Maafkan dan Jangan Mengungkitnya

Posted on Updated on

“Forgive but not forget”.

Sebuah quote yang entah siapa penggagasnya. Sangat bijaksana, bermakna bahwa saat kita tersakiti tak ada pembebas yang akan melepas semua belenggu jiwa kita melainkan hanya dengan memaafkan. Tapi, memaafkan tak berarti melupakannya, karena kita perlu belajar supaya kejadian “tak enak” yang sama, tak terulang lagi dikemudian masa.

Tapi, saya melihat perspektif lain tentang ini, itu sebabnya saya menulis sebuah status dua tahun yang lalu edisi 20 Juni 2012  seperti ini :

 “Dalam memperbaiki hubungan, ada hal-hal yang tak harus kita katakan betapapun penting  ataupun menyakitkan.

0fb1

Beberapa hikmah tentang ini bisa kita petik apabila kita memperhatikan kisah Nabi Yusuf as. Teman-teman muslim  tentu ingat sosok Nabi yang dikenal karena kebijaksanaan dan ketampanannya ini bukan ?

Beliau pernah mengalami masa-masa yang menyakitkan di masa kecilnya, yang ditimpakan oleh orang-orang yang dahulu sangat dipercaya dan disayanginya, ialah kakak-kakaknya sendiri, yang membuatkannya jurang teramat lebar, terpisah bermil-mil selama berpuluh-puluh tahun dari ayah yang dicintainya Ya’qub as.

Peristiwa menyakitkan kedua adalah saat beliau mendapatkan fitnah yang menyebabkan sang Nabi dipenjara dalam kurun waktu yang cukup lama. Dapatkah dibayangkan bagaimana keadaan para terpidana di masa ribuan tahun yang lalu ? Dalam kurungan besi dan batu serta pengawasan hukum yang kejam, amatlah beratnya.

Namun akhirnya waktu menyampaikannya pada keadaan yang berbeda, saat Nabi Yusuf mendapatkan pengampunan raja karena kebersihannya dari dakwaan  serta kefaqihannya dalam menafsirkan mimpi. Diangkatlah Yusuf as menjadi bendahara di kerajaan Mesir.

Seperti nubuwahnya pada saat dipenjara, terjadilah masa paceklik panjang di daratan arabia. Hanya Mesir yang masih memiliki persediaan makanan berkat kebijaksanaan Nabi Yusuf as. Maka berbondong-bondonglah orang dari setiap penjuru negeri yang mengalami krisis menuju Mesir untuk menukar emas mereka dengan makanan. Diantara mereka yang datang, dialah saudara-saudara Yusuf yang dahulu menistakannya, diutus oleh ayah mereka Ya’qub dari Palestina.

Singkat cerita, bertemulah saudara sesama saudara, terobati sudah kerinduan bapak kepada anaknya. Tertunduk oleh rasa sesal dan malu, saudara-saudara Yusuf  menghiba memohon maaf adik yang dahulu dizhalimnya. Dan Nabi Yusufpun dengan luas hati memaafkan mereka.

Dibuang ke dalam sumur kering yang gelap mencekam dan saat-saat dekatnya kematian adalah awal petualangan Nabi Yusuf kecil, itulah bagian terpenting hidupnya untuk dikisahkan kepada para terkasih yang baru bertemu.

Namun Nabi Yusuf tak sedikitpun  menyebutnya, sebab rasa bersalah akan melesapkan sembilu  bagi sepuluh saudaranya.

Maka ujar Nabi Yusuf as :

“Ayahanda tercinta, inilah ta’bir mimpiku yang dahulu kuceritakan kepadamu, sungguh Allah telah mewujudkannya nyata”

Di masa kecil Nabi Yusuf pernah menceritakan mimpinya kepada Nabi Ya’qub as tentang sebelas bintang/matahari dan rembulan yang bersujud kepadanya.

Seharusnya Nabi Yusuf bercerita dengan menyebut awal petualangannya di sumur yang mengerikan. Tapi beliau meloncatkan hikayat, sang Nabi bahkan berkata seperti ini :

“Sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku ketika dia MENGELUARKANKU dari PENJARA”

Ada banyak jerih dan nestapa dialaminya sebelum penjara, tapi dia tak berkata :
“Ketika DIA mengeluarkanku dari sumur”.

Kata ‘sumur’ akan menikam hati saudara-saudaranya, bak menyiram air nipis dan cuka ke atas luka hati yang dicabik rasa sesal dan malu.

Dengan ridha, Nabi Yusuf membiarkan cerita tentang kezhaliman saudara-saudaranya dikubur bersama kemaafan yang diulurkannya.

Betapa baiknya hati sang Nabi 🙂

Status sederhana saya diatas dikomentari salah satunya oleh Dian seperti ini :
“selalu mengingat-ingat kebaikannya tanpa harus mengungkit keburukannya ya teh, susah sekali teh, palagi klo sedang merasa tersakiti :)) masukan penting buat dian .. peluk teteh.

0fb2

 “Setinggi-tinggi ilmu, adalah yang membuatmu semakin merunduk” (Ibnu Atha’illah)

0fb3

Ini adalah status saya edisi 16 Juni 2012, mendapat komentar salah satunya dari Dian seperti ini :

“Ilmu ikhlas dan sabar, susah banget tuu teh buat Dian hehehe”

0fb4

Saya merasa status yang justru saya terbitkan tanggal 16 juni itulah kesimpulan yang pantas untuk disandingkan dengan status pertama diatas.

