Terima Kasih Seorang Istri

Sampingan Posted on Updated on

Pernikahan adalah rahmat (Pemberian Tuhan yang baik), yang tak hanya sakral dan indah namun juga sarat dengan pembelajaran. Itu sebabnya, sesiapa yang menyadari betapa agungnya apa yang telah dikaruniakan itu tentu akan berterima kasih kepada Sang Maha Pemberi dan merawatnya dengan sepenuh kasih.

Rumah tangga yang tentram, penuh cinta dan kasih sayang (sakinah, mawadah warahmah) itu katanya hanya dampak saja dari rasa terima kasih kita. Mengapa ? karena orang-orang berumah tangga yang berterima kasih itu tahu , betapa berharganya apa yang telah diberikan, maka tak heran mereka akan sungguh-sungguh menjaganya.

Sebagai seorang perempuan biasa yang jauh dari kesempurnaan, aku  merasa bersyukur, karena  Allah telah berkenan mengaruniakan seorang suami yang baik untukku. Sosok laki-laki untuk menemani dan memimpin perjalanan hidupku.

Suami yang aku memanggilnya Abi, kasihnya kepadaku tak terbatasi kewajiban, cintanya meluas kemana ia  sanggup menjangkaunya dalam segala keterbatasan. Sampailah hati ibu dan ayahku diketuknya, menyatakan dengan lisan mereka sendiri, bahwa ialah menantu kesayangan, tersebab baktinya kepada ibu dan ayahku tak berbeda dengan baktinya kepada ayah dan ibunya sendiri.

Bagaimana kepada ayah ibuku, maka apalah lagi kepada anak-anak kami. Abi seorang ayah yang tak hanya mau menimang, jika dilihatnya aku kewalahan ia tak segan turut mengurus, dari sejak mengganti popok  hingga memandikan. Dari sejak mengasuh hingga membersihkan kotoran. Tanpa kupinta, tanpa ku harus menghiba.

Aku ingin berterima kasih.
Kepada Tuhan.
Kepada segala apapun yang mendekatkanku kepada diri dan kebaikan-kebaikannya.

Berterima kasih kepadanya, dengan berusaha untuk bisa menjadi seorang wonderful wife untuknya. Mungkin bukan hal yang hebat, tapi setidaknya inilah diantara yang selalu kuberusaha lakukan :

1. Perhatian
Segagah apapun laki-laki di dalam profesinya tetaplah ia manusia biasa yang senang dan membutuhkan perhatian. Dan suami adalah orang yang memang paling berhak mendapatkan perhatian dari istrinya bukan ?.

Tak harus setiap jam dikirimi SMS, BBM, WA atau apapun yang malah merepotkannya di tempatnya bekerja. Cukuplah bertanya :”Abi lagi apa ?” sebelum memulai percakapan di WA atau sesekali mengingatkannya untuk mengkonsumsi makanan yang sehat sesuai dengan kondisi kesehatannya. Atau mengucapkan :“Hati-hati ya sayang” manakala ia akan pergi. Kata Aby, itu sudah cukup menjadi penentram jiwanya dan tambahan semangatnya dalam bekerja.

Abi senang istrinya berambut panjang, jadi aku berusaha memelihara rambutku memanjang. Atau Abi senang jika aku memakai baju yang ini, tak suka baju yang itu, maka aku akan hindari memakai baju yang itu jika kami sedang bersama meski baju yang itu teramat nyaman dikenakan.

Memasakkan cemilan-cemilan yang biasa Abi makan di masa kecilnya akan menyenangkan hatinya karena itu akan mengingatkannya kepada almarhumah ibunya. Meski tak sering, tapi ada hidangan jadul di meja makan dan memakannya rame-rame bersama anak adalah hal manis tak terlupakan.

Sesekali mengguntingi kukunya, memijat bahu atau kepalanya atau hanya menyediakan segelas teh hangat sepulangnya bekerja adalah juga hal-hal yang disukainya.

Membahagiakan suami itu ternyata sederhana saja ya

2.Mengatur Keuangan
Didalam keluarga kami hanya Abi sang pencari nafkah. Aku mendapat tugas untuk mengurus anak-anak dan rumah. Jujur, untuk hal mengatur keuangan ini menurutku adalah pembelajaran tiada henti, karena kebutuhan keluarga semakin meningkat seiring anak-anak semakin besar, terutama biaya pendidikan.

Intinya adalah bagaimana pandai mensyukuri seberapapun penghasilan suami, membuat anggaran belanja keluarga dan disiplin dalam mengeksekusinya.

