Bahagia Tanpa Asisten Rumah Tangga

Posted on Updated on

Pada dasarnya aku senang melakukan semua pekerjaan rumah tangga kecuali kalau sedang kurang enak badan. Membuat rumah menjadi tempat yang nyaman itu bagiku prinsipnya sedikit koq :

  1. Bersih : Bersih rumah dan lingkungan itu syarat kesehatan keluarga paling utama, dan itu bisa didapat tak harus dengan biaya besar kalau kita tahu ilmunya.
  2. Rapi : Sesederhana bagaimanapun keadaan rumah kita, tanpa barang-barang ataupun perabotan mewah, hanya perkakas-perkakas murah katakanlah, tapi itu bukan penghalang kita untuk merasa betah di rumah. Penataan yang tepat dengan sense of art yang baik saya yakini akan menghasilkan penampilan rumah yang nyaman di hati. Untuk hal ini, aku mengagumi desain interior rumah-rumah Jepang. Dari cara mereka menata susun rumah mereka aku belajar banyak tentang keefisienan ruang.
  3. Asri : Ini salah satu yang wajib ada di rumah. Tanpa hijau dedaunan dan semilir angin yang melintasi pepohonan dan tanaman, tak ada hawa sejuk yang baik yang akan singgah di rumah kita. Katakanlah kita hanya dikarunia lahan terbatas, tapi ada banyak cara untuk memakmurkannya dengan bermacam-macam media. Bahkan di rumahku tetumbuhan yang hadir bahkan hingga ke dalam rumah telah menjadi bagian keluarga yang bisa kuajak berbicara. Aku senang merawat mereka sambil membujuknya atau mengusap-usap daunnya. Aku percaya mereka bisa “mendengar: dan mengamini do’a-do’a.

Mengerjakan apapun di dalam rumah membuatku merasa “cantik” dan perasaan itu kerap menambah semangat bekerjaku bertambah lagi.

Dulu, saat buku-buku bertema Cinderella mulai merebak, aku membiarkan paradigma didalam diriku terbentuk, bahwa orang cantik dan baik itu rajin membersihkan dan merapihkan rumah ^_^ Sederhananya seperti itu.

Hal itu terbawa dan kubiarkan sampai sekarang. Itu sebabnya, seringkali aku justru merasa lebih tenang kalau di rumah tak memakai jasa asisten. Walaupun tak kusangkal, memang terasa lebih repot dan acapkali kewalahan mengendalikan kebersihan dan kerapian rumah tanpa asisten rumah tangga, sampai-sampai justru suami yang sering menyarankan mencari asisten baru karena kasihan melihatku jadi kurang tidur dan  jadi lebih sedikit waktu menemaninya ngobrol karena kelelahan.

Ada beberapa hal yang membuatku merasa lebih nyaman tanpa asisten rumah tangga :

