Yang Menjadi Orang Tua Tunggal Yang Dimuliakan Tuhan

Posted on

Melly sedang membereskan ruang tengah yang berantakan saat dilihatnya putrinya yang cantik bernama Dinda sedang memainkan boneka ditangannya, namun tatapannya kosong dan nampak tak bersemangat. Sambil membenahi mainan Melly bertanya :

Melly :”Dinda, koq nona Barbie nya nggak diajak ngomong ?, lagi males ya ?”

Dinda nampak menghela nafasnya, mulutnya yang mungil nampak masih cemberut

Dinda : “Ma, kenapa Mama nggak seperti mama temen-temennya Dinda ?

Melly :”Lho memangnya Mama kenapa Dinda ?”

Dinda :”Mama nggak pernah dateng ke sekolah jemput Dinda sekali-sekali deh. Mama juga nggak dateng kalo ada acara kelas Dinda, Dinda kan pengen Mama dateng juga ke sekolah”.

Melly :”Oo gitu. Mama kan harus kerja sayang biar Dinda bisa sekolah, bisa jadi anak pinter”

Dinda :”Biarin Dinda ga usah sekolah deh, asal bisa sama Mama terus.”

Melly :”Dinda ga boleh bicara begitu, kalau Mama nggak kerja, nanti Mama nggak bisa beli makanan buat Dinda dan Mama, nggak bisa bayar uang kontrakan rumah, nggak bisa bayar listrik, nanti Dinda nggak bisa nonton TV dong, nggak bisa games di laptop, nggak bisa nyetrika baju seragam Dinda”

Dinda :” Dinda suka diejek sama teman-teman katanya Dinda nggak punya papa yang hebat kayak punya mereka. Temen Dinda bilang, Dinda ga usah belagu, kan Dinda ga punya papa”

Melly tertegun mendengar keluhan putri yang dikasihinya ini, ia tak menduga Dinda mendapat perlakuan seperti itu dari teman-temannya. Kesibukannya bekerja di sebuah perusahaan membuatnya kurang dapat memberikan perhatian kepada Dinda. Sejak lahir Dinda, tak pernah mengenal siapa ayahnya, namun Dindapun tak dapat menikmati masa kecilnya banyak-banyak bersama dirinya karena ia juga harus bekerja untuk menafkahi putri tunggalnya ini.

***

Penggalan adegan di atas merupakan salah satu cerminan satu keluarga dimana Dinda merupakan anak yang diasuh oleh sorang single parent. Beruntung Dinda masih memiliki keluarga dimana ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengasuhan yang tulus.

Fenomena single parent / orang tua tunggal di dunia khususnya di Indonesia jumlahnya semakin banyak. Menurut media on-line Kabar Indonesia, lebih dari 70 % orang tua tunggal adalah wanita.

Jika dilihat dari latar belakang mengapa seseorang bisa menjadi orang tua tunggal bisa terbagi kedalam dua kategori :

  1. Orang tua yang pernah menikah : Bisa karena ditinggal wafat istri/ suaminya atau ditinggal karena perceraian
  2. Orang tua yang belum sempat menikah : Biasanya ini berlaku pada kaum wanita dimana ia ditinggal pergi kekasihnya yang tidak mau bertanggung jawab.

Mari kita menyusuri jalan dimana kita mungkin bisa belajar meraba bagaimana rasanya menjadi seorang orang tua tunggal.

Menyadari diri telah tak bisa bersama pasangannya lagi yang dulu pernah disayangi dan dicintai adalah hal yang tidak mudah. Melupakan kenangan indah bersama suami atau istri bukan perkara ringan, walaupun ini bergantung kepada kondisi kesiapan masing-masing individu. Kebanyakan kaum wanita lebih rentan dalam menghadapi kondisi perpisahan ini, tetapi tidak sedikit juga kaum pria yang terpukul dengan kenyataannya sekarang.

