Tangisan Kaum Pria

Posted on

Semula hanya saya tulis untuk di facebook, tp mb.Anaz mengusulkan untuk ditulis disini juga terutama sebagai hadiah untuk sahabat MP kita mas Inyong yang masih berkabung sepeninggal istri tercinta almarhuah mbak Henny.

Untuk itu saya dedikasikan tulisan ini untuk mas Inyong sekeluarga dan seluruh pria-pria yang baik di jagad MP ini.

Membuat status di Facebook hari kemarin 25 Januari 2011 ternyata mendapat respon yang beraneka ragam. Statusku “berbunyi” :

” Kenapa wanita lebih sering menangis dibandingkan pria ?”

Dan komentar-komentarnya bermacam-macam seperti yang bisa dilihat disini :

Apapun itu, tapi benarkah hanya wanita yang bisa sering menangis di hadapan pria ?

Siapa bilang pria tak bisa banyak menangis ?

Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering “menangis”

Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya

Itulah mengapa Tuhan menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita

Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya

Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Tuhannya

Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga

Menjadi pengawal Tuhan bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya

Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya

Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya

Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya

Pria “menangis” dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan

Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya

Pria “menangis” dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam

Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele

Pria “menangis” dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat

Pria “menangis” dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari

Pria “menangis” dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rezeky

Pria “menangis” dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri

Pria “menangis” dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya

Namun…

Pria pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya, di kesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Tuhannya

Sungguh tiada yang pantas mendampingi pria berharga seperti itu melainkan wanita mulia yang memahami nilainya.

Indah jalan menuju Tuhan jika wanita shalehah yang menjadi teman.

Pandanglah Ayah …..

Pandanglah Suami …..

Sesungguhnya syurga Allah di dalam keridha’an mereka

_______________________________________________________________________

Gambar illustrasi dipinjam dari sini http://ifateha.wordpress.com/2009/02/26/embun-hati/

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s