  1. Aku merasa leluasa menjalankan peranku sebagai housekeeper, dimana semua pengelolaan rumah sepenuhnya ada di tanganku. Aku seorang fulltime mother, waktuku sebisanya dan sepenuhnya berada di rumah. Jadi kalaupun memiliki asisten, ia hanya kuizinkan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat membersihkan dan merapikan. Memasak dan mengasuh anak,tetap menjadi bagianku. Jujur, aku tak pernah berani menegur asistenku jika aku tak berkenan dengan apa yang dikerjakannya. Seringkali, asisten yang bekerja di rumahku usianya jauh diatasku atau paling tidak sebaya denganku. Dari mulai pakaian yang rusak karena salah teknik menyetrika ataupun mencuci, laptop jatuh dari meja karena tersenggol tangannya saat sedang mengepel lantai, entah berapa gelas dan piring yang pecah sampai mobil yang sering tiba-tiba berbunyi alarmnya gara-gara (lagi-lagi) tersenggol tangannya yang sedang mengerjakan sesuatu adalah hal-hal yang tak bisa kutegur begitu saja. Bagaimanapun, asisten rumah tangga adalah penolongku dalam urusan berbenah rumah, aku tak ingin mengambil resiko membuat kata-kata yang bisa melukai hatinya. Barang kan makhluq fana, ada waktunya rusak juga, tapi hati asisten kita yang rusak, tak kan ada gantinya.
  2. Aku merasa lebih tenang untuk hal perkembangan anak-anak. Sedikit ataupun banyak keberadaan “orang lain” di rumah kita akan mempengaruhi secara perilaku kepada anak-anak yang sedang bertumbuh. Dari pengalaman beberapa kali menerima bekerja asisten rumah tangga, bermacam peristiwa membuatku merasa harus lebih waspada. Justru saat memiliki asisten aku sering merasa tak lega hati saat harus meninggalkn rumah agak lama. Banyaknya berita KDRT yang dilakukan asisten rumah tangga membuatku harus memacu kendaraan di jalan lebih kencang agar bisa sampai ke rumah lebih cepat. Dan benar, Diantara sekian asisten rumah tangga yang pernah bekerja di rumahku, ada salah satunya yang sempat bersikap kasar kepada anak-anak. Itu aku ketahui setelah asisten itu kuminta berhenti karena sesuatu hal. Rupanya anak-anakku tak berani mengadu kepadaku pada saat asisten itu masih ada di rumah. Last but not least, jikapun ada asistenku yang baik, aku akan cemburu jika anak-anak nampak lebih dekat kepadanya. Bukan apa-apa, lebih pada khawatir karena terkadang ada kebiasaan-kebiasaan kecil asisten yang juga kurang baik kalau ditiru anak-anak.
  3. Karena aku meyakini bekerja sesuai dengan tugas dan perannya itu disukai Allah. Membaca manuscript ataupun literatur-literatur agama membuatku lebih bersemangat bekerja. Bagaimana tak bahagia menjadi seorang ibu, jika Nabi kita pernah bersabda :”Jika engkau menyisir rambut anak-anakmu maka kebaikan bercucuran hingga ke telapak kakikmu sebanyak helai rambut anakmu”. Bagaimana tak mencintai pekerjaanku walau hanya menghamparkan kain sprei di pembaringan, jika ada hadist yang mengatakan “Setiap kain yang kau hamparkan di pembaringan untuk suamimu akan meluluhkan dosa-dosamu” ?. Aku seorang muslim yang tentu memandang segala sesuatu dari konteks kemuslimanku, bagi sahabat-sahabat lintas agamaku tentu memiliki motivasi dan penghiburannya juga ya 🙂

Jadi, walaupun tanpa asisten rumah tangga, kita bisa tetap miliki segalanya. Kesehatan yang membaik karena bekerja akan otomotatis membuat tubuh kita selalu bergerak sesuai fithrahnya, kedekatan dengan keluarga karena semua anggota bisa kita ajak bekerja sama, kemandirian terutama anak-anak karena kita jadi terbiasa memenuhi kebutuhan tanpa bantuan orang lain dan juga kebebasan karena privacy kita sebagai pemilik rumah tak terusik sesiapa.

Bahagia itu sederhana. Tanpa asisten rumah tanggapun, kita bisa bahagia. Keep smile 🙂

.

Rahma masih bisa becanda dan narsis sama  Umi
Rahma masih bisa becanda dan narsis sama Umi
Iklan

45 thoughts on “Bahagia Tanpa Asisten Rumah Tangga

    rodamemn said:
    08/02/2014 pukul 8:34 am

    setuju mak….emak yg satu ini ga diragukan lagilah emang IRT yang mantaap totaaal 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/02/2014 pukul 8:41 am

      hehe wah kalo ragu harus tetep ragu mak, karena ada saatnya jenuh juga, tapi harus ttp sabar ya. Kalo udah jenuh2 gitu aku seringnya jalan kaki sore2, liat2 sawah, gunung, pedagang2 kecil, itu udah menghibur, nanti sampai rumah seger lagi ^_^

      Suka

        rodamemn said:
        08/02/2014 pukul 9:05 am

        setuju mak, IRT memang pekerjaan mulia apalagi buat kita perempuan meski badan capek, begadang jagain anak, kerjaan menumpuk, kerjakan dengan senyuman aja 🙂

        Suka

    damae said:
    08/02/2014 pukul 8:39 am

    betul, mbak.. kalo memang masih mampu dikerjakan sendiri, rasanya lebih nyaman tanpa asisten.. kadang asisten jg blm tentu cocok sama kita. 🙂
    nice sharing..

