Menjadi Diri Sendiri (Yang Asyik…)

Posted on

Tidak terasa, sudah lebih dari satu tahun mendapat jatah “gubuk” di dunia maya ini dan mulai berkenalan dengan “tetangga” kiri kanan hingga kini cukup banyak teman yang berbaik hati mau berteman dengan seorang winny ini. Sebagaimana bergaul di dunia nyata (nyata dalam arti bertemu fisik) bergaul di dunia maya pun (bagi saya sebetulnya dunia internet dunia nyata juga, karena percakapannya nyata walaupun hanya dalam bentuk tulisan dan yang menulisnyapun ada, yang menulis dan punya akun FB atau punya blogpun bukan dari kalangan bangsa jin ya hehehe) sama saja menemukan banyak pengalaman dan kesan tersendiri. Sebagaimana diri saya bisa dinilai orang, maka saya pun mempunyai kesan atas pribadi seseorang yang menjadi teman saya.
Sekian lama bergaul dengan anda, dia, mereka, membuat saya teringat dengan kisah keluarga Luqman yang pernah diceritakan kisahnya saat saya masih kecil (entah mengapa kisah ini disebut kisah keluarga Luqman, apakah kisah ini berangkat dari sebuah hadist ? Yang punya nama Luqman, maaf bukan salah bunda mengandung ya… hehehe). Kisah seorang ayah dan putranya yang melakukan perjalanan menuju satu tempat bersama keledai mereka. Ada yang masih ingat ? Kalau ada yang lupa, saya bantu mengingatkannya, begini ceritanya :


Tersebutlah seorang ayah dan seorang anak hendak melakukan suatu perjalanan menuju ke suatu tempat dengan keledai mereka. Sang ayah duduk di atas pelana keledai itu, sedang anaknya berjalan mengiringinya. Saat mereka berpapasan dengan seorang pengembara, sang ayah ditegur oleh pengembara itu :

“Sungguh menyedihkan kedaan kalian, bagaimana mungkin kau bisa membiarkan anakmu kelelahan berjalan kaki sedang kau enak-enakan menunggangi keledai itu ?”.
Sang ayah termenung, menyadari kesalahannya akhirnya dia turun dari keledainya dan mengizinkan anak remajanya mengendarai keledainya, sedang dia sendiri kini berjalan kaki. Namun, tiba di suatu tempat, mereka berpapasan dengan seorang ibu yang memperhatikan mereka, dan ibu itu pun menegur mereka dengan nada prihatin :

“Hai pemuda, sungguh kau telah berlaku tidak sopan kepada ayahmu. Kau yang masih muda dengan enaknya menunggangi keledaimu, sedang ayahmu yang sudah tua kau biarkan berjalan kaki. Sungguh tidak terpuji keadaannmu”.
Mendengar teguran si ibu tersebut, keduanyapun berhenti dan merenung dan membenarkan ucapan wanita tadi. Maka keduanya kini naik ke atas keledainya dan meneruskan perjalanan. Di tengah kota, orang banyak memperhatikan mereka, terdengar mereka berkat :

“Sungguh celaka kalian berdua, bagaimana mungkin keledai sekurus itu kalian tunggangi berdua, tidak sampai dua puluh langkah keledai itu pasti mati kelelahan.”

Kedua ayah beranak itupun berfikir lagi, kali ini keduanya memutuskan untuk tidak menunggangi keledai mereka. Mereka menuntun keledainya dan meneruskan perjalanannya.
Saat mereka hampir mendekati tempat yang akan mereka tuju, bertemulah mereka dengan seorang laki-laki gagah yang terpingkal-pingkal mentertawakan mereka, laki-laki itu berkata :

