The Smiling Muti {ABG Pengharum Nama Bangsa}

Posted on Updated on

You are what you think.
Just happy be yourself, no matter what they say.
Because you have your own skill

Itulah lajur kalimat yang teruntai di sebuah header blog yang bertajuk Kofuku milik seorang ABG bermata kejora yang berkilau serupa gemintang prestasinya, bernama Muttaqoh Khoirun Nisa atau keluarga dan sahabat-sahabatnya biasa memanggilnya dengan sebutan ‘Muti’. Dari kutipan kesayangannya ini, kisah sang  juara bermula.

Muti adalah salah seorang ABG /remaja putri  Indonesia berasal dari kota Bandung Jawa Barat, yang pada bulan Oktober 2013 ini telah berhasil merebut medali perak dalam ajang 8th World Taekwondo Poomsae Championships atau kejuaraan Taekwondo tingkat dunia di Bali untuk kategori Poomsae (seni beladiri taekwondo).

 Sebelumnya, pada 20 Juni 2013 Muti bersama atlet ABG/remaja Indonesia lainnya berhasil mendapatkan medali perunggu pada arena 7th Asian Junior Taekwondo Championship / AJTC (Kejuaraan Taekwondo Junior Tingkat Asia) di Tennis Indoor Senayan Jakarta.


Jika menilik perjalanannya sejak awal, tak sedikit prestasi yang telah diraihnya sebagai atlet taekwondo. Mengikuti berbagai kejuaraan bela diri ini dari sejak tingkat kota, daerah, nasional,regional, hingga puncaknya memperoleh penghargaan dari asosiasi taekwondo tingkat dunia.

Berjuang mebawa nama bangsa di ajang kejuaraan Taekwondo Asia

Saat Sukses Menagih Perjuangan

Tak berdiri gunung megah melainkan terhujam dibawah tempatnya berpijak, azas yang lebih dalam, besar dan kuat yang telah ditempa bermacam-macam hantaman. Maka demikianlah yang terjadi pada Muti, ABG dengan segala sifat keremajaannya rupanya tak mendapatkan segala penghargaan atas prestasinya itu dengan mudah.

Berawal saat Muti mengutarakan keinginannya kepada orang tuanya untuk belajar ilmu bela diri taekwondo, pada saat ABG ini duduk di bangku sekolah tingkat menengah pertama. Sang ibunda mengizinkannya dengan syarat, ialah Muti harus tetap semangat belajar dan meraih prestasi akademik yang baik (saat itu, ranking akademik Muti berada pada peringkat 20 di kelasnya). Sejak itu, Muti menjalani hari-harinya sebagai pelajar di sekolah menengah pertama negeri di Bandung sekaligus menjadi atlet bela diri taekwondo.

Karena jarak sekolah dari rumahnya cukup jauh, dan Muti harus menggunakan kendaraan umum (angkutan kota) untuk mencapai sekolahnya, maka Muti terbiasa untuk bangun dan mempersiapkan diri lebih pagi.

Setiap hari, pukul 5.45 Muti harus sudah berangkat dari rumah ke sekolah lalu mengikuti program belajar disana sampai sekitar pukul 14.00, berlanjut latihan taekwondo hingga pukul 22.00 yang dilaksanakan 7 (tujuh) kali dalam satu minggu. Dan hebatnya, dalam kondisinya seperti itu Muti masih sempat mengikuti tiga kegiatan ekstra kulikuler di sekolahnya yakni PMR, Seni Angklung dan kegiatan keputrian di DKM sekolah.

Setiap hari, Muti berlatih bela diri taekwondo  selama kurang lebih 5 jam, kecintaannya pada ilmu bela diri yang berasal dari negeri ginseng Korea ini membuat Muti hampir tak pernah absen. Tak masalah bagi Muti untuk menunggu waktu berlatihnya di tempat kakak kelas atau Sabem-nya (pelatih) dengan uang saku hanya 5 (lima) ribu rupiah perhari.

Setiap hari pula, karena kegiatan keatletannya yang begitu padat membuat Muti baru bisa tiba di rumah sekitar pukul 22.00 malam dengan diantar teman atau terkadang pelatihnya, namun menurut ibundanya, Muti lebih sering pulang sendiri. Karena kelelahan yang sangat dengan begitu banyaknya kegiatan di siang hari, biasanya setelah pulang latihan Muti akan lekas tertidur, dan kembali terbangun pukul 02.00 pagi untuk mengerjakan tugas-tugas dari sekolahnya hingga tuntas.

Hingga datang masa menuai buah, Muti berhasil mendapatkan peringkat akademik yang baik di sekolah. Dari semula ranking 20, peringkat Muti naik dan masuk 10 besar, bahkan memasuki tahun-tahun berikutnya peringkat akademik Muti meningkat lagi hingga masuk 5 besar. Semua itu diperolehnya dalam keadaan tetap menjalani latihan taekwondo setiap hari yang 50% biayanya ditanggungnya sendiri karena pada saat itu orang tua Muti dalam keadaan sulit untuk menetapkan alokasi dana untuk keperluan latihan bela dirinya.