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/02/2014 pukul 8:44 am

      iya,ada yg cocok ada yg nggk ya. Tpi alhamdulillah selama ini yg pernah kerja di rumah rata2 bertahan lama, semoga kalaupun punya asisten rumah tangga dikasi yg baik2 aja ya mbak 🙂

      Suka

    citramanica said:
    08/02/2014 pukul 8:57 am

    Setuju… Aku juga gak punya asisten rumah tangga dan gak masalah… Memang sih kadang-kadang jenuh dan capek, makanya kita harus punya kegiatan lain yang positif ya… Ngeblog salah satunya;)

    Suka

      winny widyawati responded:
      09/02/2014 pukul 11:48 pm

      Betul mbak, ngeblog buatku salah satu bentuk istirahat dari rutinitas kerja di rumah, 🙂

      Suka

    Tanti Amelia said:
    08/02/2014 pukul 9:13 am

    khas teh Winny,
    selalu bertutur dengan alasan tertentu, dan selalu mengutip sunnah Rasulullah atau tuntunan Al Quran

    makasih ya teh Win, aku sendiri ga pake jasa ART, tapi di penghujung hari yang melelahkan, suka minta ‘upah’ dari suami atau anak-anak : pijit atau injek-injek ^^

    Suka

      winny widyawati responded:
      09/02/2014 pukul 11:53 pm

      Lho sama mbak, kalo saya udah terasa nggk enak badan, dan kepala rasa berat, saya nggak sampai harus minum obat apapun, suamiku suka pijit telapak kakiku trus isitrahat/tidur sebentar, biasanya langsung sembuh 🙂

      Suka

    HM Zwan said:
    08/02/2014 pukul 9:16 am

    saja juga g punya mbk,hehe…blm punya anak soalnya jadi ya masih bisa dikerjain sendiri hehe…
    salam kenal mbk^^

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:31 pm

      mumpung belum ada momongan latihan mandiri dulu ya mbak, biar nggk kaget hehe

      Suka

    Dwina Yusuf said:
    08/02/2014 pukul 9:22 am

    Setuju, mbaaaa! Aku juga irt tulen. Kejar2an dg beberapa kerjaan rmh tangga+hobi malah jadi bikin hidup kita makin berasa “hidup”

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:33 pm

      iya mbk Dwina, kejar-kejarannya itu yg seru ya 🙂

      Suka

    enci harmoni said:
    08/02/2014 pukul 10:08 am

    saya juga ga pake art mak…rasanya gak tega, belum lagi kadang kerjaannya ga sesuai dengan harapan…

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:38 pm

      iya mak, apalagi saya gak berani negur kalo ada yg mengecewakan,

      Suka

    Nunung Yuni Anggraeni said:
    08/02/2014 pukul 10:21 am

    Kalai aku pakai yg pulang hari aja mak.Enak..kita masih punya privacy.Masak sama anak anak juga aku.Tapi lumayan gak setrika.Itu pekerjaan paling tidak menyenangkan.Lap lap dan cuci piring juga masih aku.Jd kerjaan asisten itu cuma meringankan sedikit beban kita yaitu mencuci , mengepel dan setrika.Sabtu,minggu tanggal merah juga dia libur

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:40 pm

      Aku jg begitu mbak kalo pas punya ART, disini jarang ART yg nginap, udah gitu tiap tgl merah ikut libur. Memang bnyak terbantu klau ada ART ya, cuma ya ada konsekuensinya juga, terutama soal kemandirian anak 🙂

