Guru-Guru Kehidupan

Posted on Updated on

Kita tak pernah bisa mengetahui sejatinya orang. Itu sebabnya kita sering terheran-heran dengan kesabaran sebagian orang yang kita temui dalam kehidupan.

Aku teringat beberapa sahabat masa kecilku. Salah satunya kini berprofesi sebagai seorang dokter. Tentu karena sesuatu alasan, hingga dia menerima pernikahannya atas sebab perjodohan. Menikah tanpa cinta, berumah tangga dengan banyak anak, pekerjaan suami yang serabutan bahkan lebih banyak menganggur di rumah,Β  adalah hal yang mengherankan dalam pandangan umum termasuk pandanganku bagi seorang dokter berotak cerdas dan berwajah cantik seperti dia.

Segala cibiran telah menyesaki ruang pendengarannya, terutama dari tetangga dan teman-temannya. Tapi sahabat dokterku itu tetap menjalani perannya. Ia tetap menjadi ibu yang sabar bagi ke-enam anak-anaknya yangΒ  masih kecil-kecil meski kelelahan yang sangat, kerap membuat kesehatannya tumbang.

ia tetap melayani pasien-pasiennya dengan senyum meski sampai sekarang karirnya tak beranjak tetap saja sebagai dokter umum, dikala teman-teman seangkatannya sudah menjadi dokter spesialis dan meraih gelar Doktor. Bukan, bukan karena ia malas belajar dan tak mau sekolah lagi, namun disebabkan penghasilan dan waktunya tercurah seluruhnya untuk menafkahi keluarganya dan sekolah anak-anaknya hingga tak memberinya keleluasaan untuk mengambil pendidikan kedokteran yang lebih tinggi lagi.

iapun tetap menjadi istri yang setia dan menghormati suaminya yang tak tentu pekerjaannya itu.

Β 

Apakah dia mengeluh ? ya mungkin dia sesekali mengeluh. Manusiawi sekali. Tapi dia tak pernah menuntut orang lain untuk menyenangkan dirinya, bahkan dia yang selalu menyediakan diri untuk memenuhi hak-hak orang banyak. Hingga menemukan bahwa kebahagiaannya ada pada senyum orang-orang di sekitarnya.

Tak bisa terbilang jari, orang-orang di sekitar kita yang hidup dalam tingkat kehidupan yang teramat rendah. Melintasi berlapis-lapis kesulitan yang harus ditembus, namun semua kesulitan itu tak sanggup menahan mereka untuk terus maju. Karena apa ? karena mereka justru yang terus merubah dirinya menjadi lebih baik lagi. Setiap kali persoalan hidup datang, setiap kali itu pula mereka tumbuh dan berubah semakin dewasa sehingga disebabkannya mereka menjadi semakin tenang dan semakin pandai menghadapinya.

Dunia kita nyatanya tak semenyedihkan yang dikabarkan. Betapa banyak guru-guru kehidupan. Dari mereka kita bisa banyak belajar. Tentang kesabaran. Tentang kesyukuran.

#HidupIniIndah

–>

Iklan

12 thoughts on “Guru-Guru Kehidupan

    ayundaslamet said:
    28/07/2013 pukul 6:20 am

    luar biasa mba ceritanya.terkadang kita merasa menjadi orang paling malang di dunia tetapi ada yang lebih malang dari yang sedang kita rasakan..dan mereka sanggup untu melewatinya..

    Suka

      winny widyawati responded:
      28/07/2013 pukul 7:11 am

      Betul mbak Ayu, dan alhamdulillah, ternyata kesabaran seseorang itu berefek domino ya bisa membuat orang lain tercerahkan dan terkuatkan πŸ™‚

      Suka

    alaika said:
    28/07/2013 pukul 11:32 am

    Bener banget, Mbak, bahwa pengalaman [milik siapa pun] adalah guru paling berharga bagi improvement kehidupan, sejauh kita dengan jeli memandangnya sebagai bahan pembelajaran. Mari kita belajar dari berbagai ‘guru’ yang ada di sekeliling kita, agar qualitas diri kita menjadi lebih baik. πŸ™‚ Trims pencerahannya.

    Suka

      winny widyawati responded:
      28/07/2013 pukul 11:05 pm

      yuk kita belajar ^_^

      Sama-sama mb Alaika, trims kembali ya πŸ™‚

      Suka

    danirachmat said:
    29/07/2013 pukul 2:55 am

    Salam buat sahabatnya ya Mba. Salut dan doa saya semoga kebahagiaan selalu menyertainya dan keluarga.. πŸ™‚

    Suka

      winny widyawati responded:
      29/07/2013 pukul 8:04 am

      Insya Allah salamnya disampaikan nanti mas Dani terima kasih atas do’anya ya πŸ™‚

      Suka

    jampang said:
    29/07/2013 pukul 4:43 am

    salut untuk beliau…. keluarga memang lebih utama

    Suka

      winny widyawati responded:
      29/07/2013 pukul 8:06 am

      Intinya pemahaman dan penerimaan yg baik atas apa yg diberikan Tuhan ya bang, hingga dia tak pernah merasa bernasib malang krn ia terus meng-up grade dirinya menjadi lebih baik πŸ™‚

      Suka

    nh18 said:
    29/07/2013 pukul 6:37 am

    Sejatinya
    Kita bisa belajar kehidupan dari siapa saja …
    apapun profesinya

    Salut dengan Bu Dokter itu

    Salam saya

    Suka

      winny widyawati responded:
      29/07/2013 pukul 8:03 am

      Salamnya nanti disampaikan Om insya Allah, terima kasih ya πŸ™‚

      Suka

    tinsyam said:
    30/07/2013 pukul 1:53 am

    keren sahabat dokternya, mentingin keluarga.. tabik deh.. pasti punya bahagia nya juga..

    Suka

      winny widyawati responded:
      30/07/2013 pukul 3:33 am

      iya mbak, pasti bahagia, orang dia senyum terus kl ketemu aku hehehe

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s