Sekali Lagi Tentang Keragaman

Posted on

Kalau sedang sendirian, yang paling menyenangkan buatku salah satunya adalah main gitar. Bisa agak tenang gubah lagu (amatiran buat koleksi pribadi) atau sekedar nyanyi ngetan ngulon (ngaler ngidul kan buat ngobrol).

Kalau suatu hari ada snar gitar yang putus karena terlalu kencang aku plintir waktu atur nada dasarnya, pasti aku cari maximal 2 hari harus sudah dapat snar pengganti. Karena rasanya tidak enak aja punya gitar nggak ready to used. Kehilangan satu snar untuk seorang gitaris (beuh gayanya) adalah “bencana”, apalagi gitaris profesional yang mencari rezekinya dari hasil memetik dawai gitarnya. Kehilangan satu dawai gitar berarti tak ada musik yang bisa dimainkan dengan benar, tak ada nada indah yang bisa didengar.

Bermain gitar hari ini mengingatkanku pada film yang dibuat teman-teman hebat MP-ku “Dari Republik Multinesia Untuk Republik Indonesia” yang sinopsisnya diulas oleh mas Luqman dalam Review-nya. Karena sudah terulas secara baik dan lengkap oleh sutradaranya sendiri, maka aku disini tidak akan mereview lagi film tersebut, silahkan ditonton sendiri yang tentunya penilaian akan sesuai dengan pandangan yang menonton sendiri-sendiri.

Melihat film itu entah kenapa aku justru lebih tertarik pada durasi terakhir penayangannya, yaitu saat film itu mulai memperlihatkan kebersamaan teman-teman saat mempersiapkan film itu dengan backsound lagu yang membuat hati ikut terharu. Teman-teman dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda mampu mewujudkan sebuah film sederhana dengan isi yang sarat makna. Teman-temanku bersahabat dalam perbedaan yang mereka punya, jauh sebelum film ini bahkan direncanakan. Persahabatan yang dimulai dari dunia tulis menulis di dunia maya yang secara alami mendekatkan mereka satu persatu, dan bahkan akupun mulai merasa masuk ke dalam dunia mereka yang sederhana yaitu kecintaan mereka terhadap persaudaraan tanpa memandang perbedaan yang ada yang memang telah diberikan Tuhan sebelumnya. Perbedaan itu bahkan membuat mereka berada dalam kebersamaan. Sekali lagi aku melihat postingan teman di jurnal mbak Nita, membuat aku berkali-kali merasa tersentuh dengan kebersamaan mereka.

Jika mau memandang secara lebih luas, pada dasarnya segala yang terjadi dalam dinamika kehidupan kita juga berawal dari perbedaan. Perbedaan yang saling mengisi, yang saling membangun. Tidak berdiri rumah kita jika tidak dibangun atas perbedaan bahan bangunannya, apa jadinya jika semua bahan bangunan jika hanya terdiri dari pasir saja, atau semen saja atau kayu saja. Tidak ada manusia yang dirinya hanya terdiri dari otak saja, atau jantung saja, atau ruh saja, atau hati saja. Dia membutuhkan raga, membutuhkan ruh, membutuhkan hati, membutuhkan rasa agar dapat disebut sebagai manusia.

Demikian pula bangsa ini, negara ini, membutuhkan perbedaan yang saling bersinergi untuk eksistensinya. Membutuhkan keragaman yang saling menjaga untuk menambah kekuatannya. Tak bisa negara ini berdiri dengan adanya saling mengutuk perbedaan sesama saudara sebangsanya. Tak bisa tanah air kita ini berjaya dengan adanya saling menyerang perbedaan sesama saudara senegaranya.

Seperti gitar yang tak dapat melahirkan dentingan indah tanpa satu snarnya , maka kitapun tak bisa kehilangan satupun teman,saudara, siapapun penghuni negeri di bumi Tuhan ini kecuali dalam keputusan taqdirNYA, kita hanya akan terus bermimpi akan perdamaian di negeri ini, jika tak bisa saling menghargai dan memuliakan perbedaan masing-masing.

Mengenang kembali keragaman yang dirayakan tanggal 30 Oktober 2010 kemarin, semoga perbedaan diantara kita, benar-benar akan menjadi rahmat untuk kita semua.

PS : Buat temen-temen MP-ku tau nggak, aku jadi tambah sayang sama kalian ( Lebay ? Biarin ! )

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s