Kenangan Indah di Lembah Berkawah

Posted on

Aku suka melakukan perjalanan sepele. Sekedar memanja kaki dan mata tidak ada salahnya. Kadang harus meminjam waktu satu setengah jam atau kurang dari itu cukup bagiku. Dan lekuk liku tempat yang kujelajah dengan berjalan kaki akan menjadi keasyikan lain yang sama kutemukan saat berselancar di dunia maya.

Seringkali, indah lampu kota hilang begitu saja dalam teduh jejeran pohon bambu dan hening hutan cemara atau cerah rupawan bunga-bunga pinggir jalan setapak. Dan langkah kakiku di kawasan perkebunan teh Cibuni Rancabali kemarin terasa menjadi perjalanan yang kolosal buatku. Bukan hanya di hamparan teh yang bak permadani hijaunya atau megah bentang dataran dan perbukitannya yang keunguan. Atau pada batu-batu yang terasa panas saat kuinjak disebabkan disitu merupakan lokasi yang dekat dengan kawah yang masih aktif. Tapi pada sebuah rumah sederhana yang kusingggahi keramahan penghuninya dan kudengarkan kisah masa lalu kepala keluarganya, seorang bapak berusia tepat 80 tahun, yang masih nampak segar dan sehat. Sangat bersemangat menerima rasa keingintahuanku dan bermurah hati untuk bercerita beberapa episode dalam rentang usianya. Dengan air yang sedang dijerang dibelakangku diatas tungku api berbahan bakar kayu, berpayung atap dapur yang telah menghitam karena asapnya dan beralas tanah keras namun teramat rapi dan bersih, membuatku tak sungkan untuk melipat lutut, duduk menatap sejarah hidup didepanku yang terus melantunkan masa-masanya yang telah lalu.

Gerimis terus membasuh wajah perkampungan mungil itu, ayam dan anjing kampung menepi di setiap teras tak berpagar, mencoba mencari sedikit kehangatan diantara dinding-dinding anyaman bambu rumah-rumah sederhana itu. Tak bijaksana jika harus kutebas lagi batas waktuku, meskipun belumlah tuntas kuhabiskan kenyamananku di ruang penuh aroma khas rumah panggung itu.

Akhirnya terucap juga salam pamitku, meninggalkan satu lagi kenangan indah di lembah berkawah itu.

Dan satu keping rasa syukur, bahwa masih kutemukan kedamaian di tempat sesederhana ini.

******
Catatan :

Foto pertama dan kedua milik saya sendiri diambil dengan kamera HP Foto terakhir milik Ridwan Hutagalung di http://rgalung.wordpress.com/2011/02/22/cibuni-kampung-di-tengah-kawah/

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s