Senandung Ibu

Posted on Updated on

Terkadang, saat lelah bertandang, sekelumit jemu merundung datang.
Namun kuhanya memandangimu, dan itu mencukupiku.

Tak perlu bergunung buku
Tak perlu meluap ilmu
Kamulah pertanyaan sekaligus jawaban sederhana itu

Iklan

15 thoughts on “Senandung Ibu

    capung2 said:
    24/08/2013 pukul 12:33 am

    luar biasa memang seorang ibu..

    like this !

    Suka

    novianadewi said:
    24/08/2013 pukul 5:02 am

    nyes nyes nyes deh bacanya…..

    Suka

      winny widyawati responded:
      24/08/2013 pukul 5:24 am

      hehehe sebetulnya cinta Ibu tak terkatakan ya mbak dan mbak Novi bunda yang hebat di mataku *peluk2

      Suka

    jampang said:
    24/08/2013 pukul 10:11 am

    sungguh mulia seorang ibu… maka pantas surga ada di bawah telapak kakinya

    Suka

      winny widyawati responded:
      27/08/2013 pukul 5:06 am

      ibu yang mulia pastilah karena ada pria yang mulia juga di sisinya ya šŸ™‚

      Suka

    Ika Koentjoro said:
    24/08/2013 pukul 10:00 pm

    So sweet, jadi terharu

    Suka

    rusydi hikmawan said:
    25/08/2013 pukul 7:39 pm

    bener2 menikmati sebagai ibu. pertahankan ini, bu. anaknya pasti bisa merasakan sayang itu

    Suka

      winny widyawati responded:
      26/08/2013 pukul 4:09 pm

      semog bisa jadi ibu yg baik, mhn do’nya ya šŸ™‚

      Suka

    kakaakin said:
    26/08/2013 pukul 2:11 pm

    Saya jadi ingat emak saya. Betapa besar cinta beliau pada saya selama ini, dan kelak beliau haru bersiap melepas saya…
    *ngusap mata

    Suka

      winny widyawati responded:
      26/08/2013 pukul 4:08 pm

      Semog emak dinda Kakaakin selalu dalam nikmt sehat dan perlindunganNYA ya, aamiin … šŸ™‚

      Suka

    putra said:
    26/08/2013 pukul 10:38 pm

    Terima kasih ibu.
    Aku akan selalu berusaha membuatmu lupa pedih letihmu.
    Membunuh jarak waktu dengan memelukmu.
    Aku disini.

    Senandung Anak

    Suka

    lampumerah said:
    27/08/2013 pukul 3:47 am

    puisi yang sangat indah dari seorang bunda…
    aku bersyukur Teteh bisa mengekspresikan itu dalam sajak yang begitu indahnya
    tentang debur dan kejaran nafas di dada, yang mampu melambungkan hasrat seorang Bunda tercinta
    tentang surga dan cinta yang tidak pernah dijauhkan dari ananda karena kecintaan dan ketenteraman seorang bunda.. .^_^

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s