Virus Untuk Indonesia

Posted on

Glenn Cunningham adalah seorang anak muda yang di catat oleh World Book of Record sebagai pelari tercepat jarak 1 mil. Rekor itu tak tertumbangkan sampai saat ini.

Bermula dari seorang anak yang karena peristiwa kebakaran lalu menyebabkan kedua kakinya lumpuh total, namun dalam keadaan lumpuh itu dia meminta kepada orang tuanya dan dokter agar tidak memotong kedua kakinya. Ia akan berjuang membuat kaki itu berfungsi kembali.

Tiga tahun lamanya  Glenn  melatih kaki lumpuhnya itu agar hidup kembali, namun dia gagal. Tiga tahun berikutnya setiap hari dia memijit dan mengurut kaki lumpuhnya itu namun dia gagal juga. Dengan keyakinan penuh, Glenn pada suatu hari melemparkan diri dari kursi rodanya dan mulai menyeret kaki lumpuh itu sambil saban hari membisikinya dengan kata-kata:
“Aku akan terus menyeretmu sampai suatu saat kamu bersedia menyeretku”. Empat tahun dia melakukan hal itu, dan pada usianya yang ke 10 dia pun bisa berjalan.

Tanpa membuang waktu Glenn lalu berlatih berlari, menantang lomba lari setiap orang di kampungnya, mengalahkan mereka, lalu menanjak keluar kampungnya, keluar kotanya…sampai akhirnya rekord sebagai pelari tercepat satu mil dia torehkan dan tak terkalahkan sampai saat ini, di seluruh dunia.

Foto diculik dari sini

Mengapa negeri ini terus berkutat dengan masalahnya yang itu-itu saja ? dan semakin terjerembab pada lubang “Harus diapain lagi ?”. Seolah-olah telah segala cara dilakukan. Padahal belum tuntas upaya, tapi telah berguguran semangat di tengah jalan, mungkin juga belum sampai di tengah, mungkin baru sepertiga jalan, atau mungkin kurang dari itu.

Pepatah “Man Jadda wa Jada” tinggalah hanya sekedar slogan. Slogan yang meng-aum gagah di tempat-tempat seminar motivasi atau saat film Negeri 5 Menara dipublikasikan.
 
Adalah Kerala, nama sebuah provinsi di pesisir benua India yang terkenal karena puluhan ribu penduduknya mendadak leading di seluruh India. Dari sana bermunculan ribuan sastrawan, ilmuwan penemu sampai penerima Hadiah Nobel, Ramon Magsaysay, Rockefeller, Ashoka sampai Local Award seperti Ghandi Award. Mantan Presiden India Abdul Kalam sang Pahlawan Pembuat Senjata Nuklir India juga lahir dari tempat itu.

Mula-mula, Kerala dikenal sebagai daerah paling ber IPM jeblok di India. Seorang
 
peneliti dan Sosiolog kenamaan David Mc. Cleland menguraikan hasil penelitiannya bahwa ternyata ditengah-tengah masyarakat Kerala telah menyebar sejenis “virus” yang diberi nama N-Ach. Sejeneis viru yang bukan virus biasa, melainkan virus KESADARAN yang terus menyebar pada benak masyarakatnya dan menghasilkan KERELAAN untuk BELAJAR dan BEKERJA KERAS mengejar ketertinggalan.

N-Ach ini ternyata kependekkan dari kata Need and Achievement, Kebutuhan dan Prestasi. Prestasi bukan lagi dipandang sebagai sebuah bonus, melainkan kebutuhan primer yang harus diupayakan untuk dapat termiliki dan menjadi keadaan warga Kerala.

 

Seandainya virus sikap mental itu dapat ditransfer semudah mentransfer uang tunai melalui Anjungan Tunai Mandiri, tentu virus N-Ach ini adalah virus yang pertama dan terpenting untuk diinjeksikan pada bangsa ini.

Jika virus ini berhasil terpapar, bangsa kita akan terlalu sibuk untuk hanya berkonflik dengan sesama anak bangsa, tawuran antar kampung, pelajar dan mahasiswa, akan terlalu sibuk untuk memperkaya diri utk sekedar bisa punya rumah banyak dan berlibur di luar negeri, terlalu sibuk untuk saling serang dalam perdebatan antar agama, terlalu sibuk untuk bereaksi pada hal-hal yang tidak perlu.

 

Jika virus ini tersebar, bangsa ini akan menjadi bangsa yang lebih senang mencari dan menemukan solusi dan inovasi. Jadi mengapa harus berkutat dengan keterbatasan kita ? Kekurangan di masa lalu dan sekarang harus menjadi evaluasi , prestasi-prestasi orang / bangsa lainpun harus menjadi pembelajaran dan motivasi.

Karena hidup ini singkat, dan terlalu mahal untuk diabaikan.

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s