Hanya Soal Paradigma,Bismillah sajalah….

Posted on

Bismillahirrahmanirrahiim

Hmm sudah berapa lama ya tinggal di rumah yang sekarang?…Dulu, di rumah yang itu sudah tinggal berapa lama? Belum lagi sewaktu masih tinggal dengan orang tua. Banyak bertemu orang, orang yang sama ataupun orang yang berbeda-beda. Kini sejak ada facebook atau situs pertemanan lainnya orang bisa bertemu lagi dengan orang-orang yang telah lama berpisah darinya. Apakah kau temukan sesuatu yang khas dalam perjalan hidup mu itu?

Bagiku ada, sangat khas dan semua orang pasti melihat kekhasan itu pula, ialah keadaan dimana kita menemukan orang-orang itu (termasuk diri kita sendiri) jika tidak dalam keadaan Lemah tentulah ia ada dalam keadaan kuat. Lemah ataupun kuat dalam hal hartanya, bentuk rupa wajah dan tubuhnya, status sosialnya, kedudukannya, profesinya, gender, bahkan bisa jadi dalam hal ilmu.

Biasanya dalam hal Harta, orang-orang akan menganggap kuat kepada orang-orang yang kebetulan memiliki harta yang lebih banyak dibanding dengan harta miliknya. Rumah, furniture, kendaraan pribadi, makanan-makanan yang diinginkan seleranya dan segala pernak-pernik yang berkaitan dengan itu.

atau, dalam hal bentuk rupa wajah dan tubuh, orang-orang cenderung akan menganggap dalam posisi yang kuat kepada orang-orang yang dianggapnya lebih cantik/tampan dibanding dengan dirinya. Maka karena hal itu lah maka ia menganggap dirinya lebih lemah.

Atau dalam hal status sosial dan kedudukan, orang yang dianggap lebih kuat kebanyakan adalah para petinggi-petinggi atau pemegang jabatan-jabatan penting dalam insitusi, apapun.Sehingga kepada orang yang seperti itu, orang-orang cenderung akan lebih mmemberikan penghormatan daripada kepada urang yang tidak berada pada posisi itu.

Atau dalam hal profesi, orang akan menganggap kuat kepada orang-orang yang memiliki profesi yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar daripada dirinya. Jka seorang pengusaha bisa memperoleh pendapatannya Rp.5000 ,- maka pasti ia lebih kuat pendapatnnya dibanding dengan misalnya seorang tukang kue pancong yang hanya bisa mendapat penghasilan Rp. 5 ,-.

Seorang laki-laki pasti akan dianggap lebih kuat dibanding wanita karena dinilai mampu mencari nafkah untuk keluarganya, atau lebih mampu mengangkat benda yang berat dibanding wanita, dan lain-lain contoh dimana banyak fenomena terjadi di masyarakat,anda bisa mencari contohnya sendiri.

Seseorang juga akan dianggap kuat ilmunya oleh orang-orang jika ia mempunyai titel Insinyur, Doktor, Profesor, Ulama, Pendeta, Pemuka agama, Seniman dsb, dibanding orang yang tidak berhasil mendapatkan titel itu di dalam hidupnya. Dimana jika tidak memahami makna dan maksud pencapaiannya,dapat memunculkan rasa ‘aku’ atau ‘ego’ terhadap orang-orang yang memang memperolehnya

Disinilah masalahnya……….
Ternyata semuanya itu pada hakikatnya terbalik !!!