Setiap kali akan mengikuti pertandingan, (tingkat kotamadya ataupun kejuaraan daerah) Muti harus menjalani pelatihan yang lebih intens. Beberapa kali bahkan gadis ini masuk camp pelatihan khusus.

Meski mendapatkan dispensasi dari sekolah untuk tak mengikuti kegiatan belajar di kelas, namun Muti tetap harus menjalani ujian tengah dan akhir semesternya di sekolah. Bisa dibayangkan, bagaimana ABG ini harus membagi waktunya di camp pelatihan, sekaligus mengelola tenaga dan fikirannya untuk bisa tetap belajar dengan baik demi kompetisi bela dirinya sekaligus ujian akademis di sekolahnya.

Tak hanya itu, setiap mengikuti kejuaraan taekwondo, Muti berusaha untuk mandiri, tak meminta diantar ataupun dijemput orang tuanya, termasuk pada saat diselenggarakannya Pekan Olahraga Pelajar Nasional XII, Muti berangkat seorang diri dari Bandung ke kota Bogor, padahal Ujian Akhir Nasional tingkat SMP akan digelar beberapa hari sesudahnya.

Namun Muti, terus “berjalan”.

Muti saat sedang memperagakan salah satu jurus indah di arena AJTC 2013
Muti saat sedang memperagakan salah satu jurus indah di arena AJTC 2013

Nilai Sepadan Pengorbanan

Terkadang, ujian menyapa dari arah tak terduga dan disaat yang tak diharapkan pula. Ada saat-saat menangis untuk menunjukkan bahwa walau setegar apa, kita manusia memang miliki keterbatasan.

Pada suatu hari usai menjalani Ujian Akhir Nasional tingkat SMP, dimana tubuh yang tegar tengah didera demam, Muti pulang ke rumah dengan berderai air mata. Semua disebabkan kekecewaannya saat menyaksikan ada sebagian  temannya mendapat bocoran jawaban UAN melalui pesan berantai di smartphone mereka. Adalah suatu pukulan yang menyesakkan bagi ABG yang telah berupaya dengan seluruh kesungguhannya ini untuk belajar, kala harus melihat fihak lain dengan mudahnya melakukan cara tak jujur untuk mendapatkan tujuannya.

Tangisan kedua adalah saat hasil UAN tak sesuai ekspektasinya. Dari hasil 38 yang diharapkannya, hanya 37,6 didapatnya. Sebuah angka pencapaian akademis yang menurut penilaian umum sesungguhnya bukan angka yang jelek bahkan cukup baik. Tapi bagi Muti hal itu bisa menentukan nasibnya tetap maju di dunia tedo (taekwondo)  atau harus mundur.

Hal ini disebabkan karena sebelumnya orang tua Muti telah mewanti-wanti bahwa jika Muti tak bisa lulus dalam ujian nasional dan gagal mendapatkan sekolah yang mendukung semangatnya belajar, maka Muti harus mundur dari dunia bela diri taekwondo yang dicintainya.

Beruntung pada akhirnya Muti berhasil lolos dalam seleksi khusus ke SMA negeri terbaik di kotanya. Namun persoalan tak berhenti disana, rupanya  perjuangannya membela nama bangsa di arena taekwondo pun harus dilakukannya juga di gelanggang pendidikan akademisnya.

Dan inilah kesedihannya ketiga, yakni disaat Muti masuk pelatnas  (karantina untuk para atlet yang akan bertanding di arena olahraga dunia), dalam keadaan jadwal latihan yang padat (sejak pukul 05.00 s/d 19.00 WIB yang dibagi ke dalam 3 sessi) Muti tetap harus belajar dan tetap mengikuti ujian sekolah (baik UTS maupun UAS) serta mengirim semua tugas dari seluruh pelajaran ke sekolahnya di Bandung.

Muti mengerjakan seluruh tugas sekolahnya secara mandiri dengan cara dicicil, dikerjakan sedikit demi sedikit di sela-sela waktu latihannya yang padat, yakni pukul 20.00 – 22.00 (selama di pelatnas guru untuk Muti didatangkan dari SMA 1 Bogor ).

Namun, sesudah seluruh upayanya itu, dimana Muti dan atlet lainnya telah berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia dalam ajang Asian Junior Taekwondo Championship, Muti menerima sikap kurang membesarkan hati dari fihak sekolah menyangkut nilai akademis yang seharusnya diterimanya karena Muti telah melaksanakan semua kewajibannya sebagai pelajar. Ditambah lagi kegusaran yang diperlihatkan fihak sekolah kepada ABG yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia ini di ajang internasional saat memohon dispensasi lagi untuk belajar di camp pelatihan dalam rangka persiapan menghadapi ajang Islamic Solidarity Games III di Palembang.

