09/2014 pukul 12:26 pm

    Amin ya rabbal alamin…

    Disukai oleh 1 orang

    Inna Riana said:
    27/09/2014 pukul 11:12 pm

    Seneng ya Mak, punya tetangga yg baik.
    Moga sukses buat GA-nya yaa ^_^

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s