Saat Bahagia Dimaknai Berbeda

Posted on Updated on

Mulanya membaca resensi buku “Surat Kecil Untuk Tuhan” yang diulas secara singkat oleh Agnes Danovar di Goodreads. Tak sadar,hati terbawa paparan sang penulis menelisik kehidupan sang penyandang Rhabdomyosarcoma pertama di Indonesia. Rhabdomyosarcoma adalah kanker jaringan lunak yang diderita seorang gadis bernama Gita Sesa Wanda Cantika seorang remaja putri berusia 13 tahun.

Lalu aku mulai melanjutkan jalan-jalan siangku ke blog-blog dengan tulisan bertema kanker seperti milik sahabat blogku  sejak masih di Multiply.com dulu Bunda Julie. Seluruh isi postingan beliau bernas dengan pengalaman dan perjalanan beliau berjuang menghadapi penyakitnya. Hingga lalu kuterdampar di blog milik sahabatku sesama anggota komunitas emak blogger (KEB)  mbak Alaika Abdullah ini dan tak beranjak lagi. Sebuah tulisan yang mewakili kekagumanku kepada para penyintas kanker yang tegar dalam menghadapi lembaran taqdirnya dan bahkan menjadi inspirasi yang mencahayai suramnya paradigma bahwa penderita kanker itu rapuh dan lemah.

Saya pernah limbung, saat di awal tahun 2011 mengetahui almarhumah Mamaku mengidap Leukemia. Sempat tak percaya, bahwa ada anggota keluargaku akhirnya disinggahi juga penyakit dahsyat itu. Dan yang paling menyedihkan adalah, yang dibidik penyakit itu adalah mamaku sendiri. Di usia beliau yang belum menginjak 64 tahun, Mama harus menyandang kanker darah, setelah sebelumnya dihantam stroke yang melumpuhkan raganya. Betapa beratnya memikul duka, terlebih kami tinggal di kota yang berbeda. Saya di Bogor, dan Mama di Bandung.

Saya sudah penah menuliskan kisahnya di postingan saya disini, maka saya tak akan mengulanginya lagi. Saya hanya ingin bermesra dengan kumpulan ketabahan, yang memeluk Mamaku saat itu, yang menghiasi kehidupan para penyintas kanker  dan atau para pengidap penyakit berat lainnya. Bagaimana dalam sisa usia mereka, nyata dipenuhi oleh gemintangnya prestasi.  Vonis dokter tak  menyembelih semangat hidup mereka, bahkan hal itu menjadi pemicu cita-cita untuk mendapatkan kehidupan yang  lebih berarti.

Mungkin kita ingat bagaimana seorang Ferrasta Soebardi atau masyarakat lebih mengenalnya sebagai Pepeng, seorang pelawak dan artis yang mengidap Multiple Sclerosis ( Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit sistem syaraf yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang) bertahun-tahun mengayuh kemudi sebagai kepala keluarga, tetap berkarya dan menafkahi keluarganya dari atas ranjang dan kursi roda sambil menahan rasa sakitnya tanpa mengeluh sedikitpun. Berhasil menuntaskan program pasca sarjananya dan menulis buku serta memandu beberapa program televisi dalam sepanjang beliau menanggung penyakitnya. Subhanallah.

Dari mas Pepeng ini kita bisa menciduk banyak sekali hikmah. Yang saya ingat adalah, bagaimana beliau memaknai sakit dan penderitaan. Menurut beliau, siapapun bisa saja mengidap penyakit walau seberat apa. Namun diantara mereka, ada yang tak serta merta menjadi menderita hidupnya. Pain and Sickness, dua kata kunci yang melekat di fikiran saya. Bisa jadi dua orang yang berbeda tertimpa penyakit atau kesulitan yang sama, tapi bisa jadi yang seorang terus mengeluh atau bahkan berteriak-teriak sedang satu yang lainnya tenang-tenang saja.

“Saat kita merasakan sakit lalu kita berteriak :”Aaww !!!”, sebenarnya yang berteriak itu sufferingnya, penderitaannya. Jika penderitaan itu kita kembalikan kepada Allah maka hilanglah ia. Dan saya kira itu hanya bisa dilihat dengan kaca mata iman.” (Pepeng Soebardi)

Untuk lebih jelasnya, saya iringkan tulisan ini dengan video tentang beliau pada sebuah program di televisi :

Malu hati kepada Allah, jika masih dikarunia kesehatan namun masih tersibuk dengan kelalaian dan bahkan berbangga dengan kesalahan-kesalahan.

