Masih Harus Belajar

Posted on

Ingin mempersembahkan tulisan di hari kelahirannya, namun apalah gunanya tulisanku jika tak membuatku semakin mengenalnya apalagi mencintainya, terlebih lagi mencintai ajarannya.

Hanya saja aku teringat salah satu pesannya :
“Carilah ilmu, dari sejak dalam buaian hingga sampai ke liang lahat”
“Belajarlah seumur hidupmu” katanya.

Selama ini belajar diasumsikan hanya pekerjaan para pelajar ataupun mahasiswa. Oleh sebab itu komunitas diluar mereka kurang perdulinya terhadap belajar. Termasuk sebagian orang yang merasa berprofesi sebagai pendidik dan pengajar, jarang mau belajar kecuali jika berhubungan dengan tugas keprofesiannya.

Belajar diidentikkan dengan membaca dan menulis apa yang tersurat dalam tulisan atau media pengajaran lainnya. Dan keberhasilan belajar seseorang disetarakan dengan selembar kertas bercap “LULUS” alias ijazah.

Tidak disadari bahwa belajar seharusnya dimaknai dalam pengertian yang luas, tidak ada lagi sekat-sekat yang membatasi. Tidak ada batasan ruang, waktu, substansi, apalagi media.
Karena selama kita masih diberi nafas kita akan bersentuhan dengan kehidupan sesama makhluk Tuhan lainnya, dan akan selama itu pula kita akan menemui pengalaman-pengalaman baru yang harus dihadapi secara benar. Maka belajar terus menerus menjadi suatu keniscayaan yang harus terus dirawat.

Dan di hari kelahirannya, menjadi moment yang baik untuk kita bisa kembali belajar tentang dirinya, dan tentang apa yang dibawanya yang karenanya kita semua mengenalnya. Ya,katanya ini hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Orang yang dimuliakan oleh segenap kaum muslimin di dunia, dan diimani sebagai sang utusan Tuhan semesta alam.

Namun aku tidak pada posisi orang yang berkompeten untuk mengilustrasikan sosoknya. Bagiku dia terlalu agung untuk kukisahkan sedang pengetahuanku tentangnya adalah nihil.
Tetapi aku sangat berhasrat untuk mengajak sesama saudaraku untuk terus belajar mengenalnya, mengenal Nabi kita dan mengenali ajarannya secara utuh.

Belajar dan mencari tahu apakah apa yang terjadi selama ini telah sesuai dengan apa yang sebenarnya tentang dirinya Nabi saw dan tentang apa yang disampaikannya. Karena telah terdapat fakta di dunia, bahwa rantai komunikasi dari sang penggagas seringkali terhambat di tengah perjalanan dan mengakibatkan terdistorsinya informasi yang utuh kepada pengikut dibelakangnya. Ibarat permainan komunikata, di hulu menyampaikan A, sampai ke hilir ternyata yang tertangkap adalah C atau bisa jadi M. Sungguh pergeseran maksud yang terlalu jauh dari maksud aslinya.

Fakta kekerasan yang kini muncul dimana-mana dan disandangkan kepada beberapa organisasi yang berbasis agama Islam telah semakin membola salju yang semakin laju, semakin membesar dan mengarah pada disandangkannya kata kekerasan itu kepada Islam itu sendiri yang secara harfiah berarti damai dan keselamatan, ajaran yang dibawa oleh Nabi Al-Mahmud (yang terpuji akhlaqnya) Muhammad saw.

Kesedihanku untuk Nabiku jika umatnya kini salah memaknai kehadirannya dan apa yang telah diajarkannya jika membuat mereka jatuh pada perkara besar dimana impactnya telah terjadi ketidak adilan hingga pertumpahan darah antar sesama makhluk Tuhan. Sesuatu hal yang sama sekali jauh dari apa yang kuimani tentang Nabiku ini kecuali dengan haqNYA.

Sungguh merupakan satu kebutuhan menurutku bagi kita yang merasa diri sebagai muslim untuk belajar lagi secara kaffah tentang apa yang sedang kita yakini dan pegang teguhi. Memaknai Islam dan pembawanya secara benar, sehingga tidak terjadi kesalah fahaman yang karenanya tidak akan terjadi kesalah implementasian dalam kehidupan.

Dan juga merupakan harapanku bagi saudara dengan keyakinan yang lain untuk juga bisa memahami sang Nabi dan ajarannya ini secara proporsional.

Harus terus belajar dan kunci rahasia dari keberhasilan belajar ini adalah mau mengakui kebodohan diri. Selalu menjadikan diri gelas kosong yang siap untuk diisi. Tidak memandang nasehat dari siapa yang mengatakannya tapi pada substansinya. Belajar untuk menerima kebenaran walaupun datang dari sesuatu yang dianggap rendah.

Ah masih tak punya yang berharga yang bisa kutuliskan untuknya. Tapi semoga hal ini dapat membuatku bisa terus belajar seperti apa yang telah diwasiatkannya.

Selamat ulang tahun Nabiku
*walau kau tak mengharapkan ucapan ini dari siapapun karena kuyakin kau telah mendapatkan yang jauh lebih sempurna kini bersamaNYA*

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s