SEPERTI HUJAN

Posted on

Hujan pertama di bingkai senja tak selalu kisahkan cerita yang sama…

Serupa bait-bait kitab suci yang berulang-ulang dibacakan

Seperti nada-nada yang ciptakan jutaan langgam

Di jagad hidupku, hujan menemani sejarahku

Hujan menjadi “guruku” dalam ketegaran

Ia mengajariku tak sedih dalam kesepian

Ketika rumah sepi tiada kawan

Tiada Ibu dan Ayah menjadi teman

Ia mengerdip nakal mengajakku keluar

Berpesta dengan lebat curahnya di halaman

Hujanpun menjadi “guru” dalam kebersamaan

Ia mengajariku bersahabat dengan semesta

Di deras air dan getar gunturnya

Ia menyuruhku membuka sepatu sekolahku

Biarkan telapak kakiku nikmati ligatnya tanah yang lumpur

Rasakan megahnya basah kuyup di kilau petirnya

Tetapi pernah kuterpaku di sudut perciknya

Saat kupandangi sosok-sosok dalam siluet lampu kota

Bertekukan lutut kedinginan anak-anak jalanan

Bernaungkan kardus dan lipatan koran

Memakan hidangan yang dibuang orang

Atau jiwa-jiwa yang tetap terlelap di dekap beku

Disebabkan derita tlah izinkan tajamnya hawa

bersenyawa dengan tipis kulit mereka

Hujan …

Ternyata kaupun “guruku dalam ketabahan

Namun sebagai apakah engkau saat itu

Ketika Ibuku “pergi” dan tak kan kembali lagi

Dan Ayahku lemah terbaring sakit

Hujan…Kau tak singgah walau sekali …

Menangis ku di tepi nestapa

Menggapai kekosongan di sedu sedan tak berair mata

Berderak-derak jendelaku

Berdesauan angin mengibarkan tirai

Ramaikan hatiku di hening sunyi

Gerangan apakah rahasia tersimpan di bening setiap tetesmu ?

Adakah Tuhan simpan makna disejak gerimis hingga redanya ?

Ku senyap di lelap pencarian …

Bukankah hujan selalu hadir di celah ruang dan waktu yang dizinkan Penciptanya ?

Bukankah ia menjadi sebab tumbuhnya segala sesuatu ?

Bukankah ia adalah perumpamaan Tuhan ?

Jika demikian ia adalah PESAN

Hujan adalah pesan Tuhan

Kucoba bangkit dari jeda

Sibakkan lembar kabut yang samarkan pandang insani

Tiba-tiba hujan tak lagi membelai romantisme

Ia membakarku !!!

MAN JADDA WA JADDA !

Aku tak pernah ragukan i’tikadku untuk mencariMU

Dengan segala apa kan kukendara agar dapat berjumpa

Rinduku tak pernah jeda

Cita-citaku selalu menyala

Namun sebelum saat itu tiba

Kan ku kibarkan bendera tegaknya shalatku

Kan ku sentuh Ka’bahMU dengan telapak tanganku

Kan kugapai Bukittinggi

Kan kucapai Iran dan Turki

Kan ku bahagiakan Ayahku didunia ini

Kan kuhantarkan Ibu ke SyurgaMU

Kan kutemani keluargaku pada cita-cita dan kebahagiaan mereka

Kan kucintai yang mengasihku setulus hati

Kan kubuat hidup ini berarti

InshaAllah

Man Jadda wa Jadda

*Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka ia akan sampai pada tujuannya*

Bagaimanapun keadaan diri

Tetaplah menjadi pemimpin hati

Jangan biarkan selainnya menguasai

Setia seperti hujan

Selalu sampai ke bumi …

Selalu sampai ke hati …

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s