Laki-Laki

Posted on Updated on

“Ya Allah, kasian Bapak”

“Itu kantung matanya sampai keliatan jelas. Jaga kesehatan Pak”

“Pemimpin yang bertanggung jawab, sayang sama rakyatnya. Semoga Bapak diberi umur panjang”

“Wartawan jangan banyak tanya dong. Biarkan beliau bekerja dengan tenang”

“Pemimpinku” (diiringi emoticon senyum)

Berderet-deret ungkapan di kolom komentar sebuah tayangan video di Youtube yang kusimak semalam bernada kekhawatiran, sebagian lain rasa kasihan, sebagian lagi tunjukkan kebanggaan. Komentar-komentar yang seluruhnya ungkapkan rasa sayang.

Video itu menayangkan seorang kepala daerah yang sedang meninjau lokasi bencana saat tengah malam hingga pagi menjelang, berlanjut hingga keesokan harinya tanpa kehendak untuk pulang sejenak sekedar melepaskan rasa penat.

Sebelumnya, aku membuka video tentang figur ini juga yang diwawancara bersama beberapa tokoh lain yang ditasbihkan dalam acara diskusi bersama ratusan mahasiswa di sebuah auditorium sebagai salah satu dari beberapa tokoh inspiratif. Namun, beliau adalah orang yang paling pendiam disana, paling santun, dan paling merendah hati.

Tak sadar kubuka terus tayangan demi tayangan. Semua tentang pribadi yang sederhana ini. Seluruh tayangan dan segala yang kubaca tentangnya membuatku semakin lama semakin mengerti, mengapa begitu banyak orang mencintai. Meski terkadang ada komentar negatif yang ditujukan kepadanya, namun seketika kerumunan reply membantahnya.

Dari sini saja aku belajar, saat seseorang yang baik dan banyak jasanya “diserang” pembencinya, tak perlu sanggahan ataupun membalas cacian. Nyata, kebaikannya sendirilah kepada orang banyak yang menjadi pembela.

Ada bertahun-tahun hidupnya yang seluruhnya dipersembahkan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan rakyatnya. Satu jam waktunya setara dengan berhari-hari bahkan berminggu-minggu waktu orang lain sekelas jabatannya.

Menyerahkan dengan tangannya sendiri beras kepada orang-orang yang lapar. Melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri rumah-rumah berukuran 3 x 2 meter dihuni delapan orang dewasa selama belasan tahun, menyentuh dengan jari tangannya sendiri tubuh jelata yang menyandang sakit namun tak pernah bisa sampai ke rumah sakit, mendengar dengan telinganya sendiri keluh dan tangis kaum nestapa  yang kerap terdzalimi,  menelusuri dengan kakinya sendiri perkampungan-perkampungan kumuh, gorong-gorong menjijikan, pasar-pasar kotor, terminal-terminal becek, tambak-tambak dan kolam-kolamsederhana rakyat.

Dengan mata bathinnya sendiri, ia menatap dan merasakan geliat penderitaan orang-orang yang diayominya.

Yang lemah menjadi kuat didalam kebijaksanaannya, yang kuat menjadi tunduk dibawah keadilannya. Dan yang mengherankan adalah, orang ini tak hidup di masa lalu, tidak berkelindan di negeri dongeng ataupun cerita-cerita religy, tak hidup di luar negeri ataupun negara-negara maju. Dia ada disini, di masa kita sekarang ini.

Seseorang yang mengambil dengan seluruh rengkuh nan penuh penghormatan kewajiban-kewajibannya yang banyak dan besar yang membuatnya payah. Seseorang yang mendahulukan kesejahteraan orang lain dibandingkan kesenangan diri dan keluarganya sendiri. Seseorang yang tak tak suka menonjolkan diri.  Tetap rendah hati dan tak merasa yang paling baik.

Seseorang yang dalam paradigma saya begitu saja terdeskripsi; Begitulah laki-laki. Tak perlu ditambahi lagi kata ‘sejati’. Karena sejatinya laki-laki sebagai apapun perannya di tengah-tengah masyarakatnya, alaminya  memiliki sifat-sifat kepemimpinan /leadership yang paripurna.

