Ada Seribu Masjid

Posted on

Ada Seribu Masjid

Yang tidak di Utara, tidak pula di Selatan

Tidak di Timur, maupun di Baratnya

Tidak berada di negeri Awan

Bukan pula di pulau angan-angan

Masjid-masjid itu kelam suram lampunya

Namun terkadang silau bercahaya

Pelitanya bukan dari lentera

Bukan pula dari lampu menyala

Selalu berpindah-pindah tempatnya

Terkadang di kota lautan sinar dan keramaian

Terkadang di puncak tinggi berbalut sepi dan kedamaian

Masjid-masjid itu tidak tetap keadaannya

Terkadang menebal debu

Terkadang berkilap kesucian

Satu saat panas menyesakkan

Saat yang lain dingin menyejukkan

Namun, aku tak hendak masjid-masjid itu

Aku mencari sebuah Masjid…

Yang tidak berubah keadaannya

Selalu bercahaya sinar lampunya

Tidak pernah berkurang kemilau Nurnya

Yang tidak berpindah-pindah tempatnya

Selalu berada di ketenangan rasa

Senantiasa bernaung di keteduhan Dzikir

Kucari sebuah Masjid…

Yang Tidak kusam ditelan debu zaman

Selalu dingin disirami mata air taubat

Jendelanya berkilau menembus cakrawala ma’rifat

Berkumandang adzannya ke segala penjuru jagad

Senantiasa mengajak manusia kembali

Kembali pulang ke haribaan DiriNYA Tuhan

Kucari sebuah Masjid…

Yang selalu makmur di sepanjang siang dan malamnya

Mendengung lebah bacaan KalamNYA

Meluap laut mendzikiri Allah Tuhannya

Dimanakah Masjid itu …?

Dimanakah Masjid-ku …?

Mungkin dia di dalam dadaku

Mungkin dia bersemayam di dalam Qalbuku

Sesungguhnya dada manusia itu adalah jagad sebenarnya

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s