Anazkia

Posted on

Malam tadi baru kuselesaikan satu buku lagi dari jenis Chicken Soup For The Soul. Tiba-tiba ingatan melayang pada satu sahabat blog-ku yang sudah lama kami tak saling menyapa. Kangen yang sangat, hingga tak terasa kedua mataku gerimis dibuatnya.

Anazkia namanya, nama pena yang semua teman-teman penulis mengenalnya. Duduk di depan layar laptop-ku hanya sunyi saja yang terbang disekitar benakku. Apa yang harus kutulis tentang dia. Sudah lama aku ingin menulis tentangnya. Bukan tentang sejarah hidupnya, butuh berjam-jan waktuku untuk menulis kisah hidupnya yang panjang, prihatin dan inspiratif. Dan aku bukan penulis yang tepat untuk menulis biografi di catatan sesederhana ini. Aku hanya ingat, bahwa dia perempuan hebat yang berhasil menginspirasiku dalam balutan mungil tubuhnya namun melangit cita-cita dan semangatnya. Kurasa aku sedang terobsesi dengan filosofi hidup Man Jadda wa Jadda. Dan kutemukan contoh paling aktual salah satunya dari sosok Anazkia ini.

Dia sosok sederhana yang pertama kali kukenal melalui sebuah event lomba “Berbagi Kisah Sejati” yang mana Anazkia berperan sebagai penyelenggara sekaligus juri bekerjasama dengan sponsor dari Malaysia Denaihati.com pada tahun 2009 yang lalu. Disebabkan mengikuti lomba itu melalui blogku “Telagaku” maka ku follow blognya di Anazkia.blogspot.com, dan sejak itulah kami mulai intens berinteraksi walau baru sebatas peserta lomba dan penyelenggaranya.

Tidak disangka, event lomba itu mengantarkanku pada cita-citaku yang baru yaitu menjadi penulis yang lebih baik lagi, karena dalam kesempatan itu aku berhasil mendapatkan penghargaan yang baik walaupun bukan yang paling puncak. Dan lebih dari itu, melalui lomba itu pula yang semakin membuat persahabatanku dengannya semakin erat. Melalui email dan kemudian blog yang lain di Multiply.com aku menemukan sisi lain dari pribadinya yang semakin membuatku sayang kepadanya.

Anaz (begitu aku memanggilnya sekarang) penyelenggara lomba menulis di blog lalu kemudian kuketahui pemilik banyak akun kepenulisan selain di blogspot dan multiply juga di kompasiana, wordpress dan entah akun mana lagi aku tak tahu. Ternyata berprofesi sebagai seorang Asisten rumah tangga di negeri jiran Malaysia. Aku dibuat bingung tak habis-habis bagaimana bisa seorang asisten rumah tangga yang kesehariannya tentu sangat sibuk melayani majikannya tetapi bisa memiliki banyak prestasi dan banyak kesempatan bergumul dengan aktivitas kepenulisan dan fotografi di media online. Berkali-kali diberi kesempatan bertemu orang-orang hebat dari kalangan penulis, pemilik sanggar kepenulisan, teater dsb. Antara mengagumi karunia Allah yang DIA curahkan pada kegigihan pribadi Anaz ini dan kebaikan majikannya yang memberinya luas kesempatan bagi kemerdekaan Anaz mengexplore seluruh potensinya. Subhanallah.

Di lain kesempatan, hati ini dibuat berderai haru dan kesedihan jika ia mulai ungkapkan kisah masa lalunya bersama neneknya dan atau keberadaan emaknya di kampung. Betapa keprihatinan telah memeluknya sejak masa kecilnya. Aku dibuat menangis jika ia sudah bercerita bahwa bukan nasi yang dimakannya bersama keluarganya tapi nasi jagung karena tak sanggup membeli beras *maafkan aku kalau aku tersalah tentang hal ini ya Naz*. Atau manakala ingat pada kisahnya saat ia pergi ke suatu tempat pemandian umum namun akhirnya ia mengurungkan niat berenang didalamnya karena tak sanggup membayar tiketnya. Dia juga bercerita jika dia kurang dekat dengan bapaknya, hingga saat waktu menyatakan padanya satu kenyataan, dimana ia harus bertemu bapaknya dalam keadaan sudah meninggal dunia pada saat ia justru mulai merindu dan sangat menyayanginya.

Berlanjut pada kisahnya kemudian, dimana saat anak-anak remaja lain tengah senang-senangnya menikmati masa mudanya di sekolah dan tempat-tempat bergembira bersama kawan-kawan sebaya, Anaz malah menawarkan dirinya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mengawali perjuangannya di Tangerang Anaz mendapatkan pengalaman pertamanya sebagai seorang asisten di tengah perjuangan lain dalam bathinnya sendiri sebagai seorang remaja yang pertama kali jauh dari orang tua dan sanak saudara di dalam sebuah keluarga yang ia tak tahu apakah akan memperlakukannya dengan baik atau tidak.

Hingga nasib mempertemukannya pada kenyataan dimana kemudian seorang Anazkia menjalani kehidupannya sebagai seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di negeri jiran Malaysia. Aku tertawa geli bercampur kagum, saat membaca bagaimana ia berjuang mengenal dunia internet demi bisa menghubungi keluarganya di kampung halamannya di awal karirnya. Dari sanalah kukira perkenalannya dengan dunia kepenulisan mulai berkembang.

Ah, terlalu banyak yang kulewatkan untuk menggambarkan heranku pada sosok mungil ini. Hanya yang aku tahu, Allah telah karuniakan aku bahan tafakur atas kisah hidup sahabatku ini. Hingga waktu kemudian hantarkan aku pada saat yang sangat kusyukuri, yaitu Allah beri aku kesempatan dapat berjumpa secara langung dengannya pada satu kesempatan. Pesta Bloger 2010 di Rasuna Epycentrum Kuningan Jakarta mempertemukan kami untuk pertamakalinya.

Anazkia mengenakan pakaian dan kerudung putih. Aku berdiri dibelakangnya.

(Naz, aku punya foto kita yang berdua, tapi aku hanya salah satu diantara fans-mu yang banyak, malu hati bersombong diri, jadi kupasang foto yg ini saja ya)

Kini kuperhatikan dia semakin sibuk dengan aktifits kepenulisannya, dan aku tak berani mengganggunya melainkan hanya sapaan-sapaan kecil menyoleknya di wallnya atau beberapa postingannya di blog *ah itupun sudah jarang sekali*.Yang jelas, aku sedang rindu kepadanya.

Naz, kuharap Anaz berkenan membaca tulisan ini, kangeeen. Kapan ya bisa ketemu lagi. Semoga Allah selalu Memelukmu dalam kesehatan, keberkahan hidup dan kebahagiaan dimanapun kamu berada. Aamiin. *Peluk sayang paling hangat buat Anaz*

Iklan

One thought on “Anazkia

    anazkia said:
    04/08/2014 pukul 10:41 pm

    Ini pindahan dari MPkah, Mbak?
    Perasaan baru baca

    Heuuuuu….
    Terima kasih banyak. Malah jadi nyengir kuda mellow yellow 😀 😛

    Suka

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s