Negeri ini haus dengan teladan yang baik. Yang tak hanya bisa mereka temui di literatur sejarah kepahlawanan ataupun nostalgia-nostalgia orang tua. Karena sebaik-baik nasehat dalam goresan aksara tetaplah hanya tulisan. Tak sebanding dengan sesederhana-sederhananya sebuah kebaikan yang sanggup kita kerjakan. Dan bapak pemimpin daerah itu telah melakukannya.

Siapakah dia ? Tak penting saya menyebutkannya. Tuhan sendiri sudah menunjukkannya kepada orang banyak. Yang dari sana seharusnyalah orang-orang bertegak kesadaran, untuk apa segenap tanda diberikan.

Dengan apa ia ingin dikenang?
Tidak, dia tak ingin dikenang dengan apapun karena ia tulus bekerja.
Tetapi sungguh, karena itulah ia akan terus ada di hati orang-orang yang telah dibela hak-haknyanya sehingga mengalirlah baginya cinta dan do’a- do’a.

Iklan

29 thoughts on “Laki-Laki

    Tita Bunda Aisykha said:
    23/01/2014 pukul 11:01 am

    seperti biasanya saat mmbaca tulisan mba winny,,aku sllu trbawa bgitu saja,,dnnbgitu jg ktika aku mmbaca btpa indahnya mba winny mnggambarkan figur ini,,jd pnasaran,,siapa kepala daerah ini,,

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 11:19 am

      Beliau terkenal koq mbak hehe, tapi saya nggak mau dianggap sdg promosi, sekarang kan tahun politik. Hanya ingin membagi kebajikan2 seorang pemimpin yang sekarang udah langka ya. Semoga kita semua dikarunia pemimpin yang baik seperti ini ya 🙂

      Suka

    nh18 said:
    23/01/2014 pukul 11:03 am

    Kalimat-kalimat terakhir sungguh sangat menyentuh Kak …
    Terima kasih atas tulisan ini

    Salam saya

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 11:20 am

      Saya yg terima kasih Om sudah menyempatkan singgah disini. Makasih apresiasinya ya Om 🙂

      Suka

    rahmi said:
    23/01/2014 pukul 11:23 am

    Jadi penasaran, siapakah dia? 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 11:25 am

      Sekarang ini beliau mudah sekali dikenali mbak 🙂 Mudah ditemukan diantara orang-orang yang sedang ditimpa bencana dan kesusahan. Tentu saja di daerah yang sekarang sedang dibawah ayomannya. 🙂

      Suka

    Ani Rostiani said:
    23/01/2014 pukul 11:24 am

    sejak di awal kenapa ya yang terbayang adalah figur pak Jokowi … Gak apa2, siapapun beliau, kebaikan akan kembali kepada si empunya. Andaikan setiap pemimpin memiliki hati dan kepedulian macam beliau …(ah harapan itu akan selalu ada dan indah bukan?) Terimakasih catatannya, neng Win.

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 11:29 am

      Semoga bangsa ini dikarunia pemimpin yg takut kepada Tuhannya, yang adil dan mengasihi rakyatnya, ya teh Ani.
      Terima kasih kembali telah singgah teh Ani sayang 🙂

      Suka

    Evi said:
    23/01/2014 pukul 11:32 am

    Ah aku tahu siapa bapak ini..Semoga beliau senantiasa dilindungi Alllah sehingga nanti bisa memimpin Indonesia. Amin

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 11:34 am

      Aamiiin, semoga ya mbak 🙂
      Makasih sudah mampir mbak Evi sayang 🙂

      Suka

    niaharyanto said:
    23/01/2014 pukul 11:32 am

    Salut dengan orang seperti itu. Sangat jarang di zaman sekarang. Thanks sudah share, Mak. ^^

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 11:33 am

      Aku sering nggak kuat netes air mata lihatorang-orang macam beliau ini mbak.
      Terima kasih kembali mbak Nia 🙂

      Suka

    Thia Fatma said:
    23/01/2014 pukul 12:09 pm

    Kamu selalu bisa menjadi pemerhati yang penuh rasa ….jempol buatmu dan pemimpin bagian negeri kita

