3B (Beauty, Beauty and Beauty) ???

Posted on Updated on

Malam sudah cukup larut untuk blok di sekitar rumah saya, sejak lama suara jangkrik sudah ramai terdengar dari kejauhan, seperti orchestra sederhana di samping rumah yang menina bobokan, dan itu membantu anak-anak lebih lekas terlelap.

Saya masih membaca beberapa artikel tulisan teman-teman blog. Sambil mengusap-usap punggung Rahma yang sesekali bergumam dalam tidurnya, entah apa yang sedang dia mimpikan, sesekali saya lalu membaca-baca  beberapa kabar juga dari sebuah situs pemberitaan online yang teraplikasi di mobile phone. Tiba-tiba sebuah berita mencuri perhatian saya, rupanya dunia kita tidak pernah benar-benar tertidur.

Jakarta – Malam grand final Pemilihan Puteri Indonesia 2013 akhirnya telah selesai digelar. Wakil dari Sumatera Barat, Whulandary Herman sukses merengkuh mahkota Puteri Indonesia 2013.

Dara berusia 24 tahun itu sukses mengalahkan rekan satu kepulauannya, Marisa Santika Baladewi di saat-saat akhir. Marisa pun memeroleh Runner Up I di ajang tersebut.

“Dan selamat kepada Puteri Indonesia 2013, Whulandary dari Sumatera Barat,” teriak Choky Sitohang yang menjadi host di ajang tersebut, di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2013) dini hari.

Sementara di tempat lain, Runner Up II ditempati oleh wakil dari Bali, Cok Istri Krisnanda Widani. Cok juga akan dinobatkan sebagai Puteri Lingkungan Hidup.

Whulandary resmi menerima mahkota dengan desain terbaru berlapis emas putih PLG serta bertaburkan batu-batuan alam dan mutiara Indonesia. Puteri Indonesia 2012, Maria Selena pun menyerahkan mahkota tersebut.

Sumber : Mauludi Rismoyo – detikhot

Sabtu, 02/02/2013 00:27 WIB

Acara itu dihadiri oleh Miss Universe 2012 Olivia Culpo, wanita asal Amerika Serikat yang tampak sangat anggun dalam kebaya batik coklatnya. Dan beliau juga yang menyematkan mahkota tanda kemenangan kepada sang Putri Indonesia, yang tentunya diiringi tepuk tangan gempita dari seluruh penonton di ruangan itu, atau juga banyak pemirsa yang mengikuti acara tersebut di beberapa bagian besar negeri ini.

Hmm, lalu saya teringat sebuah tulisan karya Hasanain Juaini yang beliau tulis di facebook pada grup MNDCI (Membangun Negeri Dengan Cinta Ibu) beberapa bulan yang lalu. Tulisan itu sebenarnya menceritakan tentang perjalanan beliau ke India untuk menghadiri undangan dari penyandang dana Chennai Conference for Transformative Leader dan Global Green Economic sebagai salah satu dari 20 undangan terkait pernghargaan yang sebelumnya beliau terima yaitu Raymon Mag Saysay 2011 dari Pemerintah Philipina.

Dalam tulisan itu ada sebuah paragraf yang menggelitik nurani, menceritakan bagaimana sang Tuan Guru (panggilan kepada orang yang dianggap ulama atau orang yang dianggap berilmu atau pimpinan pesantren yang sekelas Kyai di Jawa Timur) Hasanain Juaini ditanya oleh beberapa santrinya.

“Tuan Guru, Apakah orang-orang India itu benar cantik-cantik seperti yang terlihat dalam film-film” ?.

Saya kagum dengan jawaban sang Tuan Guru atas pertanyaan itu :

“Tidak berguna menjadi wanita yang cantik, kalau tidak berilmu dan tak bisa menempatkan kemuliaannya sebagai wanita”.

Lalu beliau menulis, bahwa kecantikan wanita itu adalah anugrah Tuhan yang patut disyukuri, tapi kecantikan bukan prestasi, yang pantas untuk dilombakan, dimana ada yang menang dan kalah karenanya.  

“Jika sudah merasa dan mendapat anugerah cantik ya syukuri saja. Itu sudah cukup. Tidak lantas diexploitasi dan diagung-agungkan, karena sesungguhnya kecantikan manusia tidak ada apa-apanya jika ia tidak berilmu alias kosong”.

Jadi menurut beliau, kontes-kontes ratu kecantikan adalah hal paling bodoh yang dilakukan umat manusia. Mereka menyesatkan banyak orang dalam memaknai sebuah kecantikan. Disadari atau tidak, pelan tapi pasti manusia akan berkiblat kepada materi dan kebendaan serta hal-hal yang terkait dengan fisik. Meski kontes dunia Miss Universe mengumandangkan jargon tentang 3B (Beauty, Brain, Behaviour), pada kenyataannya tetaplah Beauty menjadi tolak ukur utama pada kontes tersebut, dimana meski mereka memiliki point Brain dan Behaviour tingkat tinggi sekalipun, tak berguna jika penampilan fisiknya di bawah standar  yang mereka sematkan. Jadi apakah 3B yang dimaksud itu sebenarnya Beauty, Beauty and Beauty ?