Takzimku atas gelombang hikmah ini, menjadi penghiburan atas kesedihan yang kerap kali datang jika mengenang almarhumah Mama. Semoga Mama telah bahagia bersama Allah, dan semoga kami disini diperkenan untuk mewarisi segenap kesabaran dan keikhlasannya. Dan semoga Papa, teruus dikarunia kesehatan dan kebahagiaan selamanya.

Love you Mama, Papa …

Cinta tak bertepi
Cinta tak bertepi
Iklan

20 thoughts on “Saat Bahagia Dimaknai Berbeda

    tinsyam said:
    27/09/2013 pukul 10:25 am

    sakit kadang membuatku juga mikir, indahnya sehat..

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/09/2013 pukul 10:34 am

      Iya betul mbak, kalau sudah kena penyakit, meski cuma batuk kering spt aku ini sekarang, amboiii “nikmatnya” hehehe

      Suka

    Julie Utami said:
    27/09/2013 pukul 10:27 am

    Terima kasih atas dukungan moralnya selama ini ya neng Winny. Kanker itu menyakitkan tapi sekaligus membuat keluarga saya makin utuh sekarang ini. Kami berjuang bersama-sama, termasuk dengan sekumpulan tim medis yang sangat peduli. Sekali lagi al-Fatihah untuk mama ya.

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/09/2013 pukul 10:36 am

      Pribadi ibu, hingga tulisan2 Ibu inspirasiku dan inspirasi banyak orang. Tetap menulis ya Bu, setidaknya untuk penawar kangenku sm Ibu. Semoga Ibu diberinya kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik dr sebelumnya. Aamin

      Suka

        Julie Utami said:
        27/09/2013 pukul 10:46 am

        Saya baca kisah bu Lily itu juga di tabloid Nova waktu lagi iseng nunggu giliran kontrol di RS. Hebat memang1

        Suka

    ayanapunya said:
    27/09/2013 pukul 10:31 am

    Yang video pepeng itu memang inspiratif banget ya, mba

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/09/2013 pukul 10:38 am

      Iya mbak Antung, saya selalu terharu menyimaknya.

      Suka

        jampang said:
        27/09/2013 pukul 10:41 pm

        saya juga pernah menyaksikan video wawancara dengan om pepeng…. cuma di dalam acara yang berbeda… dan memang sepertinya beliau bisa “menikmati” yang terjadi

        Suka

    srisugiarti said:
    27/09/2013 pukul 10:42 am

    yup setuju mbak…semangat

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/09/2013 pukul 3:38 pm

      Semangat juga mbak Sri, semoga mb Sri sekeluarga selalu dlm nikmat sehat ya 🙂

      Suka

    Susanti Dewi said:
    27/09/2013 pukul 11:03 am

    Mereka, yang bisa memerangi penderitaan, kesakitan, adalah para pejuang yg menginspirasi kita, sebagai manusia biasa. Salut untuk mereka semua.

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/09/2013 pukul 3:40 pm

      Betul mbak, dan karena mereka juga tulisan2 seperti ini lahir. 🙂

      Suka

    ameliatanti said:
    27/09/2013 pukul 11:37 am

    terimakasih mbak Winny. very inspiring 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/09/2013 pukul 3:41 pm

      sama2 mb Amel, terima kasih juga sdh berkenan singgah ya mbak 🙂

      Suka

    enci harmoni said:
    27/09/2013 pukul 2:56 pm

    nyentuh sekali critanya mbak…. membuat saya makin bersyukur… alloh lebih banyak ngasih sehat dibanding sakit ….

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/09/2013 pukul 3:43 pm

      Betul mbak, betapa kita seriing terlupa dari rasa syukur ya, saat nikmat itu dicabut sadarlah diri betapa mahalnya karunia Allah.

      Suka

    edi padmono said:
    27/09/2013 pukul 11:19 pm

    Sakit adalah ujian sekaligus penghapus dosa, dan sabar, ihlas adalah bentuk ibadah bagi orangyang sakit. Maka beruntunglah bagi orang orang yang mampu melewati ujian sakitnya dengan lenuh kesabaran.

    Suka

      winny widyawati responded:
      28/09/2013 pukul 7:25 am

      insya ALlah mas, semoga orang2 yg sedang diuji dengan penyakitnya dikarunia keikhlasan dan kesabaran itu

      Suka

    ila rizky nidiana (@ila_rizky) said:
    28/09/2013 pukul 1:22 am

    tulisannya bagus, mba. kalo sakit masih disikapi dengan bijak, jarang orang yang begini. bisa jadi jalan hidupnya akhirnya berbeda dari jalan hidup sebelumnya. nice sharing 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      28/09/2013 pukul 7:26 am

      Terima kasih mb Ila atas sharing komentarnya, moga kitapun bisa sebijak itu ya 🙂

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s