Jadi, ini soal pengendalian diri. Aku menanamkan kepada diriku sendiri dan anak-anak untuk “berdunia” sekedar keperluannya saja. “Sekali-kali makan di restoran untuk sebuah moment istimewa untuk membahagiakan keluarga boleh-boleh saja, tapi kalau makan masakan Umi di rumah kan kita jadi bisa berhemat dan membagi kelebihan uangnya buat kasi makan orang lain ya”

Membeli pakaian baru setiap bulan atau tas-tas branded mungkin tak ada yang melarang, tapi apakah itu begitu pentingnya ? Apakah tak malu jika baju dan tas-tas itu lebih bagus dan banyak daripada amal shalih kita ? (Ahh semoga ini bukan alasan kenapa aku tak malu menerima lungsuran tas-tas bagus dari adikku ya hehe)

Jadi ya biasa-biasa saja, apalagi menurutku yang awam soal fashion; sebetulnya bagus atau tidaknya pakaian, sepatu, tas, kerudung dll itu tergantung pada pemakainya koq. The person behind what he/she wore. Kalau orangnya bagus (terutama bagus bathinnya) apa yang dia kenakan akan menambah keindahannya.

Ada hal lain juga yang biasa kulakukan untuk bisa memenuhi hasratku pada menata rumah supaya bersih, rapi dan indah tanpa harus mengeluarkan uang banyak, bahkan tanpa mengeluarkan uang sama sekali. Idenya adalah Recycle. Tak mudah menyampah atas barang-barang yang potensial bisa menjadi barang lain.

Misalnya, jika memasak telur kita tak perlu membuang kulitnya ke tempat sampah, tapi mencucinya dan memasukkannya ke dalam kulkas. Besoknya kulit-kulit telur itu bisa diaplikasikan ke permukaan kanvas ataupun furniture dengan lem kayu dalam bentuk mozaik, lalu memberinya vernish agar nampak mengkilat.

Atau mengumpulkan kertas-kertas tebal bekas undangan atau dus-dus sepatu dsb yang masih bagus lalu ber-handy craft ria dan mengubah mereka menjadi pajangan-pajangan yang membuat suasana rumah lebih nyaman dan indah.

3. Menjadi Sahabatnya
Aku dan Abi, sebagaimana mungkin kebanyakan pasangan lain, adalah dua sosok yang berbeda karakter, berbeda hobi, berbeda makanan favorit, berbeda minat, berbeda tugas, berbeda tempat berjuang, berbeda banyak hal.

Tapi aku merasa itulah kekayaan keluarga yang perlu dirawat dan dijaga agar kasih sayang terus tumbuh dan rimbun di dalam rumah kami. Masalahnya bagaimana caranya bukan ?

Kesalah fahaman terkadang bisa saja muncul karena beberapa perbedaan itu, tapi biasanya ia akan begitu saja terurai manakala salah satu mengalah untuk membuka komunikasi. Menelusuri dan lalu menyadari bahwa tak ada diantara kami yang menginginkan kejelekan. Jika ada marah, bukankah pada mulanya  terbit dari rasa sayang ?

Ya, kemesraan dan keakraban adalah sifat sejati sebuah jalinan keluarga. Itulah yang dinamakan persahabatan, tanpanya rumah akan terasa gersang. Maka cermatilah, mungkin bukan hilangnya cinta ataupun kasih sayang yang sebabkan gersang, tapi kurangnya persahabatan.

Tak terasa,perahu kecil ini masih berlayar ditengah  samudra nan luas. Sesekali terhempas badai, namun lebih banyak nikmatNYA yang membuat perjalanan terasa teduh dan damai. Alhamdulillah.

0wu

Kita tak pernah tahu sampai kapan kita bisa terus bersama. Maka sebelum perpisahan itu tiba, cintai, hargai dan bahagiakan pasangan hidup kita.

ARTIKEL  INI  DISERTAKAN DALAM  GA  “WONDERFUL WIFE  By Ida Nur Laila

Kesan saya tentang blog mbak Ida Nur Laila tanpa cela. Content is the king, dan mbak Ida telah menyatakan itu. Selebihnya, tampilan blog sudah cukup nyaman karena saya sendiri menyukai blog yang sederhana dengan latar terang dan huruf berwarna gelap.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti GA ini ya mbak 🙂

Iklan

27 thoughts on “Terima Kasih Seorang Istri

    nh18 said:
    24/02/2014 pukul 5:43 pm

    Sepertinya …
    Menteri keuangan memang harus di jabat Istri nih … di tempat saya juga begitu …
    kalau saya yang pegang … pasti amblas semua … hahaha …

    Semoga sukses di perhelatannya Mbak Ida ya Mak …

    Salam saya Teh Win

    (24/2 : 13)

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/02/2014 pukul 5:47 pm

      hehehe tapi saya juga kewalahan koq Om, gimana yah hehehe ….

      Terima kasih kunjungannya ya Om
      Salam kembali dari Bogor 🙂

      Suka

    ade anita said:
    24/02/2014 pukul 5:49 pm

    Adeeeemmmm banget baca tulisan ini.