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 12:59 pm

      Makasih mbak Thia, apresiasinya. Jempol jg buatmu sayang :*

      Suka

    edi padmono said:
    23/01/2014 pukul 2:20 pm

    Negeri ini masih banyak orang baik dan hebat teh, media sering mempublikasikan keburukan sehingga seolah-olah tidak ada kebaikan di negeri ini. Suatu hari, Indonesia akan sejahtera kembali dengan bermunculannya orang baik dan hebat itu. Maka persiapkan diri dan keluarga untuk menjadi orang baik dan hebat agar orang baik dan hebat itu segera tampil memperbaiki negeri ini….”Indonesia Pasti Bisa”

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 3:03 pm

      iya mas senangnya berselancar lalu menemukan orang-orang yg hebat dan inspiratif, jadi nambah semangat ya. Itu yg kita semua butuhkan di negeri ini ; Harapan.
      Makasihsdh berkunjung mas Edi 🙂

      Suka

    Muna Sungkar said:
    23/01/2014 pukul 4:34 pm

    Semoga si bpk in (whoever He is) bisa memegang amanah dgn baik, bnr2 tulus bekerja utk rakyat nkn krn penciptaan, bkn jg krn silau jabatan n harta. Jd pemimpin itu tanggung jwb dunia akhirat lho pak.. (tumben aku serius :-P)

    Suka

      winny widyawati responded:
      23/01/2014 pukul 4:36 pm

      hahaha seneng aku liat mb Muna serius (nyengir)

      Aamiin, mengaminkan do’anya mak Muna, semoga yaa 🙂

      Suka

    lovelyristin said:
    24/01/2014 pukul 9:42 am

    Jd kepo mbak siapa org teladan tsb hihihi..

    Suka

    catatan kecilku said:
    24/01/2014 pukul 10:17 am

    Rasanya aku tahu siapa yang dimaksud mbak Winny.
    Aku pun pengagum rahasianya mbak… dan selalu berdoa beliau senantiasa diberikan kesehatan untuk bisa terus bekerja dan dijaga ketulusan hatinya untuk bisa terus memberikan yang terbaik bagi rakyatnya.
    Meski banyak juga yang membencinya, namun beliau tak ambil pusing karena kerja untuk rakyat adalah prioritasnya, amanah yang diembannya.

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/01/2014 pukul 6:35 pm

      aamiin, siapapun yg selalu bekerja utk orang banyak dengan tulus akan mendapatkan cinta yg banyak jg ya mbak. Yg membenci biasanya krn belum tahu saja, semoga kita termasuk orang2 yg baik spt itu ya mbak 🙂

      Suka

    Ina said:
    25/01/2014 pukul 11:43 pm

    bacanya dari awal udah ngebatin keknya jokowi ajah. eh sayang ampe akhir kalimat nggak nemu siapa dia di benak mbak Win.

    Suka

      winny widyawati responded:
      26/01/2014 pukul 7:01 pm

      kasi tahu nggak yaaa hehehehe

      Alloww mb Ina, makasih yaa udh mampir disini, mmuach ^_^

      Suka

        Ina said:
        27/01/2014 pukul 2:15 pm

        bener kan tebakanku? ngakuuu hayo?

        Suka

        winny widyawati responded:
        27/01/2014 pukul 2:35 pm

        walah, kabur ahhh … ((^_^))

        Suka

        Ina said:
        27/01/2014 pukul 10:29 pm

        waduh ga tanggung awab nih

        Suka

    Dewi said:
    03/02/2014 pukul 4:38 pm

    jokowow mesti nih ,,,,, hahaha sotoy ,,, etapi iyaaa khaannn?? 😛

    Suka

    m anriyan said:
    07/02/2014 pukul 7:01 am

    kalo lihat dari kata bertahun-tahun, spertinya beliau adalah kepala daerah yng menjabat sudah cukup lama, mungkin 5 tahun lebih, kalo jokowi kan baru satu tahunan ya. yah kayaknya bukan jokowi, siapa atuh ya…???
    penasaran nih…

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s