Nasi Untuk Bapak

Posted on

Faqih menyuapkan nasi kedalam mulutnya, ia melihat bapaknya sedang menyiapkan peralatan sol sepatunya.

“Bapak,makan sama Faqih yok

Bapak tersenyum dan menjawab:

“Habiskan saja sama Faqih, Bapak masih kenyang nak”

Faqih tertegun, ditatapnya sepiring nasi yang selalu mereka makan berdua karena tak ada lagi yang lainnya. Ia tahu bapaknya belum makan sejak tadi malam. Bapaknya akan memakan nasi bekas dirinya makan sesudah ia selesai dan meninggalkan sisanya, walaupun Faqih tahu makanan itu tak kan bisa mengenyangkan perut ayahnya yang harus bekerja sebagai tukang sol sepatu.

Faqih teringat sesuatu, ia beranjak dari duduknya, lalu mengambil kaleng bekas ikan sarden dan mengambil isinya beberapa uang recehan yang ia kumpulkan selama ini. Ia mengambil uang recehan itu dan menyodorkannya kepada bapaknya.

“Bapak, ini uang beli nasi yang banyak.Bapak jangan makan bekas Faqih lagi. Besok Faqih jual karet gelang lagi, biar nambah tabungan Faqih untuk beli nasi yang banyak buat kita”

Berdesir hati Bapak melihat uang recehan yang tak seberapa di tangannya. Hatinya menjerit. Anak piatunya masih berumur tujuh tahun tapi sudah menyantuninya uang untuk tak membuatnya kelaparan.

“Faqih simpan saja uangmu ini nak, biar Bapak yang cari uang untuk beli nasi yang banyak buat kita”

Bapak memeluk Faqih dengan kesedihan :

“Maafkan Bapak belum bisa membuatmu kenyang nak, do’akan bapak sehat ya, biar Faqih bisa makan, bisa sekolah”

Faqih mengusap air mata ayahnya :

“Bapak jangan sedih,kata Ibu dulu, kita akan kenyang nanti di Syurga, sekarang kita harus sabar”

Pelukan Bapak semakin erat, ia berbisik dalam hati :

“Ya Allah, kasihi anakku ini Gusti…”

Berpastisipasi dalam lomba Flash Fiction ( 250 kata) yang disielenggarakan oleh Uni Intan di Ceritaku
Semoga berkenan

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s