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/02/2014 pukul 5:52 pm

      Hatiku juga adeemm banget kalo dikunjungi mbak Ade Anita, makasih ya mbaaakkkk …mmuacchhh

      Suka

    Ani Rostiani said:
    24/02/2014 pukul 5:52 pm

    neng win mah rajin, ya. Pinter ngerawat rumah dan memanfaatkan barang bekas. Insya Allah suami ridlo dengan semua yang neng win lakukan, ya, aamiiin …
    Semoga saya juga bisa menjadi istri yang baik untuk suami. (ah, jadi ingat betapa masih rendahnya amal saya sebagai istri)

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/02/2014 pukul 5:56 pm

      Duuh teh Ani, sebaliknya saya yg msih harus belajar. Masih jauuuh dari kriteria istri idaman. Do’ain winny ya teeh …

      Suka

    Euis Sri Nurhasanah said:
    24/02/2014 pukul 6:51 pm

    Keren sekali, Mak Winny… Ingin deh bisa jadi wonderful wife seperti itu… Kelihatannya sejuk & tentram sekali… Salam 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      25/02/2014 pukul 7:09 am

      Saya juga pengen teh Euis, moga kita bisa jadi wonderful wife buat suami kita ya

      Suka

    Siti Aisah said:
    24/02/2014 pukul 7:01 pm

    You are a onderful wife for him, it is true! semoga membawamu menjadi ahli syurga ya mba! dijauhkan dari segala ujian dalam rumah tangga aammiinn!

    Suka

      winny widyawati responded:
      25/02/2014 pukul 7:23 am

      Aamiinn, terima kasih atas do’a indahnya mbak Siti, semoga hal yg sama untuk mbak Siti Aisyah sekeluarga ya

      Suka

    Muna Sungkar said:
    24/02/2014 pukul 7:07 pm

    Duuhhh indahnya.. Moga2 aku juga bisa wonderful spt mak Winny.. Apalagi masalah perduitan… Aduuhh Msh jauh dr kata sempurna.. Bawaannya kalap aja kl ngemall hiks… 😦

    Suka

      winny widyawati responded:
      25/02/2014 pukul 7:25 am

      Sama aja mbak Muna, aku jg masih harus berjuang nih kalo di Mall, gak bole bawa uang banyak2 ya ^_^

      Suka

    enci harmoni said:
    24/02/2014 pukul 10:33 pm

    mbak winny emang wonderfull wife…..emang istri kudu pinter ngatur keuangan ya mbak….setuju banget…

    Suka

      winny widyawati responded:
      25/02/2014 pukul 3:28 pm

      Aamiin, semoga mbak, iya istri harus bisa ngatur uang, karena ia yg berhubungan langsung dengan akomodasi keluarga ya mbak

      Suka

    rodamemn said:
    25/02/2014 pukul 12:08 am

    wah, selalu dapat ilmu dari mbak Winny 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      25/02/2014 pukul 3:30 pm

      Alamdulillah kalo ada yg bermanfaat mak, sebetulnya saya sndiri masih gelagapan di proses ini, tapi semoga dibisakan Allah sampai lulus ya mak, aamiin

      Suka

        rodamemn said:
        25/02/2014 pukul 3:31 pm

        aamiin ya rabbal alamiin

        Suka

    adel said:
    25/02/2014 pukul 6:18 am

    mudah2an saya bisa jadi seperti itu 😀

    Suka

    Richo A. Nogroho said:
    25/02/2014 pukul 7:14 am

    Saya membacanya juga teduh mbak, mengagumkan apa yang mbak lakukan untuk suami dan sebaliknya. Sukses yah mbak untuk GAnya 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      25/02/2014 pukul 4:11 pm

      walah, jangan kagum dulu mas, kadang2 tulisan bisa lebih indah dari yg sebenarnya. Tapi mohon do’anya semoga saya bisa benar2 mnjadi istri yg baik ya :), terima kasih

      Suka

    ida nur Laila said:
    25/02/2014 pukul 3:42 pm

    Makasih maak..udah ikutan .moga sukses GA ini ya

    Suka

      winny widyawati responded:
      25/02/2014 pukul 4:20 pm

      Sama-sama mbak Ida, terimkasih juga atas kesempatannya saya jadi bisa ikutan GAnya mbak Ida 🙂

      Suka

    Tita Bunda Aisykha said:
    25/02/2014 pukul 4:48 pm

    he he,,betul bgt mba,,setuju bgt,,dn seneng bgt bca tulisan mba winny,,mengalir 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      25/02/2014 pukul 7:21 pm

      Makasih apresiasinya mbak, smoga mb Tita nggak kapok main kesini ya 🙂

      Suka

    dian farida said:
    27/02/2014 pukul 12:24 pm

    Subhanallah,kebayang tentramnya rumahtangga mba. Masih harus banyak belajar nih. Sangat inspiratif.salam kenal mba winny:).boleh dishare g?

    Suka

      winny widyawati responded:
      28/02/2014 pukul 4:03 pm

      keluarga kami sama saja dengan keluarga lainnya mbak, sama2 masih harus belajar.
      Salam kenal juga mbak Dian, terima kasih sudah menyempatkan berkunjung disini ya 🙂

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s