Ini Bahuku…

Posted on

Mengapa kabut itu kini selalu bersemayam disana

Di ruang lekat matamu yang nanar

Entah apa yang ingin kau gapai

Antara ada dan tiada….

Mengapa tak kulihat lagi tegar itu

Yang telah mengawalmu berwarsa-warsa

Menciduk kegagahanmu yang kentara

Merampas pedulimu pada masa

Dahulu kau teguh berdiri

Di gurun ujian kau tetap berlari

Mendaki tebing cobaan nan tinggi

Badai ganas tak kau biarkan hanya dengan menanti

Kini kau hanya terdiam mendura

Desah gelisahmu menyesakkan jiwa

Sedang ragamu kini telah digerayangi renta

Diantara bising memekakkanmu dalam ruang telinga

Usah kau angkat beban itu sendiri

Ini bahuku untuk tempat bersandarmu kini

Agar ringan kembali kakimu melangkah

Dan dapat kulihat lagi senyummu mencerah

Ini jiwa ragaku selalu bersedia

Kapanpun kau inginkan maka panggilah “dia”

Sebagaimana dahulu kau telah bersiap siaga

Mengiring- membimbingku kemanapun kusuka

Usah kau simpan resah itu terlalu lama

Ada cahaya kemilau di depan sana

Bersama panduanNYA kita akan menggapainya

Sehingga sampai dalam agung CahayaNYA

Kusampaikan ini dengan sepenuh takzim

Atas setiap tetes darah dan peluh yang telah kau semaikan

Menjadi nadi yang terus berdenyut di ruang ragaku

Menjadi dzikir yang terus melantun di jagat dadaku

Melangit di semesta peristiwa

Menjadi kenangan yang tak pernah usai

Yang akan terus kukhidmati

Sebagai tanda kasihku padamu

Ayah….

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s