Untuk menata diri dan hatinya sendiri saja yang merasa ditinggal oleh orang yang dicintainya, seseorang membutuhkan waktu (cepat atau lambatnya itu relatif).Sebagai individu tentu ia membutuhkan pasangan tempat ia berbagi fikiran dan mencurahkan perasaan. Bagaimana pula jika ada saatnya ia jatuh sakit, dimana suami atau istri merupakan orang terdekat yang sepantasnya menjaga dan merawatnya.

Sungguh bukan hal yang kecil, ditambah lagi dengan kewajiban harus mengurus, mengasuh, merawat dan membiayai anak. Masih bisa dikatakan beruntung jika hanya bertanggung jawab atas satu anak saja, bagaimana dengan kenyataan banyak orang tua tunggal yang harus menanggung lebih dari satu anak, bahkan hingga 4, 5 sampai belasan anak ?

Pernah beberapa kali bertemu dan berbincang dengan seorang pedagang makanan di sebuah pasar, ia seorang janda yang ditinggal mati suaminya sedang ia dalam keadaan memiliki 5 putra dan putri. Sendirian mencari uang untuk membiayai makan-minum dan sekolah anak-anaknya. Bertahun-tahun tak punya waktu untuk mengurus dirinya sendiri, hanya bekerja dan bekerja. Sering ia menyesali keadaannya yang tidak bisa terus bersama anak-anaknya sehingga pernah salah satu putrinya yang masih di bawah umur mendapat pelecehan seksual dari tetangganya sendiri. Innalillah..kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian.

Melihat fakta di lapangan tentang fenomena ini, banyak faktor yang mempengaruhi kesiapan seseorang dalam menghadapi kondisi dimana ia harus menjadi seorang single parent/orang tua tunggal :

  1. Iman / Faith : Keyakinan seseorang sangat mempengaruhi paradigmanya (cara pandangnya) dalam mensikapi sesuatu peristiwa/kejadian termasuk kejadian yang menimpa dirinya sendiri. Jika keyakinannya kokoh, orang cenderung akan memandang bahwa apa yang dialaminya sekarang adalah episode hidup yang harus dijalaninya dengan kerelaan. Karena keluhan atau penyesalan saja tak akan membawa diri dan anak-anaknya pada kondisi yang lebih baik. Tanggung jawabnya kepada Tuhan akan mendorongnya untuk lebih cepat bangkit dari keterpurukan perasaannya, dan memacunya untuk mencari solusi bagi keterbatasan yang mungkin akan dihadapi keluarganya ke depan
  2. Dukungan / Back Up

Dukungan dari keluarga :

Pada umumnya orang yang sedang menghadapi masalah memerlukan dukungan yang ekstra dari orang-orang terdekatnya, dalam hal ini keluarganya atau sahabat-sahabatnya. Orang yang memiliki back up keluarga dan teman yang solid, biasanya dapat lebih cepat keluar dari permasalahannya.

Khusus dalam masalah single parent ini, dimana seseorang terpaksa harus menjalankan dua fungsi sekaligus, yang pada kondisi bersuami istri tugas-tugas itu dapat dikerjakan secara bersama dan bersinergi, maka pada kondisi menjadi orang tua tunggal ada fungsi yang terpaksa harus dialihkan sementara kepada orang lain, karena apa daya badan hanya satu sedang kewajiban banyak sekali.

Disini peran orang tua/ nenek kakek dari sang anak atau keluarga yang lain atau sahabat dapat membantu ikut mengasuh dan menjaganya sementara ayah/ ibunya bekerja di luar rumah. Dalam hal pengalihan fungsi ini tentu harus benar-benar melalui seleksi ketat karena tugas orang tua bukan sekedar mengasuh dan membesarkan saja melainkan yang terbesar adalah mendidiknya agar si anak mendapatkan hal yang benar dalam kehidupannya.