Sependek ingatan saya, seorang penulis, Darwis Tere Liye pernah membuat status di jejaring sosial media yang saya lupa persis matannya atau rangkaian kata-katanya, tapi kira-kira seperti ini (mohon maaf kalau terlalu banyak kesalahannya) :

“Perempuan yang cantik, unyu-unyu seperti Barbie itu memang menarik dan menggemaskan, tapi apakah jika anda lelaki ingin dan akan menikahi mereka karena mereka cantik dan unyu-unyu ? “

Sebuah status yang jenaka tapi menohok di benak dan hati. Bahwa wanita memang tidak sesederhana itu. Ia dicipta Tuhan secara default dalam settingan sebagai pemilik cinta tak bertepi, dimana ia pada suatu ketika ditakdirkan atau tidak untuk memiliki anak, ia tetaplah pribadi yang dikarunia potensi sifat-sifat indah seorang Ibu. Al Ummu madrasatun uula,  Ibu itu sekolah pertama manusia, pendidik, pencetak, pembangun generasi. Bagaimana seorang Ibu, begitulah anak-anaknya akan menjadi.

Maka seandainya wanita tahu bahwa dalam dirinya bermaqam potensi sehebat itu, pastilah akan sangat merasa bersedih jika harus potensi itu tersia-sia. Yang kita butuhkan hanyalah bercita-cita, mau belajar dan berjuang mewujudkannya.

Hmm, berat memang, ini tidak akan semudah menulis atau mengucapkannya, tapi juga pasti tidak mustahil, seperti yang telah dicapai oleh banyak perempuan-perempuan hebat di dunia ini yang bersinar bukan karena mengandalkan semata-mata kecantikannya. Sambil mengusap-usap kepala Rahma dalam ruang yang nyaman, saya membayangkan seorang Ibu hebat di negeri yang jauh. Seorang anggota parlemen Eropa asal Italia, Licia Ronzulli yang setiap hari membawa anaknya ke tempat ia bekerja. Si anak ikut hadir pada sidang-sidang penting parlemen Eropa, saat ibunya harus memberi suara.lecia

Iklan

9 thoughts on “3B (Beauty, Beauty and Beauty) ???

    Iwan Yuliyanto said:
    03/02/2013 pukul 3:04 am

    Tidak berguna menjadi wanita yang cantik, kalau tidak berilmu dan tak bisa menempatkan kemuliaannya sebagai wanita”

    Sungguh pesan yang sangat bijak dari Tuan Guru, ditambah lagi ungkapan ini…

    Jika sudah merasa dan mendapat anugerah cantik ya syukuri saja. Itu sudah cukup. Tidak lantas diexploitasi dan diagung-agungkan, karena sesungguhnya kecantikan manusia tidak ada apa-apanya jika ia tidak berilmu alias kosong”

    Suka

      winny widyawati responded:
      03/02/2013 pukul 3:51 am

      Tuan Guru punya blog juga WP ini koq mas, ad di list blog yg saya follow di widget sebelah

      Suka

    Julie Utami said:
    03/02/2013 pukul 7:15 am

    Memang iya, kecantikan tidak untuk dieksploitasi. Tapi sepanjang kecantikannya sejalan dengan kecerdasan pikiran termasuk kecerdasan mata batinnya saya kira dinilai orang sebagai yang ter sih ya boleh-boleh saja lah.

    Tapi itu menurut saya lho.

    Selamat akhir pekan ananda sayang!

    Suka

      winny widyawati responded:
      03/02/2013 pukul 8:36 am

      Setuju Ibu, buat saya, Ibu juga salah satu wanita yang sangat cantik dalam segala-galanya ^_^

      Suka

        Julie Utami said:
        03/02/2013 pukul 3:07 pm

        Ah enggak segitunya juga kale’…….. xixixixixi………

        Terima kasih aja kalau sampai ada yang menilai berlebih-lebihan begini. 😀

        Membungkuk hormat untuk nak Winny.

        Suka

        winny widyawati responded:
        03/02/2013 pukul 5:24 pm

        hehehe … *sungkem sama Ibu*

        Suka

    jampang said:
    03/02/2013 pukul 8:53 pm

    nggak sreg sama acara pemilihan putri or miss 😀

    Suka

    debapirez said:
    12/02/2013 pukul 9:34 am

    tugas saya sebagai suami utk memuliakan istri 🙂

    Suka

      winny widyawati responded:
      12/02/2013 pukul 9:49 am

      🙂 dari pria yang mulia, wanita tahu, bahwa dirinyapun harus menjdipribadi yang mulia ya mas Dedi

      Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s