Biarkan Hebat, Namun Tetap Indah

Kutipan Posted on Updated on

Saya selalu mengagumi para petutur yang mengujarkan kalimatnya dalam madah-madah indah. Saya percaya, bahwa dibalik tulisan-tulisan nan elok itu tersimpan nalar yang kuat yang dipimpin nurani yang lembut memikat.

Di ranah maya ini tak diragukan lagi berlimpahan prosa dan puisi bak dedaunan di musim gugur nan berserakan, namun dituturkan dalam spektrum kesedihan, kegamangan dan keputusasaan. Jika tak menangiskan cinta yang tak sampai, adalah amarah karena pengkhianatan. Amboi, kita tak seterpuruk itu saudaraku.

Kita semua memiliki leluhur yang genial pada zamannya, banyak hal-hal baru di dunia ilmu pengetahuan di dunia telah ditemukan melalui “tangan” mereka. Para inventor yang menyediakan hidupnya untuk sebesar-besar manfaat bagi umat manusia.

Namun yang menakjubkan adalah, dalam kekhusukan mereka meretas jalan bagi memuliakan kehidupan dengan kerja keras dan pencapaian-pencapaian yang membanggakan, semua itu tak mencuri mutiara romantisme yang bersemayam di kedalaman rasanya. Ada jiwa berseni yang berpendar-pendar, ada diksi yang membesarkan hati, ada kelembutan yang mengindahkan jalinan dengan orang-orang terkasih.

Peran ilmu untuk membuat tugas kita lebih mudah, dan peran seni untuk membuatnya lebih indah. Jadi, biarkan hidupmu hebat, namun tetap puitis dan memikat.

#winny

Status FB-ku hari ini

Just words

Iklan

10 thoughts on “Biarkan Hebat, Namun Tetap Indah

    Julie Utami said:
    11/03/2013 pukul 5:25 am

    Petutur yang mengujarkan kalimatnya dalam madah-madah indah itu adalah anda sendiri, ananda cantik! Itu sebabnya saya suka datang ke mari.

    Suka

      winny widyawati responded:
      11/03/2013 pukul 7:46 am

      Aih, Ibu memang pengunjung setiaku yang selalu buat aku terbang dan nyangkut di tiang listrik saking tersanjungnya hehee

      Makasih Ibuku sayang, salam hormat selalu dari putrimu ini 🙂

      Suka

        Julie Utami said:
        11/03/2013 pukul 8:08 am

        Awas hati-hati jatuh, di bawah becek pula sisa hujan kemarin dulu!

        Suka

        winny widyawati responded:
        11/03/2013 pukul 8:13 am

        Tenang Bu, udah kering koq, hehhee

        Bagaimana kabaranya Ibu ? kapan mulai kemo ?
        Entah kenapa beberapa hari ini ingin menulis tentang para penyintas kanker, dan terkhusus Ibu Julie ini dan ketabahannya.

        Suka

        Julie Utami said:
        11/03/2013 pukul 11:47 am

        Tadi siang RS telepon. Alhamdulillah saya dikemo hari Sabtu (16/03) ini. Mestinya sih tanggal 02 kemarin, tapi apotik RS bilang obatnya belum ada, jadi ditunda. Terus dikira saya sudah persiapan periksa ke lab dan internist, padahal sih baru periksa lab, internistnya belum karena kata asistennya internist mesti menjelang harinya kemo. Jadi tadinya mau dipanggil untuk kemo besok pagi, nggak jadi, mundur ke Sabtu, hari Kamisnya ke internist dulu untuk mendapat “clearance”.

        Doain ya, soalnya baca buku pemberian dokter Prita mengenai pengalaman pasien kemo kok jadi kebayang enggak nyamannya gitu. Bukannya hati saya malah tenang, malah jadi gelisah 😦

        Suka

        winny widyawati responded:
        12/03/2013 pukul 5:45 am

        Selalu Ibu. selalu berlimpah do’a buat Ibu. Ibu tahu Mama saya pergi karena kanker, saya nggk mau kehilangan orang yg saya sayang krn penyakit itu lg. Kita akan berikhtiar ya Bu, smg Allah ijabahi.
        Ibu jangan takut chemotherapy. Ibu sdh lalui hal yg nggk nyaman sebelumnya, Ibu pasti kuat. Itu yg selalu sy minta kpd Allah, semoga dalam masa pengobatan ini, Ibu dijauhkan dari ketidaknyamanan, apalagi rasa sakit. Banyak dzikir ya Bu.

        *peluk*

        Suka

        Julie Utami said:
        12/03/2013 pukul 6:43 am

        Iya, insya Allah, sebab dzikir itu memang teman istirahat saya yang menyenangkan, karena Allah adalah peristirahatan saya yang abadi. Al Fatihah untuk ibu ya neng. Ibu dulu karena kanker apa? Maaf jadi nanya.

        Suka

        winny widyawati responded:
        12/03/2013 pukul 9:49 am

        Mama sy kena Leukemia Bu, kanker darah 😦

        Suka

    Isnuansa said:
    16/03/2013 pukul 6:11 am

    Saya selalu kagum dengan orang yang pandai merangkai kata, Mbak. Karena saya sendiri nggak mampu. 😦

    Suka

      winny widyawati responded:
      16/03/2013 pukul 8:46 am

      😦 Maafkan kekeliruan saya menyampaikan maksud. Tulisan ini hanya mengkritisi orang-orang yang menulis sesuatu yang menyedihkan dengan bahasa2 yg puitis. Padahal apa yg kita baca sebetulnya bisa berpengaruh besar buat orang lain. Mengapa energi yg besar itu tak disampaikan untuk hal2 yg lebih membangun mental yg lebih baik, bukan keluhan2 yg mungkin orang lain tidak butuhkan.

      Please jangan merasa nggak mampu ya. Setiap kita punya kelebihan dan kekurangannya sendiri2

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s