Jika kita mau sedikit bertafakur, tahu Bhiksu kan?
Dikenal orang pada umumnya, para Bhiksu itu orang-orang yang sangat santun, namun hidup berkelompok dengan sesama bhiksu lainnya di tempat yang sunyi, jauh dari keramaian dan pergaulan, baju dan penampilan sangat sederhana seolah tak dapat mengecap nikmat dunia. Membuat orang-orang berfikir alangkah kasihannya mereka hidup dalam komunitasnya. Namun, jika diperhatikan, justru dalam keadaan yang demikian itulah, mereka berhak menyandang predikat orang yang kuat, karena disaat orang lain menginginkan bebas bergaul bersama teman-temannya, mereka justru memutuskan untuk menyepi,mencari ilmu dan mendamaikan hati bersama para guru dan temannya sesama bhiksu itu. banyak ceritra-ceritra bersejarah yang mengisahkan kepahlawanan para bhiksu ini. Di daratan China dan sekitarnya para bhiksu ini dikenal sebagai para ahli bela diri yang mumpuni.Juga ahli obat-obatan. So, para bhiksu itu justru lebih kuat karena mereka mampu bersabar menjalaninya.

apakah orang-orang miskin itu lebih kuat dibanding dengan orang-orang yang kaya hartanya?. Jawabannya adalah YA !!. Karena disaat orang kaya bingung memikirkan menu apa yang ingin disantapnya di rumah atau sebuah restoran, maka sering orang-orang miskin itu dengan cepat dan berani memutuskan untuk memakan habis nasi bungkus sisa makan orang lain yang dibuang ke tempat sampah. Orang-orang tuna-wisma kuat tidur di pinggir jalan hanya beralas kardus bekas dan tanpa berselimut. Betapa kuatnya mereka,setiap hari melihat orang kaya berseliweran dengan mobil-mobil bagus, baju-baju yang pantas dan sibuk memperhatikan penampilan dirinya sedang mereka dengan cueknya berjalan tanpa ada beban walau berjalan kiloan meter berjalan tanpa alas kaki dengan baju yang sudah kumal

Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang mendapat keterbatasan pada tubuhnya namun tetap masih bisa beraktivitas untuk diri dan keluarganya bahkan masyarakatnya? Tentu saja mereka oran-orang yang kuat mentalnya, mereka bukannya tidak sadar orang-orang memandangnya aneh dan iba melihat keadaan tubuhnya,namun ia kuat menghadapi pandangan-pandangan orang itu tanpa marah dan emosi. Di situlah kekuatannya.

Banyak terjadi kaum wanita yang disakiti oleh kaum lelaki,misalnya suaminya. Mereka mampu bertahan didalam bahtera rumah tangganya dimana dia dianggap lemah posisinya. Banyak wanita yang kita kenal telah ditinggal suaminya wafat, namun disisa usianya dia tidak pernah menikah lagi, sendirian menafkahi dan membesarkan anak-anaknya sehingga dewasa dan berhasil. Atau dalam kasus-kasus poligami dimana para istri dengan rela menyaksikan orang yang dicintainya menikah lagi dengan perempuan lain, menunjukkan ketegaran hati dimana banyak wanita lain tidak sanggup menghadapinya.

“Anggapan-anggapan orang” itulah yang selama ini banyak menghakimi kehidupan seseorang. Anggapan orang tentang kelemahan, ternyata pada kenyataannya menunjukkan kekuatan. Semakin sering seseorang dianggap lemah, sehingga tidak mudah untuk memenangkan “pertarungan hidup” maka seharusnya akan semakin lepas dia dari beban pandangan orang bahwa dia harus berhasil ini dan itu. Nah karena lepas itulah,dia bisa lebih bebas mengekspresikan kemampuannya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa, “Semakin sering kau jatuh, maka semakin tidak takut sakit”.

Karena kekuatan itu hanya datang dari dan milik Allah saja, kelemahan diri yang disaksikan orang lain, tidak selalu berarti itulah yang sesungguhnya. Selama masih memiliki cita-cita yang baik, maka teruslah berjalan, Allah sendiri yang memperjalankanmu dari sejak dahulu dan selamanya,demikian pula terhadap alam semesta ini. So, tetap semangat kawan, Keep Bismillah

4 Maret 2010

-Winny-
Alhamdulillah
Website: http://winnywidya.blogspot.com

Iklan

Terima Kasih telah berkenan hadir, kesan anda sangat berarti :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s