Sumedang Larang

Posted on

Tanah merah saga
Tak menyisakan langitnya jingga
Sang kujang tercerabut dari sangkurnya
Entah siapa yang diincarnya

Sumedang sedang garang kini
Cadas-cadasnya memanas terbakar entah
Apakah surya telah tak seramah dahulu ?
Saat Tajimalela belumlah menjadi legenda

Menelusuri tanah para Hyang
Menapak tilasi reruntuhan Pajajaran
Larut…
Tenggelam…

Nun jauh disana

Bumi pasundan anggun membentang gaun kabutnya
Hijau permadani mahoni dan jati masih menyelimuti perbukitan
Tempat laras degung menari-nari di pematang sawahnya
Dan gelik kecapi suling memanggil-manggil dari cikahuripan

Sungai Cipeles beriak gemintang airnya
Gemericiknya di sela-sela bebatu mengelus-elus jiwa
Tempat putri-putri galuh berendam kesejukan
Bertabir kain dari tatapan pangeran-pangeran Sunda

Setiap kerikilnya pernah menjadi saksi
Saat Ratu Harisbawa telah jatuh hati
Kepada Prabu Geusan Ulun diperuntukkan kidung-kidung cintanya
Membakar jiwa sang Panembahan
Memantik api peperangan

Tak habis-habis kisah Sumedang Larang
Romantika terus berkelindan di bumi parahyangan
Menjerang ingatan
tak hendak dilupakan

Kupungut setangkai bunga perdu
Nanar…
Memandang tanah Pasundan….

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s