Dukungan dari lingkungan :

Dukungan juga diperlukan dari lingkungan sekitar. Banyak fenomena orang yang menjalani kehidupan sebagai single parent ini mendapat cibiran dari lingkungan sekitar. Keadaan seperti ini dapat menjatuhkan mental sang orang tua dan yang lebih menyedihkan lagi akibatnya kepada anaknya. Padahal tidak ada siapapun di dunia ini yang mengharapkan hidup dalam keluarga yang terpisah dan mendapat konsekusnsi yang berat seperti itu.

Lingkungan yang baik, yang terbiasa berprasangka baik, yang bersedia mengulurkan bantuan khususnya kepada orangtua-orangtua tunggal seperti tersebut di atas akan sangat membantu mereka dalam pencapaian pemulihan, baik mental maupun fisiknya. Misalnya tidak memandang sinis pada predikat janda atau duda, tidak mengecilkan keberadaan anak-anak yatim atau anak-anak pi
atu di lingkungan mereka, memperlakukan mereka bak anak-anaknya sendiri yang sama dihargai, sama disayangi. Menjaga fisik anak-anak itu dari potensi kejahatan di lingkungan juga sangat penting, banyak anak-anak seperti ini yang rentan dengan kejahatan di sekelilingnya, selayaknya tetangganya bahkan ketua RT/RW ikut bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak ini.

Sungguh menjadi orang tua yang lengkap saja, diamanahi Tuhan anak-anak adalah perkara besar yang mulia, besar pula pahalanya. Apalagi harus menjadi orangtua yang tidak lengkap, tentu lebih besar lagi nilainya disisi Tuhan.

***

Melly menggendong Dinda putrinya tersayang dan menidurkannya diatas pembaringan. Ditatapnya lekat wajah malaikat kecilnya itu. Melly meraih kaki Dinda yang sudah terlelap, dan menciumnya dalam-dalam, Melly meneteskan air matanya seraya berbisik lirih :

“Dindaku sayang, maafkan Mama nak. Mama belum bisa membahagiakanmu seperti yang kamu inginkan. Mama ingin kamu tahu, betapa Mama sangat menyayangimu dan betapa Mama sangat ingin membahagiakanmu. Tapi ini yang baru bisa Mama berikan. Maafkan Mama ya nak “.

Melly tersedu, sesak didalam dadanya mengantarnya pada kepasrahan. Dalam sujudnya Melly berkata :

“Tuhanku…ampunilah hamba yang belum bisa menjaga dan mendidik amanahMU dengan benar. Engkau Maha Mengetahui seluruh keterbatasan hamba. Maka jangan biarkan hamba menyerahkan urusan ini kepada diriku sendiri. Bantulah hamba, tolonglah hamba, sayangilah hamba dalam melindungi dan mendidik anak hamba. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Dekat lagi Maha Mengasihi.

Bahagiakanlah Dinda anak hamba, berikan padanya kehidupan yang terbaik dan terindah. Kutitipkan Dinda dan hamba sendiri kepadaMU wahai sebaik-baik Penjaga, kiranya Engkau berkenan mengampuni segala dosa-dosaku dan menerima segala amal baktiku kepadaMU. Aamiin”


Semoga Allah mengabulkan do’a seluruh orang tua tunggal di dunia ini.

Untuk sahabat-sahabatku yang atas izin Allah kini sedang menjalani episode seperti ini, jangan bersedih ya. Anda tidak sendiri, kami turut bersimpati dan turut menadahkan tangan, memohon kepada yang Maha Menyayangi Rabb semesta alam, semoga anda dan keluarga mendapatkan kebahagiaan sejati. Menjalani kehidupan yang sekarang dengan sabar dan penuh rasa syukur, sebagai jalan untuk bisa mendapatkan keridha’anNYA. Amiin


__________________________________________________________________________

Gambar dipinjam dari sini : http://www.ibspro.net/being-a-single-parent-its-not-that-bad.html

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s