Muti meraih medali perak di ajang World TaekwondoPoomsae Championship
Muti meraih medali perak di ajang World TaekwondoPoomsae Championship

Namun, memanglah berlian tak bisa didapat dengan hanya mengutipnya begitu rupa, ia adalah hasil tempaan lapisan bumi berabad-abad dan asahan tajam pisau berbilang-bilang untuk mendapatkan kemilau nan mempesonakan.

Maka demikianpun keberhasilan, siapapun tak bisa mengarapkannya datang dengan kemudahan. Muti telah membuktikan,kepada diri, keluarga, masyarakat dan bangsanya bahwa banyak remaja di Indonesia, ABG seperti Muti yang siap dan menyanggupkan diri untuk berani memilih jalan yang mendaki lagi sukar untuk memuliakan karunia kehidupan. Dan Muti juga telah menunjukkan bahwa impian setinggi apapun bisa dicapai asalkan mau membayarnya dengan kesungguhan dan kerja keras.

Tetap semangat Muti,  jangan pernah menyerah, seperti kata-kata kecintaanmu :

Just happy be yourself, no matter what they say.
Because you have your own skill
Man Jadda wa Jada
 
muttaqoh fb
 
“Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger”
 
Iklan

36 thoughts on “The Smiling Muti {ABG Pengharum Nama Bangsa}

    Chrismana"bee" said:
    08/11/2013 pukul 2:24 pm

    Keren ya mbak si muti, perjuangannya telah membuahkan hasil,..
    kebanggaan orang tua yang nggak bisa dibayar 😀

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/11/2013 pukul 6:37 pm

      Benar mbak, untuk remaja seusianya, pencapaian Muti tentu sangat membanggakan orang tuanya, tapi itu semua memang tak diperoleh dgn mudah. Disitu intinya, mengajarkan kpd kita utk tak mudah menyerah ya 🙂

      Suka

    Shohibul Kontes KUPM 2014 said:
    08/11/2013 pukul 2:30 pm

    Mari kita ciptakan ABG yang berprestasi.
    Wah memang cantik nich

    Dengan bangga saya mengundang sahabat untuk mengikuti Kontes Unggulan Proyek Monumental Tahun 2014
    Silahkan cek syarat dan ketentuannya di http://abdulcholik.com/2013/11/01/kontes-unggulanproyek-monumental-tahun-2014/

    Salam hangat dari Surabaya

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/11/2013 pukul 6:39 pm

      mari mari pakde hehe

      proyek monumental sdh ada sejak lama pakde, insya Allah sy ikut kontesnya 🙂
      Terima kasih pakde 🙂

      Suka

    nurme said:
    08/11/2013 pukul 2:41 pm

    Hebat ya..
    Ternyata masih ada anak seperti Muti 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/11/2013 pukul 6:40 pm

      Iya Pie, smg lebih banyak lagi ABG seperti Muti ya 🙂

      Suka

        nurme said:
        08/11/2013 pukul 10:24 pm

        Aamiin.. Aamiin.. Aamiin YRA

        Suka

    Iwan Yuliyanto said:
    08/11/2013 pukul 3:21 pm

    Muti keren, tangguh, insya Allah shalihah. Barusan juga lihat videonya di Youtube.

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/11/2013 pukul 6:44 pm

      Saya sudah coba pasang video dr youtube-nya belum berhasil mas Iwan, yg muncul hanya kode URL sj. Nanti sy coba lg

      Suka

    punyahannawilbur said:
    08/11/2013 pukul 3:38 pm

    Wah, terus gimana pihak sekolah sekarang? udah ngasih izin? Keren tulisannya 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      08/11/2013 pukul 6:49 pm

      Itulah mbak Hana, ada masalah dgn fihak sekolah terkait dengan pemberian nilai akademik, tapi sudah ada komunikasi antar sekolah dan orang tua Muti, semoga ke depan dilancarkan segalanya ya, 🙂
      TErima kasih apresiasinya mbak Hanna 🙂

      Suka

    ayanapunya said:
    08/11/2013 pukul 4:19 pm

    Suksed terus ya buat muti 🙂

    Suka

    Warung Blogger said:
    08/11/2013 pukul 6:12 pm

    Terima kasih turut mendukung gerakan PKK WB

    artikel sudah tercatat sebagai peserta ya

    Suka

    edi padmono said:
    09/11/2013 pukul 9:04 am

    menulis dengan alur yang panjang namun lengkap dengan data, itulah yang saya sukai dari tulisan teteh.

