Asa Seorang Ibu

Posted on

Tidak terasa waktu berganti, ternyata kita telah sampai “dititik ini”. Lembar demi lembar kehidupan sudah banyak terlewati dan begitu banyak hikmah yang menunggu untuk dipetik. Sedang waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali, masa muda kita tidak akan muncul lagi, hanya kenangan-kenangannya yang mungkin sebagian masih tertinggal di benak dan lubuk hati. Sebagian lainnya gugur bersamaan dengan hembusan angin zaman.

Segala yang telah terjadi dalam usia kita sepantasnya menjadi bahan tafakur agar apa yang benar dan baik dalam hidup kita dahulu dapat dilanjutkan bahkan ditambahi dan ditambahi lagi. Sedang kesalahan dan kekhilafan masa lalu dapat ditinggalkan dan dijadikan bahan evaluasi dan introspeksi kepada diri dan keluarga agar tidak terulang lagi dimasa yang akan datang jika masih diizinkan Allah.

Maka itulah yang sering menjadi asaku agar apa yang tidak benar, tidak baik dan tidak membahagiakan di masa lalu tidak terjadi kepada anak-anakku. Saya kira begitu pula dengan apa yang setiap orang tua harapkan. Cinta dan kasih kepada anak-anak adalah kekayaan tak ternilai yang disematkan Allah kedalam dada semua ibu (dan ayah tentunya). Maka hanya yang terbaik dan terindah yang kuharapkan terjadi dalam kehidupan anak-anakku terutama karena aku dititipi anak-anak perempuan.

Mencintai mereka bukan hanya dalam bentuk pemberian-pemberian yang mewah
Mencintai mereka bukan hanya dalam bentuk menyekolahkan mereka di tempat-tempat mahal
Mencintai mereka bukan hanya dalam bentuk menuntut prestasi dan angka-angka terhebat agar masa depan mereka cerah
Mencintai mereka bukan hanya dalam bentuk proteksi ketat sehingga membuat mereka jengah

Aku ingin mencinta dan mengasihi seperti yang mereka inginkan untuk dicinta, yaitu cinta yang sampai kedalam kalbu, cinta ibu yang dapat dirasakan dalam dada anak-anakku, walau banyak yang tak dapat aku berikan dalam kehidupan mereka.

Mereka bukan milikku, tetapi Allah telah menitipkannya padaku beberapa waktu sehingga meng-arca cinta dihatiku. Tiada yang selalu kupinta dalam munajatku melainkan yang terbaik dan terindah untuk putra putriku.

Semoga Allah selalu menjadikanku naungan teduh yang menentramkan anak-anakku
Menjadi pelabuhan aman yang menyelamatkan jiwa dan raga mereka
Menjadi seseorang yang dirindukan dan tak dilupakan dalam do’a-do’a mereka.
Menjadi seseorang yang pantas untuk anak-anakku menyebutku Ummi (Ibuku)…

Allahumma amiin 🙂

Gambar Illustrasi dipinjam darisini

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s