      Suka

    Ika Hardiyan Aksari said:
    08/02/2014 pukul 10:36 am

    Saya membaca, maka saya belajar.
    Belum jadi IRT. Semoga lekas menyusul 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:42 pm

      Aamiin, saya ikut do’a untuk mbak Ika ya, semoga segera berkeluarga,aamiin ya Rabb 🙂

      Suka

    Reffi Dhinar said:
    08/02/2014 pukul 11:19 am

    inspiratif..jadi makan sayang dengan mama saya yg selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, dan mengajari saya bersikap mandiri 😀

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:43 pm

      alhamdulillaah, iya sayangi Mama ya dek, nggak mudah jadi IRT tanpa asisten, harus lebih kuat dan sabar. Semoga mamanya dalam nikmat selalu ya 🙂

      Suka

    nunu said:
    08/02/2014 pukul 11:39 am

    Memotivasiku untuk menjadi IRT yang baik dan benar 😀 secara aku orangnya adang kurang sensi, pisau diatas tv bisa jadi seharian akan nangkring di sana hahaha

    Suka

    wyuliandari said:
    08/02/2014 pukul 11:50 am

    Waah…mantap. Dulu saya juga sempat berkali-kali hidup tanpa ART. Semua dikerjakan sendiri (eh,dengan bantuan suami, ding :)) Lumayan berat, karena pagi sampai sore saya harus kerja sbg PNS. Alhamdulillah sekarang ART dapat ART yg baik.Namun tetap membiasakan diri dan anak-anak tidak menyerahkan semua pekerjaan ke ART. Malah kalau buat saya, bebersih rumah bisa buat me time yg menyenangkan. ha…ha..dasar emak-emak yaa…

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:47 pm

      Naah itu dia, memang tinggal setting aja di fikiran kita ya, kalau beberes rumah itu, itulah ‘me time’ kita, selalu bersyukur, ternyata me time kita nggak usah nyari jauh-jauh ya ada di tumpukan cucian kotor, lap pel dan semacamnya hehhee :-p

      Suka

    Uniek Kaswarganti said:
    08/02/2014 pukul 1:01 pm

    Aku selalu merasa sedih setiap kali mendengar perbincangan ataupun membaca tulisan yang super indah tentang peran ibu seperti yang Mba Winny tulis itu. Hampir tiap hari aku selalu berada di luar rumah, banyak pekerjaan yg mba tulis mendatangkan pahala itu justru tak pernah kukerjakan. Hiks hiksss… ngiluuu rasanya 😦

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:52 pm

      *Peluk mbak Uniek*
      Tulisan ini bukan berarti ibu yg bekerja di luar rumah itu nggak baik mbak sayang, pasti perjuangan berat meninggalkan anak setiap hari jauh dari pelukan kita terutama saat mereka masih kecil2 ya. Perasaan semua ibu sama, ingin selalu dekat dgn buah hati. Tapi semua punya alasan dengan pilihan hidupnya masing2, Dan saya percaya alasan itu baik 🙂

      Suka

    Hanna said:
    08/02/2014 pukul 4:54 pm

    Dan seiring berjalannya waktu, anak-anak pun turut ikut merawat dan menjaga rumah dan urusan pribadi mereka :). Terinspirasi mami mertua yang punya anak 5, semuanya mulai usia 7 tahun harus cuci baju masing2, dan ada kegiatan bagi2 tugas beberes rumah–ada yang kebagian sapu lantai, menyiram tanaman, dst. Alhamdulillah kini anak2nya semua jadi org2 mandiri dan bertanggung jawab :’)

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 7:54 pm

      Teladan orang tua memang top ya mbak, saya juga begitu banyak belajar dari orang tua juga. Semoga kitapun bisa jadi orang tua yg baik bwt anak2 ya 🙂

      Suka

    moocensusan said:
    08/02/2014 pukul 10:47 pm

    setuju aku juga lebih suka tanpa asisten.

