Antara yang Maya dan Nyata

Posted on

Pernahkah kita memperhatikan bahwa dunia ini telah semakin menciut ? Kemajuan teknologi sarana angkutan dan teknologi informasi dan komunikasi telah sedemikian pesatnya dan membuat planet bumi yang luas ini terasa mengecil. Orang-orang telah terhubung satu sama lain dengan demikian mudahnya melalui media komunikasi yang kita sebut internet. Banyak hal dan peristiwa telah terjadi disebabkan media ini, salah satunya adalah gaya hidup.

Sedikit sekali dari orang yang saya kenal yang tidak mengenal apa itu internet. Dari pusat kesibukan di kota-kota besar hingga ke pelosok-pelosok pedesaan, hampir semua orang telah akrab dengan situs-situs jejaring sosial semacam twitter dan facebook, blog dan mikroblog bahkan kini telah berkembang pesat media chat modern yang banyak ragamnya yang dahulu diprakarsai oleh Yahoo.

Jika mau menelesuri kebiasaan orang-orang di zaman sekarang mungkin tidak akan jauh berbeda satu sama lain. Saat mata terbuka mungkin sudah jarang orang yang mendahulukan mengambil air wudhu dan terus melaksanakan ibadah (bagi muslim) untuk memulai aktivitas hariannya. Orang akan lebih kuat refleksnya untuk mengambil smartphone-nya atau menyalakan laptopnya untuk check email, atau sekedar melihat “berita” teman-temannya di twitter atau facebook. Atau untuk mengetahui komentar teman-temannya di blog pada tulisannya yang telah dipostingnya.

Di hampir setiap perjalanan di dalam kota maupun luar kota, orang-orang dari berbagai kalangan berjalan menuju tempat aktivitasnya masing-masing dengan kaki melangkah cukup cepat seraya kepala tertunduk dengan mata memperhatikan handphone di tangan dan jari jemari lincah mengutak-atik keypad. Dari kalangan pengusaha, direktur-direktur perusahaan, guru, dosen, mahasiswa, pelajar hingga ibu rumah tangga bahkan sebagian para pekerja bangunan dan pekerja bidang angkutan semacam tukang ojeg dan tukang beca sekarang memanfaatkan waktu luangnya dengan ber-internet ria dengan handphone-nya.

Jarang saya perhatikan orang-orang yang tengah menunggu Bis di hallte atau kereta api di stasiun, atau pesawat landing di bandara yang berbincang dengan teman-teman seperjalanannya, kebanyakan mereka kalau tidak sedang on line di social networking-nya maka di telinga mereka terpasang head-set dengan musik-musik kesukaannya.
Hmm dunia yang sepi.

Bahkan kini untuk mendapat informasi sekecil apapun semacam resep-resep masakan bagi ibu rumah tangga atau informasi pekerjaan rumah dari sekolah orang kini lebih terbiasa dengan mencarinya lewat pusat informasi on-line semacam Google atau Wikipedia. Hampir tidak ada lagi kebiasaan menelpon tetangga atau teman atau mengunjungi sahabat untuk menanayakan sesuatu hal. Semuanya bisa didapatkan dengan mudah dari rumah atau handphone di tangannya.

Bahkan banyak orang yang menemukan pasangan hidupnya melalui media yang sering disebut dunia maya ini. Salah satu teman dari teman Facebook-ku telah menikah akhir tahun 2010 kemarin dengan seseorang dari tempat yang jauh di Amerika sana setelah berhubungan melalui internet selama 4 tahun lamanya.

Gurita bisnis dunia pun kini dapat dikendalikan hanya melalui laptop di rumah oleh para pemiliknya tanpa harus jauh-jauh keluar menuju kantornya. Dosen yang berada di sebrang lautan juga dapat memberikan kuliah kepada para mahasiswanya kini hanya dengan menggunakan media internet. Kejadian bencana alam ataupun peperangan di belahan bumi yang lain dapat diketahui beritanya oleh orang-orang di belahan bumi yang lain dalam waktu yang singkat juga karena media ini.

Menulis di situs-situs jejaring sosial, mikroblog ataupun blogpun kini telah menjadi satu gaya hidup yang familiar. Jutaan orang di dunia telah memiliki account identity di berbagai alamat blog dengan berbagai genre-nya masing-masing. Ada blog yang kontennya terdiri dari tulisan-tulisan fiksi, kisah-kisah pribadi, puisi, prosa, essay, tutorial, kajian-kajian religi, catatan perjalanan, kuliner (resep masakan beserta foto-fotonya), flora dan fauna, fotografi dan sebagainya.
Memang tak dapat dipungkiri, menulis adalah bagian dari aktivitas manusia juga yang membutuhkan tempat untuk dieksplore dan sebagai wadah mereka berkarya dan berekspresi. Maka wajarlah jika media internet juga menjadi ajang penyalurannya.

Sungguh hidup kita telah banyak dimanjakan dengan adanya media internet saat ini dan dunia yang dahulu disebut dunia maya ini berangsur-angsur telah bergeser menjadi kisah nyata orang-orang di zaman sekarang. Ada guyonan yang terdengar memang demikian adanya yang mengatakan :
“Internet membuat orang yang jauh menjadi dekat dan menjadikan orang yang telah dekat menjadi jauh”
Benarkah ? semoga tidak ya.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana jika kita dihadapkan pada situasi dimana kita tidak bisa menggunakan media ini dalam jangka waktu yang lama karena sesuatu hal. Coba ingat, bagaimana kalau kita bepergian ke suatu tempat dan lupa membawa charger HP di rumah. Atau tiba-tiba di rumah atau di kantor terjadi pemutusan arus listrik. Bisa ditebak, kita akan kelabakan jika hidup kita tergantung dengan semua itu.

Bagaimana jika suatu hari kita dihadapkan pada situasi darurat seperti bencana yang tidak memungkinkan kita untuk menggunakan internet dalam waktu tidak sebentar. Apakah kita akan shock dan merasa tak bisa berbuat apa-apa ?

Sudah waktunya bagi kita untuk mengakomodasi kehidupan kita secara seimbang. Bagaimanapun kita memang tidak bisa menjauh dari teknologi yang telah banyak memudahkan kehidupan kita seperti internet ini, namun kitapun tidak boleh melupakan kehidupan real kita dimana ada orang-orang yang membutuhkan sapaan, senyuman dan sentuhan hangat kita. Kehidupan keluarga yang harmonis, kehidupan bertetangga yang baik, pertemanan dan persahabatan real dimana sesama teman bisa saling bercerita secara langsung tentu akan lebih menyenangkan. Pertemuan maya dan pertemuan nyata tentu saja memiliki rasa dan kesan yang berbeda. Semuanya akan mendatangkan kebaikan yang besar jika digunakan secara bijak dan seimbang.

Jadi, selamat berinternet dengan bijak dan bertanggung jawab ya.
Selamat beraktivitas

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s