Jangan Yang Tersisa Untuk Insan Yang Mulia ………

Posted on

Sejak Ibu mengetahui kehadiranmu dalam rahimnya
Hanya cinta dan kerinduan yang membuatnya diam dan bergerak
Telah berganti segala hasrat
Hanya ingin bertemu ‘penyejuk mata’ dalam kandungan

Dan sejak Ayah menyadari akan kemunculan sang tumpuan harapan
Hanya keberanian dan tanggung jawab yang membuatnya datang dan pergi
Telah berganti segala tekad
Hanya ingin berjumpa ‘buah hati’ dalam buaian

Ibu menisik sulaman do’a-do’a
Ayah membanting tulang menguras kekuatan
Bersama-sama menjemput harapan
Akan kehadiran putra putri yang dirindukan

Jika saatnya tiba
Tak hilang segala pengorbanan
Seribu sakit di tubuh Ibu menjadi satu
Bersimbah darah menyambut sang tamu

Ayah menjaga, Ibu mengasuh
Letih dan lelah menjadi teman
Ayah bekerja, Ibu mengayomi
Berlimpah segala pengorbanan

Hingga kau tumbuh dewasa dan menjauh pergi
Tak berhenti Ayah dan Ibu memberi
Kebahagiaanmu menjadi mimpi indahnya
Kesulitanmu adalah tangis-tangis malamnya

Tak ada jeda kasih sayangnya
Tak ada henti do’a-do’a tulusnya


Namun bagaimana keadaanmu atas mereka ?

Jika ada waktu dan tenagamu tersisa, baru kau luangkan untuk sekedar mengunjungi mereka
Jika ada uang dan hartamu tersisa baru kau sisihkan untuk sekedar “jajan” mereka
Jika ada ruang di rumahmu tersisa baru kau persilahkan menjadi tempat berteduh mereka
Jika ada sedikit bakatmu tersisa baru kau tuliskan puisi sederhana untuk mereka
Jika ada ingatanmu tersisa baru kau panjatkan do’a pendek untuk mereka

Sedang selama hidup sejak kau dilahirkan
Ayah dan Ibu selalu memberikan yang terbaik mereka
Masa muda telah habis untuk mencintaimu
Walau siapapun berkata itu telah menjadi kewajiban mereka
Namun tetaplah kau tak lebih berharga dibanding jerih payah mereka telah menyayangi dan mencinta
Seberapa besarpun kau berusaha menggantinya
Tak pernah bisa kau membayar harga pengorbanan dan ketulusan mereka


Kini tinggallah pertanyaan besar…

Mengapa Allah telah berfirman
Bahwa Ayah dan Ibu semua insan
Telah menjadi yang kedua setelah Tuhan
Tempat syukur setiap anak dipersembahkan


Bukan yang tersisa dari waktumu untuk menemui Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat sangat merindukan kehadiranmu

Bukan yang tersisa dari hartamu untuk mencukupi Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat malu menengadahkan tangan kepadamu

Bukan yang tersisa dari rumahmu untuk menjaga dan merawat Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat malu untuk “merepotkanmu”

Bukan yang tersisa dari budi pekertimu untuk memuliakan Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat malu untuk memohon perhatianmu

Bukan yang tersisa dari ingatanmu untuk mendo’akan Ayah dan Ibu, sedang di masa tua mereka teramat malu untuk mengharap kesetiaanmu

Walau bagaimanapun keadaan tuan
Baik kelapangan ataupun kesempitan
Jangan yang tersisa yang kau berikan
Kepada orang tua yang melahirkan membesarkan

Hanya satu yang Tuhan berikan kesempatan untukmu
Membahagiakan Ibu dan Ayahmu
Dengan yang terbaik yang kau bisa
Seperti yang terbaik yang kau beri untuk anak-anakmu
Serta menyertakan mereka dalam setiap do’a-do’amu

Jangan beri yang tersisa dari yang kau punya
Untuk insan yang berkorban nyawa dan harta
Sebelum tiba masanya…
Kau ingin memberi segala
Namun telah tak bisa
Karena mereka telah tiada…..

“Rabbigfirly waaliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shagiiraa…’
“Wahai Tuhan kami ampunilah kami serta orang tua kami. Dan sayangilah orang tua kami sebagaimana mereka telah menyayangi kami…”
Allahumma Aamiin

Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk orang tua kita semua, aamiin

Bogor, 3 November 2010
________________________________________________________________
Sebuah catatan untuk diri sendiri, setelah kemarin Ibu ingin pulang sementara ke Bandung padahal beliau belum terlalu sehat walaupun kondisinya mulai membaik ( “Kangen rumah” katanya).

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s