    Suka

    edi padmono said:
    08/02/2014 pukul 11:30 pm

    Saya selalu bilang kepada teman teman perempuan bahwa tidak ada pekerjaan yg hebat dan terhormat selain menjadi IRT walaupun mereka berpendidikan S1/S2. Selain berpahala tentu menjadi IRT akan lebih kreatif dibanding bekerja kantoran yg tentunya banyak doktrin peraturan perusahaan yg membatasi gerak seorang pekerja.

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/02/2014 pukul 8:06 pm

      Jadi semangat baca komennya mas Edi, biarpun masih jauh dari profil IRT yg baik dan benar, tapi smg masih terus dikasi kesempatan buat jadi lebih baik.

      Suka

    Titis Ayuningsih (@titis_blog) said:
    08/02/2014 pukul 11:42 pm

    hebaaat Mak :),

    Suka

    The Others said:
    11/02/2014 pukul 8:56 pm

    Salut banget ama Mbak Winny yang bisa total menjadi ibu yang bisa penuh mendampingi anak2.

    Suka

    catatan kecilku said:
    11/02/2014 pukul 8:58 pm

    Kalo aku… karena waktuku lebih banyak di kantor jadi urusan rumah tangga dibagi-bagi deh Mbak. Termasuk Shasa punya tugas harian juga hehehe

    Suka

    nuzulularifin said:
    13/02/2014 pukul 9:46 pm

    pengasuh yang terbaik, adalah orang tua. sudah sunatulloh itu mbak. kami berdua bekerja, tapi kami masih bisa homeschooling ketiga anak kami. 🙂

    Suka

    pipit/pitaloka said:
    14/02/2014 pukul 3:51 pm

    jadi penasaran pengen liat rumah winny, pasti rapih terus ya…

    Suka

    Ika Koentjoro said:
    14/02/2014 pukul 5:32 pm

    Nggak ada ART juga bikin badan lebih sehat karena banyak gerak ya mbak

    Suka

    i-one said:
    17/02/2014 pukul 10:01 am

    jadi ingat ibu. Sifatnya yang suka bersih2 membuat kasihan, karena sepulang bekerja langsung merapikan…bahkan kadang sampai tengah malam. Kita sebagai anak jadi ngak enak ngelihatnya

    Suka

    Ani Rostiani said:
    19/02/2014 pukul 10:31 pm

    aah … kalo baca tulisanmu selalu terbayang neng Win perempuan lembut yang shalihah, cinta keluarga dan rajin. kalau teteh masih menggunakan asisten meski hanya dua kali seminggu, neng. Benar memang kadang suka tidak leluasa ketika kita melakukan hal2 yang privat sementara ada asisten, syukurlah asisten teteh tidak menginap hehe …

    Suka

    nh18 said:
    21/02/2014 pukul 8:59 pm

    Saya tersenyum membaca penggalan kalimat berikut …
    … orang cantik dan baik itu rajin membersihkan dan merapihkan rumah …

    Dan saya sangat mendukung statement tersebut …
    Jika dia rajin membersihkan dan merapikan rumah … niscaya dia pun juga rajin membersihkan dan merapikan diri sendiri … suaminya … juga keluarganya …

    Salam saya Teh Winny

    (21/2 : 14)

    Suka

    gerhanacoklat said:
    12/03/2014 pukul 10:27 am

    ya ampuun winny maap aku pikir winny belom nikah duuh ternyata udah punya bontot hahahhaa masih mudaaaaaa 😀

    win, aku salut deh sama orang yang bisa rapihin rumah dan bersih plus asri pasti kalo winny ke rumahku, aku habis diomelin karena memang aku gak bisa rapihin rumah 😦

    Suka

      winny widyawati responded:
      12/03/2014 pukul 10:28 am

      wkwkwk … makanya biar gak diomelin siapin sesajen kalo aku ke rumahmu yaaw xixixi

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s