    Suka

      winny widyawati responded:
      09/11/2013 pukul 12:10 pm

      Terima kasih mas Edi, ya sy berusaha selalu melakukan riset (meskipun sederhana) di artikel sy spy bisa menyampaikan informasi yg setidaknya mendekati benar, smg tak ada fihak yg merasa dirugikan dlm tulisan2 sy dan smg tercapai harapannya, yaitu menghidangkan tulisan yg bermanfaat.

      Suka

    Fridha Rasjid said:
    09/11/2013 pukul 1:34 pm

    Masya Allah…apresiasi yang mengharukan…
    Setiap kali hendak menambahkan komentar, setiap kali itu pula kuhapus….krn memang lebih pas jika kusampaikan terimakasih….semoga bisa memberikan maslahat bagi semua dan juga memotivasi muti untuk menjadi lebih baik lagi….aamiin yra…

    Suka

      winny widyawati responded:
      09/11/2013 pukul 1:51 pm

      Senangnya Fridha bisa hadir disini. Mohon maafkan saya kalau banyak hal yg keliru di tulisanku ini ya Frid,tp intinya winny cm ingin membagi semangat Muti utk org banyak, smg semkin banyak remaja / ABG kita yg terinspirasi dan meneladani kehebatan Muti.

      Teman2, Fridha ini bunda dari Muti, ABG yg menjadi inspiring person tulisan ini. 🙂

      Suka

    Beny Bandanajaya said:
    09/11/2013 pukul 7:23 pm

    Wah keren tulisannya sangat mengalir dan benar2 cukup menggambarkan perjalanan Muti. …. terimakasih banyak ya Win atas perhatian dan tentu doa nya. Semoga Allah membalas dengan barokahNya untuk Winny dan keluarga … aamiin YRA

    Suka

      winny widyawati responded:
      09/11/2013 pukul 8:37 pm

      Terima kasih kembali Beny, dan jg Fridha sdh mengizinkan saya mengangkat profil Muti disini, smg Allah memberkahi Beny dan keluarga. Aamiin
      Terima kasih uga atas do’anya 🙂

      Suka

    Mochamad Fitrianto Wibowo said:
    09/11/2013 pukul 7:59 pm

    salut buat muti, baru tau cerita muti sbegininya,,

    muti udah membanggakan orang2 disekitarnya,

    keep going well,

    Suka

      winny widyawati responded:
      09/11/2013 pukul 8:43 pm

      Muti salah satu contoh ABG yg kisah keberanian dan keteguhannya perlu dibagi kpd “dunia’ supaya bisa lebih banyak lagi remaja yg termotivasi utk berani bermimpi dan mau membela mimpinya 🙂

      Suka

    hendronurkholis said:
    09/11/2013 pukul 8:25 pm

    keren ya si muti
    jadi nyesel terlalu byk leha2 waktu abg dulu 😦

    Suka

      winny widyawati responded:
      09/11/2013 pukul 8:44 pm

      saya juga nyesel kalo sampai nggak nulis tentang Muti 😀

      Suka

    tinsyam said:
    09/11/2013 pukul 11:15 pm

    masih muda sudah menginspirasi..

    Suka

    Cerita ABG said:
    10/11/2013 pukul 12:46 pm

    Salam buat mbak Muti…. hiihi 😀

    Suka

      winny widyawati responded:
      10/11/2013 pukul 1:36 pm

      Semoga Muti baca salammu dan bisa memmbalasnya ya, terima kasih dek 🙂

      Suka

        Tempat Karaoke said:
        17/12/2013 pukul 1:44 am

        Amiiiieeen… hehehe 😀
        Kapan ya ada kelanjutan Program PKK kembali… Setelah Cerita ABG, Prediksi Jitu, kira2 Apalagi yach ?? Ada saran nggak ?? 🙂 Ntar kalo tebakannya tepat bakal dapat Suprise dari Ane.. hehehe 😀

        *SaHaTaGo [Salam Hangat Tanpa Gosong] Pojok Bumi Kalibayem – Yogyakarta
        Si Blogger yang Doyan Nongkrong di Tempat Karaoke he 😀

        Suka

    Moch.Mochklisin said:
    13/11/2013 pukul 3:09 am

    Mantappp artikelnya…..mari kita brantas artikel2 jahat dengan terus mndukung PKK WB…..

    Suka

    obat asma anak said:
    19/11/2013 pukul 1:57 pm

    cuaca dingin begini asiknya baca-baca informasi bermanfaat yang seperti ini dulu, terimakasih atas informasinya

    Suka

    Obat Susah Buang Angin said:
    27/11/2013 pukul 1:36 pm

    Cerita yang sangat bermanfaat..
    semoga sukses

    Suka

    Fajri Yulian Maryani said:
    22/12/2013 pukul 2:52 pm

    Baca ini jadi kangen latian bareng muti di Reborn, Sukses terus buat muti, Insyaallah diberkahi selalu, amiiinnnn 😉

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s