Bukan Karena Banyaknya…..

Posted on

Bismillaah

Bukan karena banyaknya ternyata yang membuat kita bahagia…
Banyak apaan…?
Ya banyak apapun ….Karena, yang banyak itu belum tentu bisa membuat hidup kita lebih baik. Lebih bahagia.

Orang sering mengharapkan, bahkan mencita-citakan memiliki banyak sesuatu dalam hidupnya. Misalnya memiliki banyak uang supaya bisa membeli banyak hal, beli rumah, beli kendaraan pribadi, belikan barang kesukaan kekasih hati,  beli sekolah..eh sekolahin anak di sekolah yang bagus, beli baju, beli sepatu, beli makanan yang diinginkan dan sebagainya.

Orang juga sering mengharapkan bisa punya banyak teman. Kita sering  mengira, dengan memiliki banyak teman kita bisa mendapatkan banyak keuntungan, apalagi kalau kebetulan teman kita itu pejabat, orang terkenal, tajir alias kaya raya dan baik pula,minimal bisa kecipratan enaknya, hehe.

Tapi kita sering lupa, kalau sekedar banyak itu (dalam kwantitas) ternyata bisa  berarti juga hampa. Kalau banyaknya itu tidak membuat hidup kita lebih bernilai, lebih berkualitas. Kadang-kadang bisa terasa, memiliki sedikit uang ternyata lebih baik untuk saya pribadi, karena membuat diri saya lebih berhati-hati dalam membelanjakannya, lebih memperhatikan anggaran dan pengeluarannya. Lebih mengundang inovasi pemikiran untuk berkarya agar dapat menambah penghasilan. Dibanding pada saat saya memiliki banyak uang tetapi dengan cara yang mudah dan tidak terukur, sehingga menarik saya untuk bersikap lebih konsumtif.

Atau memiliki banyak teman, tetapi banyaknya itu tidak ada yang berkesan. Dalam arti teman hanya sekedar status saja seperti misalnya berteman di dunia maya facebook, walaupun untuk yang sudah full akunnya, jumlah teman saya di fb terbilang sangat sedikit. Namun tetaplah untuk saya melihat angka pertemanan di fb itu cukup fantastik. sulit membayangkan semua teman saya itu berkumpul di suatu tempat dalam waktu yang sama. Yang benar-benar teman dalam arti yang sesungguhnya ternyata tidak sebanyak itu (baik teman di internet maupun teman di dunia nyata), dan dari yang sedikit itu ternyata yang benar-benar “berteman” mungkin hanya sepersekiannya saja. Nah yang sedikit itulah ternyata yang terasa mendatangkan manfaat yang baik untuk saya.Yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan kebaikan.

Di dunia blog ini, saya sering berkunjung ke blog-blog teman. Sedikit mengamati (walah…) fenomena pergaulan di “dunia template dan tulis menulis ini”, bagaimana orang melakukan Posting atas ide-idenya baik tulisan maupun foto, melakukan blog-walking, menulis komentar di blog teman, ‘say hello’ di Shoutmix atau Chatting-box, saling memberi award dan tag dan sebagainya yang …Woowww…buat saya saat itu (sampai sekarang juga siih….;) sangat menakjubkan (pasang muka terheran-heran….). Tapi ternyata eh ternyata…sering juga saya “menangkap” (bukan menangkap ayam maksudnya..), kalau yang datang berkunjung di blog teman itu mengharap dikunjungi juga blognya oleh pemilik blog yang dikunjunginya (pusing gak bahasanya ?…yaa sabar aja ya). Atau kasih info bahwa link teman yang dikunjunginya itu sudah dipasang di blognya trus minta linknya juga dipasang di blog temannya. Di area Shoutmix atau C-box juga sering terlihat seperti itu, misalnya ada kata-kata :”Berkunjuung….kunjung balik yaa :)”, atau ” Aku sudah follow kamu, kamu follow balik yaa”…etc. etc.

Jadi kesannya ada pamrih gitu. Tapi yaa tidak masalah siih kalo yang punya blog nyaman-nyaman aja. Buatku itu menunjukkan (mungkin ya) setiap bloger ingin memiliki banyak teman, banyak follower, banyak komentator dsb.

Tapi yang jangan itu adalah kalau kita jadi kecewa saat teman bloger kita ternyata tidak merespon harapan kita . Kalau banyak follower, banyak komentar, banyak say hello  (apalagi ada istilah2 lain yang saya juga belum ngerti seperti page rank dsb…) itu semua menjadi tujuan kita ber-blog, yaa bisa jadi ada yang senang dan ada juga yang kecewa. 

Memang siih, ada blog yang selalu banyak komentatornya, bisa jadi karena faktor followernya sudah banyak (itupun tidak semua followernya komen lho), atau faktor konten blognya yang memang bagus dan dibutuhkan mungkin oleh pembacanya,  ada juga blog yang selalu banyak komen-nya karena sang pemilik blognya ternyata sangat cantik…hihihi.

Jadi intinya adalah, apapun…di dunia materi ini..kita tidak mengukur kebahagiaan itu dari banyak atau sedikitnya sesuatu yang kita punya. Yang sedikitpun, kalau Barokah (memiliki nilai manfaat yang besar) itu akan mendatangkan kebahagiaan, sedang yang banyak itu kalau hanya sekedar banyak, malah cape ngurusnya, belum tentu semua bermanfaat buat kita, malah bisa-bisa menjerumuskan.

So don’t be sad of what you have, “Syukuri apa yang ada”  kata d’Massiv  (padahal kata saya)
Keep Smiiiiiille… 🙂

Alhamdulillah

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s