Saat Nabi Yusuf mengajarkan tiada dendam untuk sebuah kejahatan walau betapapun nistanya, memaafkan tanpa mengungkitnya, mengampuni tanpa menyebut-nyebutnya kembali, maka itulah setinggi-tinggi ilmu, ialah saat mana diri kita justru sepantasnya untuk  semakin rendah hati, semakin merunduk diri.

Please, forgive and don’t “open it up” again

 Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Blogger Dengan Dua Status di BlogCamp.

Iklan

20 thoughts on “Maafkan dan Jangan Mengungkitnya

    Shohibul Giveaway Sehari BlogCamp said:
    24/03/2014 pukul 3:52 pm

    Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Segera didaftar
    Keep blogging
    Salam hangat dari Surabaya

    Suka

    nuzulularifin said:
    24/03/2014 pukul 4:21 pm

    Membuka pintu maaf itu… seperti mengangkat batu yang beratnya puluhan kilogram. Tapi Alloh menyukai para pemberi maaf. 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/03/2014 pukul 4:23 pm

      Tapi kadang memaafkan lebih mudah dari tidak dendam dan mengungkit2 kesalahan orang sudah kita maafkan ya mas. Disini Nabi Yusuf mengajari kita utk santun kpd orang yang telah meminta maaf kpd kita.

      Terima kasih sdh mampir mas 🙂

      Suka

    ameliatanti said:
    24/03/2014 pukul 5:05 pm

    Saya jadi masuk dalam muara kasih sayang teh Winny, everytime I read this blog..
    love u teeeeh

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/03/2014 pukul 5:07 pm

      Love you more mbak Tantiiii, makasih yaaa udah mau baca, muach muach ^_^

      Suka

    momtraveler said:
    24/03/2014 pukul 5:13 pm

    Aahhh adem bener baca artikel ini… Pesannya pun cantik persis spt yg nulis.. Thanks for sharing Mbak 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/03/2014 pukul 5:25 pm

      hehe bisa aja nih mbak Muna, makasih yaa.
      oya tulisanku utk GAnya momtraveller udah setor ya mbak, mohon ditengok hehehe

      Suka

    rodamemn said:
    24/03/2014 pukul 6:05 pm

    aku penggemar setia statu2smu mbak, selalu indah, selalu bagus 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/03/2014 pukul 6:19 pm

      Nggak selalu lah mak, malah malu, kalo nytatus beginian dikira sok tahu atau sok menggurui, padahal maksudnya buat ingetin diri sndiri, dan suka akepikir, kalau anak2ku baca, kan baik jadi nasehat buat mereka ya 🙂
      Terima kasih ya mbak Dame, setia jadi pembaca statusku :*

      Suka

    ade anita said:
    24/03/2014 pukul 6:58 pm

    eh. .iya ya… kesannya dua status itu sekuel gitu ya.. nyambung gitu sih… yang kedua menjadi jawaban yang pertama. kok bisa ya? seperti direncanakan ya..
    btw: suka sekali dengan artikel yang terjadi karena dua status sekuel ini.

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/03/2014 pukul 9:17 pm

      hehe disambung-sambungin aja mbak Ade, nggak tahu menurutku sih pas. Tapi mungkin bisa juga ada pendapat lain. 🙂

      Suka

    Efi Fitriyyah said:
    24/03/2014 pukul 10:55 pm

    Tuh, ya. Mak Winny ini ngademin pisan. Bukan cuma kalem aja, tulisannya nyess. Duh, emang paling ga nyaman ya kalau masa lalu kita masih suka diungkit-ungkit. Sukses GA-nya, mak. Semoga berjaya 🙂

    Suka

    eruvierda said:
    25/03/2014 pukul 3:10 am

    ada perkataan “Men forget but don’t forgive, women forgive but don’t forget.”
    Alangkah indahnya ketika keduanya forgive than forget…. sehingga perselisihan apapun akan dapat terdamaikan.

    Suka

    edi padmono said:
    25/03/2014 pukul 5:04 am

    Mungkin teteh tidak bermaksud membuat pambaca meneteskan air mata, tapi kenapa setiap saya membaca artikel di blog ini selalu teringat masa lalu dan berlinang air mata.

    Suka

    indah nuria Savitri said:
    25/03/2014 pukul 6:16 am

    aaah….status yang luar biasa mencerahkan….begitu bermanfaat..makasih sudag share ya mbaa…dan sukses selaluuuu GAnya..

    Suka

    Yeye said:
    25/03/2014 pukul 8:38 am

    Sukses GA nya yah Mba Winny 🙂

    Suka

    novaviolita said:
    25/03/2014 pukul 10:38 am

    status.. n isi artikelnya berisi dan menarik…., semoga kita jadi lebih pemaaf..

    Suka

    nh18 said:
    25/03/2014 pukul 1:14 pm

    … tiada dendam untuk sebuah kejahatan walau betapapun nistanya, memaafkan tanpa mengungkitnya, mengampuni tanpa menyebut-nyebutnya kembali …

    diperlukan kematangan spiritual yang sangat tinggi untuk melakukannya …
    tidak semua orang sanggup melakukan ini …

    semoga kita semua selalu diingatkan …

    Salam saya Teh Winny

    (25/3 : 13)

    Suka

    Inna Riana said:
    25/03/2014 pukul 3:56 pm

    aih emak yg satu ini statusnya bikin adem *nebeng berteduh*
    moga sukses buat GA-nya ya mak cantik ^_^

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s