“Hahahaha….lihat orang tua dan anak itu benar-benar bodoh, mereka memiliki keledai yang kuat tapi mereka sia-siakan. Mengapa tidak mereka jual saja keledai itu daripada menyusahkan mereka ? hahahaha”
Sampai disini Luqman dan anaknya pun kebingungan lagi apa yang mereka lakukan serba salah. Akhirnya mereka berdua pun menjual keledai mereka. 
STOP (kalau dilanjut, ceritanya nggak selesai-selesai, nanti pasti ada masalah lagi setelah mereka menjual keledainya ya)



Hmm…bergaul dengan orang pun bisa sebingung mas Luqman eh Syekh Luqman di atas kalau kita tidak mandiri dalam bercara pandang, berpemahaman, berkeyakinan hingga bertindak. Kita akan selalu dibingungkan dengan apa maunya orang lain.


Teman-teman kita mungkin ada yang ‘berhaluan barat’ bisa jadi bergaul dengan mereka kita akan digiring pada suasana heroik, serba ideal, berhati-hati, sindiran-sindiran halus untuk hidup benar dsb. Ada juga mungkin teman yang ‘berhaluan timur’ bergaul dengan mereka bisa jadi kita akan merasakan atmosfir yang berapi-api, selalu mengeluhkan keadaan, protes sana protes sini, orang tidak ada yang benar pemikirannya kecuali pemikiran mereka. Bisa jadi kita punya teman ‘berhaluan utara’ yang serba santai, hidup “yang easy man”, pembicaraan mereka seputar ‘Besok makan dimana ?”, senang bersosialisasi sana-sini, setiap bulan sepanjang tahun ada jadwal reuni fakultas,SMA,SMP hingga reuni TK. Mungkin masih ada teman yang ‘berhaluan selatan/tenggara/barat daya/timur laut dan sebagainya (kepada arah mata angin saya mohon maaf meminjam kalian sebagai perumpamaan ya) yang memiliki kekhasan tipikal dan menghembuskan aroma pertemanan yang berbeda-beda.


Jika kita memiliki obsesi untuk menjadi pribadi yang “diinginkan” keberadaannya oleh siapapun mereka dengan haluan yang berbeda-beda itu, maka bersiap-siaplah menjadi “Confused person of the year” bahkan “confused person of the life forever
and after”. Karena kenyataannya kita tidak mungkin bisa membahagiakan semua orang walau bagaimanapun kita menginginkannya. Tidak ada pribadi yang memiliki kesamaan yang absolut.Bahkan dua anak kembar identik sekalipun tetap memiliki kekhasannya dan hasratnya sendiri .



Oleh sebab itu bertemulah saya kini dengan kedalaman makna dari ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan firman Allah :
” Allah menciptakan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal” (QS, Al-Hujurat : 13).Saling mengenal bukan untuk saling menghakimi, bukan untuk saling menyalahkan satu sama lain. Toh memang Allah telah menciptakan kita semua berbeda-beda.Tapi sebaiknya didalam pergaulan kita tetap berusaha menjadi orang yang asyik, dalam arti berusaha untuk bisa menempatkan diri dengan baik dimana kita sedang berada. Memamerkan kefanatikan atas ide/keyakinan pribadi di tengah publik yang jelas amat beragam ini adalah sikap yang kurang bijak dan sia-sia, apalagi sampai memprovokasi bahkan melecehkan orang yang memiliki ‘pendirian’ berbeda.

Tetaplah dengan keadaanmu jika hal itu kau yakini benar, tetapi sertailah ia dengan menghargai orang lain yang berbeda denganmu. Sesudah itu, let’s make a better place for you and for me (kata Michael Jackson).

Tidak sampai dua hari lagi kita bertemu bulan mulia Ramadhan, atas tulisan-tulisan saya yang tidak berkenan di hati, kiranya sahabat-sahabat sudi untuk memaafkan. Semoga masih diberi kesempatan menjalankan ibadah shiyam dengan lancar, amiin.
Jaga hati, jaga kesehatan, salam untuk keluarga ya…

Wassalam

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s