Jebakan Tingkat Tinggi

Posted on

Bismillahirrahmaanirrahiim

Sebuah tulisan Untuk Mengingatkan Diri Sendiri

Banyak sekali pelajaran di sekeliling kita yang bisa kita petik hikmahnya.

Mungkin sering kita mendengar

Anak harus mendengar dan taat kepada orangtuanya……KARENA ITU KEHARUSAN
Istri harus mendengar dan taat kepada suaminya………KARENA ITU KEHARUSAN
Bawahan harus mendengar dan taat kepada atasannya………KARENA ITU KEHARUSAN
Rakyat harus mendengar dan taat kepada pemimpinnya……….KAREN

A ITU KEHARUSAN
Murid harus mendengar dan taat kepada gurunya…………KARENA ITU KEHARUSAN
Budak harus mendengar dan taat kepada majikannya……….KARENA ITU KEHARUSAN
Yunior harus mendengar dan taat kepada seniornya………KARENA ITU KEHARUSAN
Ummat harus mendengar dan taat kepada ulamanya………KARENA ITU KEHARUSAN

Selama yang didengar dan ditaati itu perihal kebenaran, maka tak ada yang harus diperso’alkan, just do it, kerjakan saja tanpa syarat.

Akan tetapi, apakah hal itu akan berlaku juga apabila perihal kebenaran itu disampaikan secara terbalik ? Jawabannya adalah BELUM TENTU

Mungkin kita sering mendengar
Orang tua tersinggung jika diingatkan oleh anaknya
Suami tersinggung jika diingatkan oleh istrinya
Atasan tersinggung jika diingatkan oleh bawahannya
Guru tersinggung jika diingatkan oleh muridnya
Majikan tersinggung jika diingatkan oleh budaknya
Senior tersinggung jika diingatkan oleh yuniornya
Ulama tersinggung jika diingatkan oleh ummatnya

Bahkan jika yang diingatkan itu adalah kebenaran. Seakan-akan kebenaran itu seperti air, yang harus mengalir dari atas ke bawah. Bahwa pemilik sah ilmu itu hanya milik para Senior.
Terlebih lagi, jika yang mengingatkan itu melakukannya dengan cara yang tidak baik.

Tidak semuanya memang dan tidak selalu.
Jika IKHLAS telah dimiliki……tak sulit untuk menerima sebuah ingatan. Tak berat untuk menerima sebuah kritikan.

Hanya jiwa yang besar yang dapat menampung segala “masukkan” demi kebaikannya sendiri.
Memandang setiap teguran, yang sumbernya datang dari mana saja, baik dari atas maupun dari bawah, dari yang miskin maupun yang kaya, dari yang tua maupun dari yang muda, dari yang berpengalaman maupun yang sedikit pengalaman….
Semuanya sebagai kasih sayang Tuhan, Rabb yang menciptakan kita semua sama-sama anak cucu Nabi Adam as dan Siti Hawwa radiyAllaha-anHa

Sedangkan hakikatnya…
Tak ada orang yang Pandai itu…kecuali karena Allah telah meminjamkannya
Tak ada orang yang Kaya itu….kecuali karena Allah telah meminjamkannya
Tak ada orang yang Terhormat itu……kecuali karena Allah telah meminjamkannya
Tak ada orang yang berilmu itu…….kecuali karena Allah telah meminjamkannya
Bahkan tak ada orang yang hidup itu……kecuali karena Allah telah meminjamkan KehidupanNYA
Dan akan DIA cabut semua itu kembali pada saatnya.

Jadi bagaimana bisa kita berbuat sombong di bumi milikNYA ini, sedang tak ada yang kita punya melainkan semuanya hanya PINJAMAN SANG PENCIPTA…

Beruntunglah orang yang selalu menangisi aibnya diri dan berusaha untuk selalu memperbaikinya
Mengendalikan sekuatnya hawa nafsunya agar dapat pulang kembali dengan selamat, bertemu dengan DirinNYA, yang Allah asmaNYA.

Wallahu a’lam

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s